Korsel Cabut Jepang dari Daftar Negara Penerima Layanan Cepat Perdagangan
Wednesday, 18 September 2019 23:25 WIB | GLOBAL |

Korea Selatan merealisasikan janjinya untuk mencabut Jepang dari daftar negara pilihan yang mendapatkan layanan perdagangan jalur cepat “ sebuah langkah yang mempertegas pertikaian diplomatik yang meningkat terkait pendudukan Jepang pada abad ke-20 di Semenanjung Korea.

Pencabutan Tokyo dari daftar negara-negara yang mendapat pembatasan minimal perdagangan ini akan mengharuskan perusahaan-perusahaan Korea Selatan menunggu selama 15 hari untuk mendapat persetujuan mengekspor barang atau benda sensitif ke Jepang. Berkat status jalur cepat, proses itu biasanya hanya memerlukan waktu lima hari.

Keputusan hari Rabu (18/9) itu diumumkan beberapa pekan setelah Tokyo mencabut Korea Selatan dari daftar mitra-mitra dagang yang bisa dipercaya. Keputusan itu membatasi ekspor materi-materi ke Korea Selatan yang digunakan untuk memproduksi semikonduktor, layar ponsel pintar, dan barang-barang elektronik lain yang menjadi tulang punggung ekonomi Korea Selatan yang sangat bergantung pada ekspor.

Seoul telah mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atas langkah yang diambil Jepang untuk memperketat pengawasan ekspor atas materi-materi itu.

Keputusan Tokyo terhadap Seoul itu dipandang banyak pengamat sebagai aksi pembalasan terhadap keputusan pengadilan di Korea Selatan yang memerintahkan perusahaan-perusahaan Jepang untuk memberikan kompensasi kepada warga Korea yang menjalani kerja paksa di pabrik-pabrik Jepang pada masa lalu.

Perusahaan-perusahaan Jepang tidak mematuhi perintah pengadilan itu sehingga mendorong sejumlah korban mengajukan gugatan hukum untuk menyita atau melikuidasi aset-aset perusahaan-perusahaan tersebut di Korea.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Tokyo Siap Izinkan Lebih Banyak Bisnis Beroperasi Kembali
Monday, 1 June 2020 08:31 WIB

Para pejabat Tokyo Jumat (29/5) mengumumkan bahwa mulai Senin (1/6), mereka akan mengizinkan bisnis-bisnis lain, termasuk teater, bioskop, pusat kebugaran dan bisnis ritel untuk buka kembali setelah status darurat karena wabah virus corona berakhir pekan ini. Sebelumnya pekan ini, PM Shinzo Abe men...

DPR AS Bahas Kekhawatiran atas Pelanggaran Privasi "TikTok"
Friday, 29 May 2020 23:46 WIB

Empat belas anggota Partai Demokrat dari Komisi Energi dan Perdagangan di DPR AS meminta agar regulator Komisi Perdagangan Federal (FTC) menyelidiki aplikasi video populer TikTok terkait pelanggaran privasi anak-anak. Komisi Energi dan Perdagangan mengawasi unit privasi FTC. Gugatan komisi yang dia...

Pengunjuk rasa di Kosovo Menentang Calon Presiden untuk Perdana Menteri
Friday, 29 May 2020 17:54 WIB

Para pemrotes yang mendukung Gerakan Penentuan Nasib Sendiri yang berkuasa di Kosovo, atau Vetevendosje !, turun ke jalan Pristina, ibukota, Kamis untuk menentang calon Presiden Hashim Thaci untuk menjadi perdana menteri baru negara itu setelah Mahkamah Konstitusi mengukuhkan keputusannya untuk penc...

Trump dan Macron Sepakat Gelar Pertemuan Tatap Muka G7 di Gedung Putih
Friday, 29 May 2020 10:38 WIB

Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron sepakat bahwa pertemuan Kelompok G7 harus diadakan secara langsung dan dalam waktu dekat. Kedua pemimpin negara itu sepakat setelah berdiskusi melalui panggilan telepon pada Kamis (28/5). Trump pada...

Garda Pantai AS Sita Sejumlah Besar Kokain di Dekat Puerto Rico
Thursday, 28 May 2020 23:09 WIB

Garda Pantai AS menyatakan para awak dari dua kapalnya menemukan 1.100 pound atau hampir 500 kg kokain di wilayah di lepas pantai Puerto Rico. Pihak berwenang, Rabu (27/5) mengumumkan, seorang awak helikopter pertama kali melihat bal-bal kokain masing-masing seberat 100 pound di dekat ladang puing-...

ANOTHER NEWS
Dolar Australia Menguat Karena Investor Fokus Pada Pemulihan Dari Pandemi
Monday, 1 June 2020 14:01 WIB Mata uang berisiko naik terhadap dolar pada hari Senin karena investor melihat tanda-tanda positif dari pemulihan ekonomi pasca-coronavirus China dan bertaruh pada pelonggaran dalam ketegangan Sino-AS. Dolar Australia yang sensitif terhadap...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.