Pemerintahan Trump akan Tindak San Francisco Terkait Tunawisma
Thursday, 19 September 2019 23:38 WIB | GLOBAL |Global

Presiden AS Donald Trump mengatakan, pemerintahnya akan menyatakan kota San Francisco melanggar peraturan lingkungan terkait populasi tunawismanya.

Berbicara ke wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, Rabu malam (19/9), Trump mengatakan, sampah-sampah pada sistem pembuangan kota itu mengakibatkan polusi besar-besaran yang mengalir ke laut.

"Situasinya sangat buruk di Los Angeles dan San Francisco," katanya. œKami akan menyatakan San Francisco melakukan pelanggaran total, dan kami akan menyampaikan pemberitahuan ini segera.

Trump mengatakan, tindakannya itu akan dilakukan melalui Badan Perlindungan Lingkungan AS (BPA) dan akan dilaksanakan dalam waktu sepekan.

Trump mempersoalkan isu tunawisma di kota-kota California, dan menyebut kota-kota seperti San Francisco dan Los Angeles merusak diri mereka sendiri.

Senator Dianne Feinstein,yang mewakili California, mengatakan, Trump benar dalam hal tunawisma sebagai masalah negara bagian itu, namun keliru dalam menjelaskan situasinya. Ia juga mengatakan, tindakan yang digagaskan Trump hanya akan memperburuk situasi.

"Pada kenyataaannya kota-kota di California dan pemerintah negara bagian mencurahkan miliaran dolar dan usaha besar-besaran untuk mengatasi masalah ini. Pemerintah federal dapat membantu usaha itu, kata Feinstein melalui sebuah pernyataan.

Feinstein menyerukan agar Trump mendukung legislasi yang akan mengabungkan dana yang dialokasikan untuk perumahan dengan layanan kesehatan dan pekerjaan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Tokyo Siap Izinkan Lebih Banyak Bisnis Beroperasi Kembali
Monday, 1 June 2020 08:31 WIB

Para pejabat Tokyo Jumat (29/5) mengumumkan bahwa mulai Senin (1/6), mereka akan mengizinkan bisnis-bisnis lain, termasuk teater, bioskop, pusat kebugaran dan bisnis ritel untuk buka kembali setelah status darurat karena wabah virus corona berakhir pekan ini. Sebelumnya pekan ini, PM Shinzo Abe men...

DPR AS Bahas Kekhawatiran atas Pelanggaran Privasi "TikTok"
Friday, 29 May 2020 23:46 WIB

Empat belas anggota Partai Demokrat dari Komisi Energi dan Perdagangan di DPR AS meminta agar regulator Komisi Perdagangan Federal (FTC) menyelidiki aplikasi video populer TikTok terkait pelanggaran privasi anak-anak. Komisi Energi dan Perdagangan mengawasi unit privasi FTC. Gugatan komisi yang dia...

Pengunjuk rasa di Kosovo Menentang Calon Presiden untuk Perdana Menteri
Friday, 29 May 2020 17:54 WIB

Para pemrotes yang mendukung Gerakan Penentuan Nasib Sendiri yang berkuasa di Kosovo, atau Vetevendosje !, turun ke jalan Pristina, ibukota, Kamis untuk menentang calon Presiden Hashim Thaci untuk menjadi perdana menteri baru negara itu setelah Mahkamah Konstitusi mengukuhkan keputusannya untuk penc...

Trump dan Macron Sepakat Gelar Pertemuan Tatap Muka G7 di Gedung Putih
Friday, 29 May 2020 10:38 WIB

Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron sepakat bahwa pertemuan Kelompok G7 harus diadakan secara langsung dan dalam waktu dekat. Kedua pemimpin negara itu sepakat setelah berdiskusi melalui panggilan telepon pada Kamis (28/5). Trump pada...

Garda Pantai AS Sita Sejumlah Besar Kokain di Dekat Puerto Rico
Thursday, 28 May 2020 23:09 WIB

Garda Pantai AS menyatakan para awak dari dua kapalnya menemukan 1.100 pound atau hampir 500 kg kokain di wilayah di lepas pantai Puerto Rico. Pihak berwenang, Rabu (27/5) mengumumkan, seorang awak helikopter pertama kali melihat bal-bal kokain masing-masing seberat 100 pound di dekat ladang puing-...

ANOTHER NEWS
Dolar Australia Menguat Karena Investor Fokus Pada Pemulihan Dari Pandemi
Monday, 1 June 2020 14:01 WIB Mata uang berisiko naik terhadap dolar pada hari Senin karena investor melihat tanda-tanda positif dari pemulihan ekonomi pasca-coronavirus China dan bertaruh pada pelonggaran dalam ketegangan Sino-AS. Dolar Australia yang sensitif terhadap...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.