Presiden Irak Kecam Serangan Terhadap Demonstran
Tuesday, 8 October 2019 23:39 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Irak Barham Salih telah mengecam serangan terhadap para pengunjuk rasa antipemerintah dan media setelah sepekan demonstrasi dan bentrokan terkait yang menewaskan lebih dari 100 orang dan mencederai 6.000 lainnya.

Ia menyebut mereka yang melakukan kekerasan itu sebagai penjahat dan musuh, dan memanfaatkan pidato di televisi pada hari Senin untuk menyerukan dihentikannya eskalasi situasi.

Salih mengatakan Irak telah mengalami cukup banyak kehancuran, pertumpahan darah, perang dan terorisme.

Militer sebelumnya pada hari Senin (7/10) mengaku menggunakan œkekuatan berlebihan dalam menghadapi demonstran di kawasan Sadr City, Baghdad.

Pemerintah mengambil langkah menyingkirkan pasukan keamanan dari kawasan itu dan menyerahkan tugas patroli kepada polisi. Para pejabat juga berjanji untuk menuntut pertanggungjawaban setiap anggota pasukan keamanan yang œbertindak salah.

Protes di Baghdad dan beberapa kota di Irak Selatan telah berkembang dari semula meminta pekerjaan dan perbaikan layanan kota, seperti air dan listrik, menjadi seruan untuk mengakhiri korupsi di negara kaya minyak berpenduduk hampir 40 juta orang itu.

Kabinet Irak mengeluarkan rencana reformasi baru Minggu pagi dalam upaya menanggapi protes yang mengejutkan pihak berwenang.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

New York Times Dedikasikan Halaman Depan untuk œKorban Covid-19 yang Tak Ternilai
Wednesday, 27 May 2020 00:26 WIB

Jumlah korban meninggal akibat virus corona di Amerika diperkirakan akan melampaui angka 100.000 orang dalam beberapa hari ke depan. Untuk menandai hal itu, halaman depan edisi cetak suratkabar New York Times hari Minggu (24/5) hanya akan diisi dengan nama korban yang meninggal akibat penyakit ini d...

Pemimpin Hong Kong Mengatakan Hukum Keamanan yang Kontroversial tidak Perlu dikhawatirkan
Tuesday, 26 May 2020 17:35 WIB

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan kebebasan dasar kota itu tidak akan dilanggar oleh undang-undang keamanan baru untuk kota semi-otonom yang diusulkan oleh Beijing. Usulan undang-undang itu, yang diresmikan pekan lalu selama sidang kongres nasional China, akan mencegah dan menghukum tindakan...

Sekolah, Kantor Dibuka, New South Wales Bersiap Hadapi Kekacauan
Tuesday, 26 May 2020 11:23 WIB

Negara bagian terpadat di Australia pada Senin (25/5) mengerahkan ratusan staf pengendali keramaian untuk menegakkan aturan pembatasan sosial di transportasi umum. Lonjakan penumpang diperkirakan akan terjadi sementara sekolah-sekolah dan perkantoran dibuka kembali dan jumlah kasus virus corona berk...

AS Peringati 'Memorial Day', Korban Covid-19 Dekati 100 Ribu
Monday, 25 May 2020 18:51 WIB

Senin ini (25/5) adalah "Memorial Day" (Hari Pahlawan) di AS, hari untuk menghormati ratusan ribu tentara AS yang mengorbankan jiwa bagi negara. Bendera dikibarkan setengah tiang di berbagai penjuru negeri pada hari Senin untuk memperingati para tentara itu. Atas perintah presiden Donald Trump, ben...

Menlu China Memperingatkan Pihak Asing yang Memberi Gangguan Pada Hong Kong
Monday, 25 May 2020 14:02 WIB

Menteri Luar Negeri China Wang Yi memperingatkan Barat dan para pemain lainnya bahwa "tidak ada campur tangan eksternal akan ditoleransi" karena Beijing mempertimbangkan undang-undang keamanan baru di dalam semi-otonom Hong Kong. "Campur tangan asing yang melanggar hukum berlebihan dalam urusan Hon...

ANOTHER NEWS
Minyak melonjak lebih dari 3% karena meningkatnya keyakinan pada pengurangan pasokan
Wednesday, 27 May 2020 01:49 WIB Harga minyak naik pada Selasa ini, yang didukung oleh meningkatnya kepercayaan bahwa produsen menindaklanjuti komitmen untuk memangkas pasokan dan karena permintaan bahan bakar meningkat diikuti berkurangnya pembatasan virus corona. Minyak mentah...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.