PM Inggris Bantah Bohongi Ratu Elizabeth untuk Minta Penangguhan Parlemen
Friday, 13 September 2019 18:10 WIB | GLOBAL |Global

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson hari Kamis (12/9) dengan tegas membantah telah membohongi Ratu Inggris saat memohon kepada Ratu Elizabeth untuk menangguhkan parlemen selama lima pekan menjelang tenggat waktu Brexit “ penangguhan kontroversial yang ditentang melalui pengadilan dan menyeret para hakim ke ranah politik.

Ketika ditanya apakah dia telah membohongi Ratu saat menyarankannya untuk menangguhkan Parlemen, dan apakah dia telah bersiasat tentang alasannya menginginkan penangguhan itu, dia menjawab, œTentu saja tidak.

Dia menjawab hal itu œtidak masuk akal untuk berasumsi bahwa penangguhan itu di luar ranah demokrasi.

Komentar ini keluar beberapa jam setelah 3 hakim pengadilan Skotlandia memutuskan bahwa saran yang diberikan pemerintah kepada Ratu, yang berujung pada 5 minggu penangguhan parlemen yang dimulai Senin (9/9), œtidak berlandaskan hukum karena hal tersebut pada dasarnya menyamarkan alasan pemerintah sebenarnya yang menginginkan pemberhentian parlemen.

Keputusan tersebut memunculkan dinamika baru dalam sistem perpolitikan Inggris yang telah kacau akibat adanya Brexit dan membuat panggung persidangan pada Selasa mendatang menjadi dramatis.

Kini saatnya tiba bagi Mahkamah Agung Inggris untuk membenarkan keputusan pengadilan Skotlandia itu “ atau menyetujui keputusan yang berlawanan dari pengadilan Inggris dan Irlandia Utara yang memutuskan penangguhan parlemen sudah sesuai hukum.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Tokyo Siap Izinkan Lebih Banyak Bisnis Beroperasi Kembali
Monday, 1 June 2020 08:31 WIB

Para pejabat Tokyo Jumat (29/5) mengumumkan bahwa mulai Senin (1/6), mereka akan mengizinkan bisnis-bisnis lain, termasuk teater, bioskop, pusat kebugaran dan bisnis ritel untuk buka kembali setelah status darurat karena wabah virus corona berakhir pekan ini. Sebelumnya pekan ini, PM Shinzo Abe men...

DPR AS Bahas Kekhawatiran atas Pelanggaran Privasi "TikTok"
Friday, 29 May 2020 23:46 WIB

Empat belas anggota Partai Demokrat dari Komisi Energi dan Perdagangan di DPR AS meminta agar regulator Komisi Perdagangan Federal (FTC) menyelidiki aplikasi video populer TikTok terkait pelanggaran privasi anak-anak. Komisi Energi dan Perdagangan mengawasi unit privasi FTC. Gugatan komisi yang dia...

Pengunjuk rasa di Kosovo Menentang Calon Presiden untuk Perdana Menteri
Friday, 29 May 2020 17:54 WIB

Para pemrotes yang mendukung Gerakan Penentuan Nasib Sendiri yang berkuasa di Kosovo, atau Vetevendosje !, turun ke jalan Pristina, ibukota, Kamis untuk menentang calon Presiden Hashim Thaci untuk menjadi perdana menteri baru negara itu setelah Mahkamah Konstitusi mengukuhkan keputusannya untuk penc...

Trump dan Macron Sepakat Gelar Pertemuan Tatap Muka G7 di Gedung Putih
Friday, 29 May 2020 10:38 WIB

Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron sepakat bahwa pertemuan Kelompok G7 harus diadakan secara langsung dan dalam waktu dekat. Kedua pemimpin negara itu sepakat setelah berdiskusi melalui panggilan telepon pada Kamis (28/5). Trump pada...

Garda Pantai AS Sita Sejumlah Besar Kokain di Dekat Puerto Rico
Thursday, 28 May 2020 23:09 WIB

Garda Pantai AS menyatakan para awak dari dua kapalnya menemukan 1.100 pound atau hampir 500 kg kokain di wilayah di lepas pantai Puerto Rico. Pihak berwenang, Rabu (27/5) mengumumkan, seorang awak helikopter pertama kali melihat bal-bal kokain masing-masing seberat 100 pound di dekat ladang puing-...

ANOTHER NEWS
Dolar Australia Menguat Karena Investor Fokus Pada Pemulihan Dari Pandemi
Monday, 1 June 2020 14:01 WIB Mata uang berisiko naik terhadap dolar pada hari Senin karena investor melihat tanda-tanda positif dari pemulihan ekonomi pasca-coronavirus China dan bertaruh pada pelonggaran dalam ketegangan Sino-AS. Dolar Australia yang sensitif terhadap...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.