Anggota Kongres AS Janji Dukung Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong
Thursday, 19 September 2019 10:30 WIB | GLOBAL |Global

Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) minggu depan akan mengambil tindakan untuk mulai meloloskan RUU untuk memberantas pelanggaran HAM di Hong Kong, sebuah tindakan guna memberi dukungan jangka panjang kepada para aktivis demokrasi di sana.

Jika disahkan, RUU itu akan memungkinkan Presiden Donald Trump menggunakan Undang-Undang Magnitsky untuk memberikan sanksi kepada Hong Kong dan otoritas China atas pelanggaran HAM sambil memastikan visa demonstran tidak ditolak masuk ke Amerika dan bahwa Hong Kong mematuhi sanksi dan undang-undang AS.

Seorang pejabat pemerintahan Trump, Rabu (18/9), mengatakan kepada panel Senat bahwa AS telah berhasil mendukung upaya aktivis pro-demokrasi.

"Saya akan memuji, pemerintah AS, karena telah menerapkan tekanan selayaknya dan mendorong Beijing melakukan hal yang benar di Hong Kong," kata David Stilwell, asisten menteri luar negeri untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, dalam kesaksian di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat.

Setelah demonstrasi selama berbulan-bulan para aktivis di Hong Kong berhasil memaksa penarikan RUU ekstradisi yang secara luas dianggap sebagai serangan oleh pemerintah China daratan. Ratusan ribu demonstran turun ke jalan pada Juni untuk memprotes RUU itu, karena khawatir akan mengancam otonomi kota dan membahayakan para pembangkang.

Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menarik RUU itu pada bulan September tetapi belum menanggapi desakan aktivis untuk tuntutan lainnya, termasuk amnesti bagi para demonstran yang ditangkap dan penyelidikan atas kebrutalan polisi.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Demonstran Pro-Demokrasi Serukan Sanksi Perdagangan atas Hong Kong
Wednesday, 16 October 2019 18:01 WIB

Pendukung gerakan pro-demokrasi di Hong Kong mendesak Kongres Amerika untuk meloloskan RUU hak azasi yang bisa memicu dilancarkannya sanksi-sanksi perdagangan atas pusat keuangan internasional di Hong Kong. Tapi para pengecam mengatakan, tindakan itu akan mengakibatkan lebih banyak kerugian dari pad...

Erdogan Tetap Bertentangan dalam Menghadapi Sanksi AS
Wednesday, 16 October 2019 10:56 WIB

Sanksi AS terhadap Turki atas serangan militernya terhadap Suriah diberhentikan oleh kepemimpinan politik di Ankara, ketika pasar keuangan mengabaikan langkah-langkah tersebut. Sanksi diumumkan terhadap pejabat Turki pada hari Senin karena negosiasi kesepakatan perdagangan 100 miliar dolar berakhir...

Presiden Rusia Ingin Tingkatkan Hubungan dengan UAE
Tuesday, 15 October 2019 23:42 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA) hari Selasa (15/10), sebagian bagian dari lawatannya ke Timur Tengah. Adapun tujuan lawatan tersebut adalah untuk memperkuat hubungan antara Moskow dan sekutu lama AS ini, di tengah-tengah ketegangan di Teluk Persia. Putra mahkota Abu ...

Korea Utara Minta Banyak Konsesi dari AS sebelum Lanjutkan Perundingan
Tuesday, 15 October 2019 18:32 WIB

Korea Utara menuntut supaya Amerika melakukan semuanya sebelum Korea Utara mau memberikan konsesi apapun, kata Duta Besar AS untuk Korea Selatan Harry Harris dalam wawancara yang diterbitkan hari Senin (14/11). Komentar Harris yang dimuat dalam harian Korea Selatan Dong Il-bo adalah reaksi pe...

Rusia Memperketat Kebebasan pada pengguna Internet
Tuesday, 15 October 2019 10:57 WIB

Rancangan undang-undang baru yang akan diajukan bulan depan kepada Majelis Rendah Rusia akan memperketat peraturan tentang penggunaan internet, komputer, dan tablet serta peralatan lain untuk mengakses jaringan internet itu. Rancangan UU itu juga mencakup identifikasi semua pengguna email dan dihar...

ANOTHER NEWS
Saham AS Bervariasi saat Tengah Hari seiring Ketegangan yang Berlarut Di Hongkong
Wednesday, 16 October 2019 23:52 WIB Saham AS sedikit berubah pada pertengahan hari Rabu ini, karena ketegangan antara AS dan China atas protes Hong Kong membebani upaya untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan, dan setelah laporan penjualan ritel yang lemah mengimbangi laporan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.