Presiden Irak Kecam Serangan Terhadap Demonstran
Tuesday, 8 October 2019 23:39 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Irak Barham Salih telah mengecam serangan terhadap para pengunjuk rasa antipemerintah dan media setelah sepekan demonstrasi dan bentrokan terkait yang menewaskan lebih dari 100 orang dan mencederai 6.000 lainnya.

Ia menyebut mereka yang melakukan kekerasan itu sebagai penjahat dan musuh, dan memanfaatkan pidato di televisi pada hari Senin untuk menyerukan dihentikannya eskalasi situasi.

Salih mengatakan Irak telah mengalami cukup banyak kehancuran, pertumpahan darah, perang dan terorisme.

Militer sebelumnya pada hari Senin (7/10) mengaku menggunakan œkekuatan berlebihan dalam menghadapi demonstran di kawasan Sadr City, Baghdad.

Pemerintah mengambil langkah menyingkirkan pasukan keamanan dari kawasan itu dan menyerahkan tugas patroli kepada polisi. Para pejabat juga berjanji untuk menuntut pertanggungjawaban setiap anggota pasukan keamanan yang œbertindak salah.

Protes di Baghdad dan beberapa kota di Irak Selatan telah berkembang dari semula meminta pekerjaan dan perbaikan layanan kota, seperti air dan listrik, menjadi seruan untuk mengakhiri korupsi di negara kaya minyak berpenduduk hampir 40 juta orang itu.

Kabinet Irak mengeluarkan rencana reformasi baru Minggu pagi dalam upaya menanggapi protes yang mengejutkan pihak berwenang.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Wapres AS Desak Erdogan Hentikan Serangan terhadap Laskar Kurdi
Friday, 18 October 2019 04:56 WIB

Wakil Presiden AS Mike Pence, Kamis (17/10), mendesak Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan gencatan senjata untuk mengakhiri serangan militernya terhadap laskar Kurdi di Suriah Utara. Hal tersebut adalah ofensif yang dimulai Erdogan setelah Presiden Donald Trump menarik hampir seluruh tenta...

Inggris Hadapi Kesempatan Terakhir untuk Menghindari Brexit Tanpa Kesepakatan atau Penundaan
Thursday, 17 October 2019 17:25 WIB

Uni Eropa memperingatkan bahwa KTT hari Kamis mungkin menjadi kesempatan terakhir untuk menghindari pilihan antara penundaan lain untuk Brexit dan kerusakan ekonomi Inggris bila meninggalkan UE tanpa kesepakatan. Prospek kesepakatan pada pertemuan para pemimpin penting UE di Brussels mengalami kemu...

Menlu AS Kembali Serukan 'Solusi Manusiawi' atas Situasi di Hong Kong
Thursday, 17 October 2019 10:47 WIB

Pejabat Amerika memperbaharui seruan mereka bagi solusi œmanusiawi atas situasi di Hong Kong, di mana protes terus berlangsung dan tidak ada tanda-tanda akan berakhir. Dalam wawancara dengan Fox Business Network hari Rabu (16/10) Menlu AS Mike Pompeo mengatakan pemrotes Hong Kong minta pemerin...

Diplomat AS: Gedung Putih Tugaskan 'Trio Amigo' untuk Pimpin Kebijakan Ukraina
Thursday, 17 October 2019 03:50 WIB

Seorang pejabat tinggi Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan kepada penyelidik DPR bahwa pejabat-pejabat pemerintah memintanya untuk bersikap low profile terkait isu Ukraina. Sikap tersebut dibutuhkan untuk menghormati œtrio amigo yang mengambil alih kendali kebijakan luar negeri terhadap s...

Demonstran Pro-Demokrasi Serukan Sanksi Perdagangan atas Hong Kong
Wednesday, 16 October 2019 18:01 WIB

Pendukung gerakan pro-demokrasi di Hong Kong mendesak Kongres Amerika untuk meloloskan RUU hak azasi yang bisa memicu dilancarkannya sanksi-sanksi perdagangan atas pusat keuangan internasional di Hong Kong. Tapi para pengecam mengatakan, tindakan itu akan mengakibatkan lebih banyak kerugian dari pad...

ANOTHER NEWS
Saham HongKong lebih tinggi pada pembukaan
Friday, 18 October 2019 09:05 WIB Saham Hong Kong dibuka dengan sedikit kenaikan pada Jumat pagi setelah Inggris dan Uni Eropa mencapai kesepakatan Brexit, sementara investor menunggu rilis angka pertumbuhan ekonomi China. Indeks Hang Seng menambahkan 0,23 persen, atau 62,06 poin,...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.