China akan Hapus Tarif Terhadap Kedelai dan Produk Pertanian AS Lainnya
Saturday, 14 September 2019 02:18 WIB | GLOBAL |Global

China menyatakan akan mencabut tarif terhadap kedelai, daging babi dan beberapa produk pertanian Amerika lainnya. Ini merupakan isyarat lain meredanya ketegangan antara kedua negara, menjelang pembicaraan perdagangan yang dijadwalkan untuk bulan depan.

Pengumuman yang dilansir kantor berita China Xinhua, Jumat (13/9) itu merupakan yang terbaru dari serangkaian sikap berdamai belakangan ini, yang ditunjukkan kedua ekonomi terbesar dunia itu untuk mengendalikan perang dagang mereka yang masih terus berlangsung.

Hari Kamis (12/9), juru bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng mengatakan China sedang mempertimbangkan pembelian produk-produk pertanian Amerika seperti daging babi dan kedelai.

Gao juga menyatakan harapan kedua pihak akan terus menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi pembicaraan perdagangan mendatang di Washington.

China sebelumnya memberlakukan tarif 25 persen terhadap produk-produk pertanian Amerika dan memerintahkan para importirnya agar berhenti membeli kedelai, produk ekspor terbesar Amerika ke China. Beijing, Jumat (13/9) tidak menunjukkan indikasi apakah pembelian kedelai itu akan dimulai kembali.

Tarif yang diberlakukan Beijing itu merupakan tanggapan atas kenaikan tarif yang diberlakukan Presiden Amerika Donald Trump terhadap produk-produk China.

Namun pada Rabu lalu, Trump mengumumkan ia menangguhkan tarif terhadap produk-produk China senilai 250 miliar dolar dari 1 Oktober menjadi 15 Oktober.

Melalui Twitter ia mengatakan bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu He telah meminta penangguhan itu karena perayaan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China pada 1 Oktober.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Tokyo Siap Izinkan Lebih Banyak Bisnis Beroperasi Kembali
Monday, 1 June 2020 08:31 WIB

Para pejabat Tokyo Jumat (29/5) mengumumkan bahwa mulai Senin (1/6), mereka akan mengizinkan bisnis-bisnis lain, termasuk teater, bioskop, pusat kebugaran dan bisnis ritel untuk buka kembali setelah status darurat karena wabah virus corona berakhir pekan ini. Sebelumnya pekan ini, PM Shinzo Abe men...

DPR AS Bahas Kekhawatiran atas Pelanggaran Privasi "TikTok"
Friday, 29 May 2020 23:46 WIB

Empat belas anggota Partai Demokrat dari Komisi Energi dan Perdagangan di DPR AS meminta agar regulator Komisi Perdagangan Federal (FTC) menyelidiki aplikasi video populer TikTok terkait pelanggaran privasi anak-anak. Komisi Energi dan Perdagangan mengawasi unit privasi FTC. Gugatan komisi yang dia...

Pengunjuk rasa di Kosovo Menentang Calon Presiden untuk Perdana Menteri
Friday, 29 May 2020 17:54 WIB

Para pemrotes yang mendukung Gerakan Penentuan Nasib Sendiri yang berkuasa di Kosovo, atau Vetevendosje !, turun ke jalan Pristina, ibukota, Kamis untuk menentang calon Presiden Hashim Thaci untuk menjadi perdana menteri baru negara itu setelah Mahkamah Konstitusi mengukuhkan keputusannya untuk penc...

Trump dan Macron Sepakat Gelar Pertemuan Tatap Muka G7 di Gedung Putih
Friday, 29 May 2020 10:38 WIB

Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron sepakat bahwa pertemuan Kelompok G7 harus diadakan secara langsung dan dalam waktu dekat. Kedua pemimpin negara itu sepakat setelah berdiskusi melalui panggilan telepon pada Kamis (28/5). Trump pada...

Garda Pantai AS Sita Sejumlah Besar Kokain di Dekat Puerto Rico
Thursday, 28 May 2020 23:09 WIB

Garda Pantai AS menyatakan para awak dari dua kapalnya menemukan 1.100 pound atau hampir 500 kg kokain di wilayah di lepas pantai Puerto Rico. Pihak berwenang, Rabu (27/5) mengumumkan, seorang awak helikopter pertama kali melihat bal-bal kokain masing-masing seberat 100 pound di dekat ladang puing-...

ANOTHER NEWS
Pasar Saham Berjangka AS Rebound Saat Terjadi Kerusuhan Di Kota Ditengah Pandemi
Monday, 1 June 2020 16:05 WIB Indeks saham berjangka AS rebound dalam perdagangan tipis Senin pagi, di tengah protes keras yang bergema di seluruh negara. Bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa datang ketika AS, dan sebagian besar dunia, berada dalam pergolakan pandemi...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.