2 Senator AS Peringatkan Trump Terkait Kesepakatan Nuklir dengan Saudi
Thursday, 19 September 2019 16:41 WIB | GLOBAL |Global

Dua senator AS memperingatkan pemerintahan Trump mengenai kesepakatan kerja sama nuklir dengan Arab Saudi, khawatir akan memicu perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah yang bergejolak.

"Berbagi teknologi nuklir dengan Arab Saudi, terutama tanpa pengamanan yang memadai, akan memberi Riyadh alat yang dibutuhkan untuk mengubah visi senjata nuklir putra mahkota menjadi kenyataan," kata senator Demokrat Ed Markey dan Jeff Merkley dalam surat kepada Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Energi Rick Perry.

Kedua senator itu adalah anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat. Mereka mengatakan membuat kesepakatan seperti itu dengan Arab Saudi akan "gagal mempromosikan kekuatan atau pengaruh AS."

"Jika pemerintahan Trump menutup mata terhadap perilaku kerajaan di dalam dan luar negeri sementara membuat kesepakatan yang bisa mempercepat potensi perolehan senjata nuklirnya, Kongres akan menolak perjanjian semacam itu," tulis para senator itu.

Mereka menambahkan bahwa "pengabaian terhadap hak asasi manusia dan standar kemanusiaan " oleh Arab Saudi tidak seharusnya dihargai.

Departemen Luar Negeri dan Departemen Energi belum menanggapi surat itu secara terbuka. Arab Saudi menolak keras persyaratan non proliferasi yang ketat, termasuk pengawasan PBB yang akan diberlakukan dengan kerja sama nuklir bersama Amerika.

Pengawasan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa Arab Saudi tidak memperkaya uranium dan memproses ulang bahan bakar nuklir bekas yang bisa memungkinkan mereka membuat bom.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan negaranya akan mengupayakan senjata nuklir jika Iran mengembangkan bom.

Sumber : VOA News

RELATED NEWS

Tokyo Siap Izinkan Lebih Banyak Bisnis Beroperasi Kembali
Monday, 1 June 2020 08:31 WIB

Para pejabat Tokyo Jumat (29/5) mengumumkan bahwa mulai Senin (1/6), mereka akan mengizinkan bisnis-bisnis lain, termasuk teater, bioskop, pusat kebugaran dan bisnis ritel untuk buka kembali setelah status darurat karena wabah virus corona berakhir pekan ini. Sebelumnya pekan ini, PM Shinzo Abe men...

DPR AS Bahas Kekhawatiran atas Pelanggaran Privasi "TikTok"
Friday, 29 May 2020 23:46 WIB

Empat belas anggota Partai Demokrat dari Komisi Energi dan Perdagangan di DPR AS meminta agar regulator Komisi Perdagangan Federal (FTC) menyelidiki aplikasi video populer TikTok terkait pelanggaran privasi anak-anak. Komisi Energi dan Perdagangan mengawasi unit privasi FTC. Gugatan komisi yang dia...

Pengunjuk rasa di Kosovo Menentang Calon Presiden untuk Perdana Menteri
Friday, 29 May 2020 17:54 WIB

Para pemrotes yang mendukung Gerakan Penentuan Nasib Sendiri yang berkuasa di Kosovo, atau Vetevendosje !, turun ke jalan Pristina, ibukota, Kamis untuk menentang calon Presiden Hashim Thaci untuk menjadi perdana menteri baru negara itu setelah Mahkamah Konstitusi mengukuhkan keputusannya untuk penc...

Trump dan Macron Sepakat Gelar Pertemuan Tatap Muka G7 di Gedung Putih
Friday, 29 May 2020 10:38 WIB

Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron sepakat bahwa pertemuan Kelompok G7 harus diadakan secara langsung dan dalam waktu dekat. Kedua pemimpin negara itu sepakat setelah berdiskusi melalui panggilan telepon pada Kamis (28/5). Trump pada...

Garda Pantai AS Sita Sejumlah Besar Kokain di Dekat Puerto Rico
Thursday, 28 May 2020 23:09 WIB

Garda Pantai AS menyatakan para awak dari dua kapalnya menemukan 1.100 pound atau hampir 500 kg kokain di wilayah di lepas pantai Puerto Rico. Pihak berwenang, Rabu (27/5) mengumumkan, seorang awak helikopter pertama kali melihat bal-bal kokain masing-masing seberat 100 pound di dekat ladang puing-...

ANOTHER NEWS
Dolar Australia Menguat Karena Investor Fokus Pada Pemulihan Dari Pandemi
Monday, 1 June 2020 14:01 WIB Mata uang berisiko naik terhadap dolar pada hari Senin karena investor melihat tanda-tanda positif dari pemulihan ekonomi pasca-coronavirus China dan bertaruh pada pelonggaran dalam ketegangan Sino-AS. Dolar Australia yang sensitif terhadap...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.