Militer AS Klaim Kerjasama Semakin Erat dengan Turki di Suriah
Friday, 20 September 2019 16:57 WIB | GLOBAL |Global

Pejabat militer senior Amerika mengatakan, kemajuan mengesankan terjadi dalam kerjasama dengan sekutu NATO-nya, Turki di Suriah timur laut. Tetapi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Turki akan mengambil tindakan unilateral terhadap sekutu Washington yang penting di Suriah kalau tuntutan keamanan Turki tidak dipenuhi pada akhir bulan ini.

œSaya terkesan dengan apa yang dicapai oleh Pusat Operasi Gabungan atau CJOC dalam kurun waktu sedemikian pendeknya, kata Brigadir Jenderal Christian Wortman ketika memberi briefing kepada jurnalis. œSaya ingin mengucapkan selamat kepada sekutu Turki kami atas tingkat profesionalisme mereka yang tinggi, tambahnya.

CJOC berbasis di provinsi Sanliurfa, Turki, berbatasan dengan Suriah. Pusat komando itu dibentuk berdasarkan sebuah persetujuan pada Agustus antara jenderal-jenderal Amerika dan Turki guna menciptakan apa yang oleh Washington disebut sebagai œmekanisme keamanan, dan apa yang oleh Ankara disebut sebagai œzona aman di Suriah timur laut.

Ankara mengklaim, zona itu perlu guna melindungi perbatasannya dari milisi Kurdi Suriah atau YPG, yang oleh Turki dianggap sebagai teroris dan terkait dengan pembrontakan di dalam negeri Turki. YPG juga merupakan sekutu utama dalam perang yang dipimpin Washington untuk melawan ISIS.

Pada Rabu Erdogan sekali lagi mengecam absennya kemajuan, dan menegaskan kembali ultimatumnya kepada Washington.

Analis mengatakan, Amerika dan Turki masih belum mencapai kesepakatan seputar rincian dari pengaturan keamanan itu. Erdogan ingin membentuk sebuah zona yang dikendalikan Turki sejauh 40 kilometer ke dalam wilayah Suriah timur laut. Laporan menunjukkan Washington hanya menyepakati sebuah kawasan kendali yang lebih kecil.

Source : VOA News

RELATED NEWS

AS Peringati 'Memorial Day', Korban Covid-19 Dekati 100 Ribu
Monday, 25 May 2020 18:51 WIB

Senin ini (25/5) adalah "Memorial Day" (Hari Pahlawan) di AS, hari untuk menghormati ratusan ribu tentara AS yang mengorbankan jiwa bagi negara. Bendera dikibarkan setengah tiang di berbagai penjuru negeri pada hari Senin untuk memperingati para tentara itu. Atas perintah presiden Donald Trump, ben...

Menlu China Memperingatkan Pihak Asing yang Memberi Gangguan Pada Hong Kong
Monday, 25 May 2020 14:02 WIB

Menteri Luar Negeri China Wang Yi memperingatkan Barat dan para pemain lainnya bahwa "tidak ada campur tangan eksternal akan ditoleransi" karena Beijing mempertimbangkan undang-undang keamanan baru di dalam semi-otonom Hong Kong. "Campur tangan asing yang melanggar hukum berlebihan dalam urusan Hon...

Keluarga mantan tangan kanan pangeran Saudi yang melarikan diri ke Kanada kini 'menjadi target'
Monday, 25 May 2020 12:03 WIB

Seorang pejabat senior keamanan Saudi yang selama bertahun-tahun merupakan perantara utama MI6 Inggris dan agen mata-mata Barat lainnya di Arab Saudi, kini dipersekusi bersama keluarganya, ujar mantan pejabat intelijen negara Barat. Dr Saad al-Jabri, yang membantu menggagalkan rencana bom al-Qaeda ...

Jepang Cabut Situasi Darurat di 3 Prefektur
Friday, 22 May 2020 23:54 WIB

Jepang berencana mencabut situasi darurat untuk tiga prefektur lagi sementara jumlah kasus baru virus corona telah berkurang. Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura, Kamis (21/5) di Tokyo mengatakan sekelompok pakar telah menyetujui rencana untuk mencabut situasi darurat yang diberlakukan untuk prefek...

AS keberatan dengan Usulan Hukum China untuk Membatasi Oposisi Hong Kong
Friday, 22 May 2020 17:48 WIB

Amerika Serikat memperingatkan Cina pada hari Kamis terhadap setiap langkah untuk melemahkan otonomi Hong Kong menyusul laporan bahwa parlemen China akan mengusulkan undang-undang keamanan nasional untuk wilayah tersebut dalam menanggapi protes pro-demokrasi yang sering berubah menjadi kekerasan. "...

ANOTHER NEWS
AS Peringati 'Memorial Day', Korban Covid-19 Dekati 100 Ribu
Monday, 25 May 2020 18:51 WIB Senin ini (25/5) adalah "Memorial Day" (Hari Pahlawan) di AS, hari untuk menghormati ratusan ribu tentara AS yang mengorbankan jiwa bagi negara. Bendera dikibarkan setengah tiang di berbagai penjuru negeri pada hari Senin untuk memperingati para...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.