Serangan pada Fasilitas Minyak Saudi Hancurkan Setengah Pasokan Kerajaan
Monday, 16 September 2019 23:23 WIB | GLOBAL |Global

Kelompok Houthi yang berpusat di Iran mengatakan, pihaknya menyerang dua instalasi minyak di jantung industri minyak Arab Saudi pada Sabtu, menghancurkan lebih dari setengah produksi kerajaan, dalam satu langkah yang diharapkan akan membuat harga minyak melonjak dan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Serangan itu akan memangkas produksi kerajaan sebesar 5,7 juta barel per hari (bpd), menurut pernyataan dari perusahaan minyak milik pemerintah Saudi Aramco, atau lebih dari 5% dari pasokan minyak global.

Serangan-serangan sebelum fajar mengikuti serangan-serangan lintas perbatasan sebelumnya terhadap instalasi-instalasi minyak Saudi dan pada tanker-tanker minyak di perairan Teluk Persia, tetapi ini merupakan yang paling berani, sementara melumpuhkan banyak kapasitas produksi negara. Arab Saudi adalah eksportir terbesar di dunia, mengirimkan lebih dari 7 juta barel minyak ke tujuan global setiap hari, dan selama bertahun-tahun telah berfungsi sebagai pemasok pilihan terakhir ke pasar.

Sementara Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, Sekretaris Negara AS Mike Pompeo menyalahkan Iran, menulis di Twitter bahwa "tidak ada bukti serangan datang dari Yaman."

"Di tengah semua seruan untuk de-eskalasi, Iran kini telah meluncurkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pasokan energi dunia," kata Pompeo.(mrv)

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Demonstran Pro-Demokrasi Serukan Sanksi Perdagangan atas Hong Kong
Wednesday, 16 October 2019 18:01 WIB

Pendukung gerakan pro-demokrasi di Hong Kong mendesak Kongres Amerika untuk meloloskan RUU hak azasi yang bisa memicu dilancarkannya sanksi-sanksi perdagangan atas pusat keuangan internasional di Hong Kong. Tapi para pengecam mengatakan, tindakan itu akan mengakibatkan lebih banyak kerugian dari pad...

Erdogan Tetap Bertentangan dalam Menghadapi Sanksi AS
Wednesday, 16 October 2019 10:56 WIB

Sanksi AS terhadap Turki atas serangan militernya terhadap Suriah diberhentikan oleh kepemimpinan politik di Ankara, ketika pasar keuangan mengabaikan langkah-langkah tersebut. Sanksi diumumkan terhadap pejabat Turki pada hari Senin karena negosiasi kesepakatan perdagangan 100 miliar dolar berakhir...

Presiden Rusia Ingin Tingkatkan Hubungan dengan UAE
Tuesday, 15 October 2019 23:42 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA) hari Selasa (15/10), sebagian bagian dari lawatannya ke Timur Tengah. Adapun tujuan lawatan tersebut adalah untuk memperkuat hubungan antara Moskow dan sekutu lama AS ini, di tengah-tengah ketegangan di Teluk Persia. Putra mahkota Abu ...

Korea Utara Minta Banyak Konsesi dari AS sebelum Lanjutkan Perundingan
Tuesday, 15 October 2019 18:32 WIB

Korea Utara menuntut supaya Amerika melakukan semuanya sebelum Korea Utara mau memberikan konsesi apapun, kata Duta Besar AS untuk Korea Selatan Harry Harris dalam wawancara yang diterbitkan hari Senin (14/11). Komentar Harris yang dimuat dalam harian Korea Selatan Dong Il-bo adalah reaksi pe...

Rusia Memperketat Kebebasan pada pengguna Internet
Tuesday, 15 October 2019 10:57 WIB

Rancangan undang-undang baru yang akan diajukan bulan depan kepada Majelis Rendah Rusia akan memperketat peraturan tentang penggunaan internet, komputer, dan tablet serta peralatan lain untuk mengakses jaringan internet itu. Rancangan UU itu juga mencakup identifikasi semua pengguna email dan dihar...

ANOTHER NEWS
Saham AS Bervariasi saat Tengah Hari seiring Ketegangan yang Berlarut Di Hongkong
Wednesday, 16 October 2019 23:52 WIB Saham AS sedikit berubah pada pertengahan hari Rabu ini, karena ketegangan antara AS dan China atas protes Hong Kong membebani upaya untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan, dan setelah laporan penjualan ritel yang lemah mengimbangi laporan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.