Polisi Italia Tangkap Tiga Orang yang Dituduh Siksa Migran di Libya
Tuesday, 17 September 2019 16:40 WIB | GLOBAL |Global

Polisi Italia, Pada Senin (16/9) menangkap tiga laki-laki yang dituduh menyiksa dan memeras uang dari para migran di sebuah pusat penahanan Libya.

Jaksa penuntut di Sisilia memerintahkan penangkapan dua warga Mesir dan satu warga Guinea, setelah beberapa orang mengenali mereka sebagai penyiksa mereka.

Ketiganya diduga mengelola kamp migran di bekas pangkalan militer di Zawiya, Libya.

"Saya dipukuli beberapa kali. Saya mengalami penyiksaan yang membekas di tubuh saya," kata seorang migran kepada jaksa penuntut.

Yang lainnya mengatakan sejumlah perempuan diperkosa dan migran yang tidak bisa membayar tebusan dibunuh atau dijual pada pedagang manusia.

Milisi bersenjata bertanggung jawab terhadap banyak kamp migran di Libya, yang menahan orang-orang yang tiba di negara itu dan ingin pergi ke Eropa termasuk yang ditangkap penjaga pantai Libya di Laut Tengah.

Kelompok-kelompok HAM menuntut pemerintah Libya menutup pusat-pusat migran, menyebutnya sebagai tempat-tempat kekerasan dan kemelaratan.

"Investigasi ini mengukuhkan kondisi kehidupan yang tidak manusiawi di tempat yang dikatakan Libya. Dan perlunya tindakan termasuk di tingkat internasional," kata Luigi Patronaggio, kepala jaksa penuntut di kota Agrigento di Sisilia.

Sumber : VOA News

RELATED NEWS

Kaum Minoritas di Pakistan Menunggu Vonis Ulama Radikal
Friday, 6 December 2019 17:05 WIB

Kaum minoritas di Pakistan dengan cemas menunggu putusan pengadilan terakhir terhadap ulama garis keras yang didakwa bulan lalu atas tuduhan penghasutan dan terorisme. Ulama itu dituduh mendorong unjuk rasa nasional di Pakistan. Pengadilan Antiterorisme (ATC) di Provinsi Punjab, Pakistan, secara re...

AS Pertimbangkan Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah
Friday, 6 December 2019 11:09 WIB

Koran Wall Street Journal melaporkan, Rabu (4/12), bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk mengirim tambahan 14 ribu tentara lagi ke Timur Tengah dalam menghadapi ancaman Iran. Rencana pengerahan pasukan itu mencakup "puluhan" kapal lebih banyak dan dua kali lipat jumlah pasukan ya...

Ketegangan Turki-Yunani Meningkat Terkait Ambisi Ankara di Laut Tengah
Thursday, 5 December 2019 23:55 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis bertemu pada Rabu (4/12). Pertemuan itu adalah upaya untuk meredakan ketegangan atas perairan wilayah yang disengketakan di Laut Tengah bagian timur. Pertemuan yang digelar di sela-sela KTT NATO di London itu terjadi...

Perancis Bersiap Hadapi Pemogokan Massal
Thursday, 5 December 2019 16:56 WIB

Perancis sedang bersiap menghadapi pemogokan nasional yang rencananya digelar Kamis (5/12) pagi waktu setempat. Mogok massal itu diperkirakan dapat melumpuhkan kegiatan di negara itu. Serikat buruh Perancis telah menyerukan pemogokan atas rencana Presiden Emmanuel Macron untuk merombak sistem pensi...

Trump Tuduh PM Kanada Justin Trudeau 'Bermuka Dua'
Thursday, 5 December 2019 11:32 WIB

Presiden Amerika Donald Trump menuduh perdana menteri Kanada Justin Trudeau œbermuka dua setelah Trudeau dan beberapa pemimpin NATO lainnya tampak sedang 'membual' tentang dirinya. Sebuah rekaman video yang dibuat ketika berlangsung resepsi di istana Buckingham menunjukkan Trudeau sedang berca...

ANOTHER NEWS
Saham AS dibuka lebih tinggi pasca laporan data pekerjaan
Friday, 6 December 2019 21:43 WIB Saham AS naik tajam pada pembukaan Jumat pasca laporan ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan pada November. Saham Dow Jones Industrial Average melonjak 200 poin, 0,7%, dibuka pada level 27.878, sementara Indeks S&P 500 naik sekitar 16...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.