Pembicaraan Nuklir Buntu, Korut Ancam Tingkatkan Provokasi
Friday, 11 October 2019 18:40 WIB | GLOBAL |Global

Korea Utara, Kamis (10/10) memperingatkan bahwa œkesabarannya hampir habis dan mengancam akan meningkatkan provokasi, menyusul kegagalan pembicaraan nuklirnya dengan AS. Peringatan ini merupakan bukti terbaru bahwa Korea Utara kembali ke sikap agresifnya setelah meninggalkan perundingan nuklir pertamanya yang substantif dalam beberapa bulan ini.

Suatu pernyataan yang dimuat kantor berita resmi KCNA menuduh AS pekan ini mengatur pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB, yang mengecam peluncuran misil Korea Utara baru-baru ini.

Pernyataan KCNA, merujuk pada juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyebut pertemuan PBB itu merupakan œprovokasi serius, dan mengecam uji coba misil balistik antarbenua oleh AS baru-baru ini.

œKesabaran kami hampir habis, dan tidak ada jaminan bahwa tindakan menahan diri kami akan berlangsung tanpa batas, sebut pernyataan itu.

Korea Utara keluar dari pembicaraan nuklir tingkat kerja pekan lalu, menuduh AS tidak mengajukan gagasan baru untuk membantu memecah kebuntuan berbulan-bulan.

Sebelumnya pekan ini, negara-negara Eropa anggota Dewan Keamanan meminta Korea Utara agar menunjukkan œiktikad baik dalam perundingan yang berarti dengan AS.

Para duta besar negara-negara Eropa di PBB itu juga mengecam uji coba rudal balistik terbaru Korea Utara yang disebut melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Sejak awal Mei, Korea Utara telah melakukan 11 uji coba misil, sebagian besar melibatkan teknologi misil balistik, yang terlarang untuk dimiliki Korea Utara.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Walikota Seoul Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh diri
Friday, 10 July 2020 23:43 WIB

Polisi Korea Selatan mengatakan Walikota Seoul Park Won-soon ditemukan tewas Jumat pagi, seorang yang diduga bunuh diri. Tubuh pria 64 tahun ini ditemukan di dekat pintu masuk di gunung Bugaksan di Seoul persis tengah malam, beberapa jam setelah ia dilaporkan hilang pada Kamis. Sehari sebelumnya, ...

Korea Utara Tidak Tertarik pada KTT Trump-Kim Lainnya
Friday, 10 July 2020 17:50 WIB

Korea Utara mengatakan kecil kemungkinan ada konferensi tingkat tinggi (KTT) lainnya dengan Amerika setelah Presiden AS Donald Trump minggu ini mengatakan terbuka untuk bertemu lagi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Kantor berita milik pemerintah Korea Utara, KCNA, Jumat (10/7), melaporkan K...

WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Friday, 10 July 2020 10:45 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dan mantan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf untuk memimpin panel independen guna mengevaluasi tanggapan badan tersebut terhadap pandemi COVID-19. Berbicara kepada negara-negara anggota dari ...

Australia Akhiri Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong
Thursday, 9 July 2020 23:31 WIB

Australia mengakhiri perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan di kota tersebut oleh China. Dalam mengumumkan langkah tersebut pada Kamis ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Canberra akan memperpanjang visa sement...

Kasus Covid-19 di AS Meningkat, Meski Kurva Kematian Mendatar
Thursday, 9 July 2020 17:09 WIB

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat tajam di Amerika. Namun, jumlah orang yang meninggal tetap. Meskipun terdengar seperti kabar baik, para ahli memperingatkan agar tetap waspada. Jumlah kasus baru telah menunjukkan peningkatan yang stabil sejak pertengahan Juni. Rata-rata kasus se...

ANOTHER NEWS
Minyak Menguat, Tetapi Acuan AS Berakhir Lebih Rendah Untuk Pekan ini
Saturday, 11 July 2020 02:40 WIB Minyak berjangka naik pada Jumat ini, didukung oleh hasil positif terkait dengan potensi obat COVID-19, tetapi harga minyak AS berakhir lebih rendah untuk pekan ini karena laporan dari Badan Energi Internasional memperingatkan bahwa lesunya...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.