Rusia Nyatakan Mata-mata CIA Hilang dan Lancarkan Pencarian
Tuesday, 24 September 2019 10:37 WIB | GLOBAL |GlobalRusia

Kementerian Dalam Negeri Rusia mengatakan, seorang mantan pejabat Kremlin yang disebut media sebagai mata-mata CIA, dengan resmi dinyatakan hilang.

Kementerian mengatakan hari Senin (23/9), mereka telah menambahkan Oleg Smolenkov, lahir tahun 1969, ke dalam daftar orang yang hilang dan telah melancarkan usaha untuk mencarinya.

Awal bulan ini, laporan media AS dari Reuters, CNN, New York Times, dan Washington Post mengatakan, mata-mata CIA yang bekerja dalam pemerintahan Rusia itu telah diselamatkan dan dibawa ke Amerika tahun 2017.

Beberapa laporan mengatakan, orang Rusia yang tidak disebutkan namanya itu memberi informasi intelijen dari dalam kantor Presiden Vladimir Putin di Kremlin tentang dugaan campur tangan Rusia pada pemilu presiden AS 2016.

Catatan publik dari pemerintah Rusia menunjukkan seseorang bernama Oleg Smolenkov bekerja dalam pemerintahan Putin, yang waktu itu menjadi perdana menteri antara 2008 dan 2012.

Smolenkov sebelumnya terdaftar bekerja sebagai sekretaris kedua di Kedutaan Besar Rusia di Washington, D.C., menurut daftar pegawai waktu itu. Duta besar waktu itu adalah Yury Ushakov, yang kembali ke Moskow dan menjadi wakil kepala staf untuk Putin dan kemudian menjadi penasihat kebijakan luar negeri.

Pemerintah Rusia membenarkan pekerjaan Smolenkov, tetapi juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan tanggal 10 September lalu bahwa "dia telah dipecat beberapa tahun lalu."

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Menlu AS Kembali Serukan 'Solusi Manusiawi' atas Situasi di Hong Kong
Thursday, 17 October 2019 10:47 WIB

Pejabat Amerika memperbaharui seruan mereka bagi solusi œmanusiawi atas situasi di Hong Kong, di mana protes terus berlangsung dan tidak ada tanda-tanda akan berakhir. Dalam wawancara dengan Fox Business Network hari Rabu (16/10) Menlu AS Mike Pompeo mengatakan pemrotes Hong Kong minta pemerin...

Diplomat AS: Gedung Putih Tugaskan 'Trio Amigo' untuk Pimpin Kebijakan Ukraina
Thursday, 17 October 2019 03:50 WIB

Seorang pejabat tinggi Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan kepada penyelidik DPR bahwa pejabat-pejabat pemerintah memintanya untuk bersikap low profile terkait isu Ukraina. Sikap tersebut dibutuhkan untuk menghormati œtrio amigo yang mengambil alih kendali kebijakan luar negeri terhadap s...

Demonstran Pro-Demokrasi Serukan Sanksi Perdagangan atas Hong Kong
Wednesday, 16 October 2019 18:01 WIB

Pendukung gerakan pro-demokrasi di Hong Kong mendesak Kongres Amerika untuk meloloskan RUU hak azasi yang bisa memicu dilancarkannya sanksi-sanksi perdagangan atas pusat keuangan internasional di Hong Kong. Tapi para pengecam mengatakan, tindakan itu akan mengakibatkan lebih banyak kerugian dari pad...

Erdogan Tetap Bertentangan dalam Menghadapi Sanksi AS
Wednesday, 16 October 2019 10:56 WIB

Sanksi AS terhadap Turki atas serangan militernya terhadap Suriah diberhentikan oleh kepemimpinan politik di Ankara, ketika pasar keuangan mengabaikan langkah-langkah tersebut. Sanksi diumumkan terhadap pejabat Turki pada hari Senin karena negosiasi kesepakatan perdagangan 100 miliar dolar berakhir...

Presiden Rusia Ingin Tingkatkan Hubungan dengan UAE
Tuesday, 15 October 2019 23:42 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA) hari Selasa (15/10), sebagian bagian dari lawatannya ke Timur Tengah. Adapun tujuan lawatan tersebut adalah untuk memperkuat hubungan antara Moskow dan sekutu lama AS ini, di tengah-tengah ketegangan di Teluk Persia. Putra mahkota Abu ...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong berakhir dengan kenaikan
Thursday, 17 October 2019 15:31 WIB Saham Hong Kong berakhir pada catatan positif Kamis ini karena data AS yang lebih lemah meningkatkan harapan untuk pemangkasan suku bunga lagi oleh Federal Reserve. Indeks Hang Seng naik 0,69 persen, atau 184,21 poin, menjadi 26.848,49. Indeks...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.