Iran: Kapal Tanker Minyak Dihantam oleh Roket di lepas pantai Arab Saudi
Friday, 11 October 2019 23:33 WIB | GLOBAL |Global

Dua roket menghantam sebuah kapal tanker Iran yang melakukan perjalanan melalui Laut Merah di lepas pantai Arab Saudi pada hari Jumat, kata para pejabat Iran, insiden terbaru di wilayah itu di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan AS.

Tidak ada kabar dari Arab Saudi tentang serangan yang dilaporkan, dan pejabat Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Televisi pemerintah Iran mengatakan ledakan itu merusak dua gudang di atas kapal tanker minyak yang tidak disebutkan namanya dan menyebabkan kebocoran minyak ke Laut Merah dekat kota pelabuhan Jiddah di Saudi.

Kantor berita IRNA yang dikelola pemerintah, mengutip National Iranian Tanker Co., mengidentifikasi kapal yang dilanda sebagai Sabity. Kapal itu terakhir kali menyalakan alat pelacak pada Agustus di dekat kota pelabuhan Iran, Bandar Abbas.

Letnan Pete Pagano, juru bicara Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang mengawasi Timur Tengah, mengatakan pihak berwenang di sana "mengetahui laporan tentang insiden ini," tetapi menolak berkomentar lebih lanjut.

Serangan yang dilaporkan itu terjadi setelah AS menuduh bahwa dalam beberapa bulan terakhir Iran menyerang tanker minyak di dekat Selat Hormuz, di mulut Teluk Persia, sesuatu yang dibantah oleh Teheran.

Insiden hari Jumat tersebut dapat mendorong ketegangan antara Iran dan AS bahkan lebih tinggi, lebih dari setahun setelah Presiden Donald Trump secara sepihak menarik Amerika dari kesepakatan nuklir dan menjatuhkan sanksi yang sekarang menghancurkan ekonomi Iran.

Serangan misterius pada tanker minyak di dekat Selat Hormuz, Iran menembak jatuh pesawat pengintai militer AS dan insiden lainnya di Timur Tengah yang lebih luas mengikuti keputusan Trump.

Serangan terakhir melihat industri minyak vital Arab Saudi diserang drone-and-cruise-missile, mengurangi separuh output kerajaan. AS telah menyalahkan Iran atas serangan itu, sesuatu yang dibantah oleh Teheran. Pemberontak Houthi Yaman, yang berperang kerajaan dalam perang bertahun-tahun, mengklaim serangan itu, meskipun analis mengatakan rudal yang digunakan dalam serangan itu tidak memiliki jangkauan untuk mencapai situs-situs dari Yaman.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Walikota Seoul Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh diri
Friday, 10 July 2020 23:43 WIB

Polisi Korea Selatan mengatakan Walikota Seoul Park Won-soon ditemukan tewas Jumat pagi, seorang yang diduga bunuh diri. Tubuh pria 64 tahun ini ditemukan di dekat pintu masuk di gunung Bugaksan di Seoul persis tengah malam, beberapa jam setelah ia dilaporkan hilang pada Kamis. Sehari sebelumnya, ...

Korea Utara Tidak Tertarik pada KTT Trump-Kim Lainnya
Friday, 10 July 2020 17:50 WIB

Korea Utara mengatakan kecil kemungkinan ada konferensi tingkat tinggi (KTT) lainnya dengan Amerika setelah Presiden AS Donald Trump minggu ini mengatakan terbuka untuk bertemu lagi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Kantor berita milik pemerintah Korea Utara, KCNA, Jumat (10/7), melaporkan K...

WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Friday, 10 July 2020 10:45 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dan mantan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf untuk memimpin panel independen guna mengevaluasi tanggapan badan tersebut terhadap pandemi COVID-19. Berbicara kepada negara-negara anggota dari ...

Australia Akhiri Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong
Thursday, 9 July 2020 23:31 WIB

Australia mengakhiri perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan di kota tersebut oleh China. Dalam mengumumkan langkah tersebut pada Kamis ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Canberra akan memperpanjang visa sement...

Kasus Covid-19 di AS Meningkat, Meski Kurva Kematian Mendatar
Thursday, 9 July 2020 17:09 WIB

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat tajam di Amerika. Namun, jumlah orang yang meninggal tetap. Meskipun terdengar seperti kabar baik, para ahli memperingatkan agar tetap waspada. Jumlah kasus baru telah menunjukkan peningkatan yang stabil sejak pertengahan Juni. Rata-rata kasus se...

ANOTHER NEWS
Emas berjangka berakhir lebih rendah, tapi catat kenaikan beruntun mingguan ke-5
Saturday, 11 July 2020 01:11 WIB Emas berjangka berakhir lebih rendah pada Jumat ini, mundur kembali dari catatan tertinggi hampir sembilan tahun yang mereka raih di awal pekan ini. Namun Harga emas untuk pekan ini naik sekitar 0,7%, karena penyebaran COVID-19 terus meningkatkan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.