Presiden Ukraina: Tak Ada Pemerasan dalam Percakapan dengan Trump
Thursday, 10 October 2019 23:58 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pada Kamis tidak ada "pemerasan" dalam panggilan teleponnya Juli lalu dengan Presiden AS Donald Trump yang sekarang menjadi pusat penyelidikan dakwaan oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dipimpin Demokrat.

Dalam konferensi pers yang berlangsung beberapa jam pada Kamis, Zelenskiy berulang kali ditanyai tentang panggilan teleponnya Juli lalu yang sekarang terkenal dan apakah presiden AS telah menyiratkan dia akan memblokir bantuan militer kecuali Kyiv menyelidiki urusan bisnis Hunter Biden, putra saingan politik Trump Joe Biden . Hunter Biden adalah anggota dewan perusahaan energi Ukraina, Burisma.

œMereka memblokirnya (bantuan militer) bahkan sebelum kami berbicara. Tapi kami tidak menyentuhnya dalam percakapan kami. Pada saat itu saya tidak tahu tentang itu. Saya berbicara dengan menteri pertahanan setelah itu dan dia berkata: "Kami memiliki masalah, mereka telah memblokir uang itu." Tetapi ketika kami berbicara dengan Trump, masalah ini tidak ada sama sekali. Jadi tidak ada pemerasan karena itu sama sekali bukan topik pembicaraan kami, kata Zelenskiy kepada wartawan.

Dalam sebuah tweet, Kamis, Trump mengatakan komentar terakhir pemimpin Ukraina itu kepada wartawan "harus segera mengakhiri pembicaraan tentang impeachment."

Menurut komplain dari pelapor, dan transkrip kasar dari panggilan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih, Trump mendesak Zelenskiy untuk membuka penyelidikan ke Biden.

Trump menggambarkan pembicaraannya dengan Zelenskiy sebagai "panggilan sempurna" dan Gedung Putih mengatakan pihaknya menolak untuk berpartisipasi dalam penyelidikan yang dipimpin Demokrat tentang apakah presiden Amerika harus dimakzulkan.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Ketegangan Turki-Yunani Meningkat Terkait Ambisi Ankara di Laut Tengah
Thursday, 5 December 2019 23:55 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis bertemu pada Rabu (4/12). Pertemuan itu adalah upaya untuk meredakan ketegangan atas perairan wilayah yang disengketakan di Laut Tengah bagian timur. Pertemuan yang digelar di sela-sela KTT NATO di London itu terjadi...

Perancis Bersiap Hadapi Pemogokan Massal
Thursday, 5 December 2019 16:56 WIB

Perancis sedang bersiap menghadapi pemogokan nasional yang rencananya digelar Kamis (5/12) pagi waktu setempat. Mogok massal itu diperkirakan dapat melumpuhkan kegiatan di negara itu. Serikat buruh Perancis telah menyerukan pemogokan atas rencana Presiden Emmanuel Macron untuk merombak sistem pensi...

Trump Tuduh PM Kanada Justin Trudeau 'Bermuka Dua'
Thursday, 5 December 2019 11:32 WIB

Presiden Amerika Donald Trump menuduh perdana menteri Kanada Justin Trudeau œbermuka dua setelah Trudeau dan beberapa pemimpin NATO lainnya tampak sedang 'membual' tentang dirinya. Sebuah rekaman video yang dibuat ketika berlangsung resepsi di istana Buckingham menunjukkan Trudeau sedang berca...

DPR AS Setujui RUU yang Kecam Penindasan Muslim Uighur di China
Wednesday, 4 December 2019 23:46 WIB

China mengungkapkan kemarahannya atas keputusan DPR AS yang menyetujui RUU yang menyerukan diambilnya tindakan resmi terhadap Beijing terkait penindasannya terhadap jutaan Muslim di negara itu. Dengan perbandingan suara 407 setuju dan 1 menolak, DPR AS yang dipimpin fraksi Demokrat menyetujui RUU U...

Sejumlah pria bersenjata membunuh pekerja bantuan Jepang dan 5 lainnya di Afghanistan
Wednesday, 4 December 2019 17:01 WIB

Sejumlah pria bersenjata tak dikenal telah membunuh seorang pekerja bantuan Jepang dan lima koleganya di Afghanistan timur. Para pejabat mengatakan penembakan maut itu terjadi pada Rabu pagi di Jalalabad, ibukota provinsi Nangarhar. Seorang juru bicara pemerintah provinsi mengatakan kepada VOA, ya...

ANOTHER NEWS
Dolar Menuju Penurunan Mingguan Karena Tertekan Oleh Data dan Kekhawatiran Perdagangan
Friday, 6 December 2019 08:19 WIB Dolar mengalami penurunan pada hari Jumat, dilanda kekhawatiran pada perdagangan dan sinyal beragam tentang ekonomi A.S., sementara pound Inggris berdiri lebih tinggi karena spekulasi menegaskan bahwa Perdana Menteri Boris Johnson dapat memenangkan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.