China Bebaskan Sejumlah Produk AS dari Kenaikan Tarif
Thursday, 12 September 2019 02:27 WIB | GLOBAL |Global

China mengatakan, pihaknya akan membebaskan sejumlah produk AS dari putaran terbaru pemberlakuan tarif balasan yang dipicu oleh perang dagang yang meningkat antara dua ekonomi terbesar di dunia itu.

Menteri Keuangan China merilis daftar 16 produk yang tidak akan dikenai tarif tambahan, termasuk udang, pelumas industri, mesin pemberantas kanker, minyak pelumas dan sejumlah bahan kimia lain. Pengecualian itu mulai diterapkan 17 September dan akan berlaku selama satu tahun.

Washington dan Beijing terlihat dalam serangkaian perang tarif selama lebih dari setahun, yang dipicu oleh tuntutan awal Presiden AS Donald Trump agar China mengubah praktik-praktik perdagangan, subsidi dan kekayaan propertinya.

Putaran baru peningkatan tarif mulai berlaku 1 September, ketika Trump memberlakukan tarif 15 persen pada produk China senilai 112 miliar dolar, termasuk peralatan olahraga, pakaian olahraga, alat musik, dan mebel.

China kemudian membalasnya dengan menaikan tarif hingga 10 persen pada produk AS senilai 75 miliar dolar untuk produk AS yang diekspor ke China, termasuk, jagung, daging babi, marmer, dan ban sepeda.

Para perunding dari kedua negara akan bertemu bulan ini untuk mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk putaran baru pembicaraan tingkat tinggi yang akan diselenggarakan bulan depan di Washington. Putaran terakhir pembicaraan yang diselenggarakan Juli lalu berakhir tanpa kesepakatan berarti untuk mengakhiri kebuntuan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

New York Times Dedikasikan Halaman Depan untuk œKorban Covid-19 yang Tak Ternilai
Wednesday, 27 May 2020 00:26 WIB

Jumlah korban meninggal akibat virus corona di Amerika diperkirakan akan melampaui angka 100.000 orang dalam beberapa hari ke depan. Untuk menandai hal itu, halaman depan edisi cetak suratkabar New York Times hari Minggu (24/5) hanya akan diisi dengan nama korban yang meninggal akibat penyakit ini d...

Pemimpin Hong Kong Mengatakan Hukum Keamanan yang Kontroversial tidak Perlu dikhawatirkan
Tuesday, 26 May 2020 17:35 WIB

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan kebebasan dasar kota itu tidak akan dilanggar oleh undang-undang keamanan baru untuk kota semi-otonom yang diusulkan oleh Beijing. Usulan undang-undang itu, yang diresmikan pekan lalu selama sidang kongres nasional China, akan mencegah dan menghukum tindakan...

Sekolah, Kantor Dibuka, New South Wales Bersiap Hadapi Kekacauan
Tuesday, 26 May 2020 11:23 WIB

Negara bagian terpadat di Australia pada Senin (25/5) mengerahkan ratusan staf pengendali keramaian untuk menegakkan aturan pembatasan sosial di transportasi umum. Lonjakan penumpang diperkirakan akan terjadi sementara sekolah-sekolah dan perkantoran dibuka kembali dan jumlah kasus virus corona berk...

AS Peringati 'Memorial Day', Korban Covid-19 Dekati 100 Ribu
Monday, 25 May 2020 18:51 WIB

Senin ini (25/5) adalah "Memorial Day" (Hari Pahlawan) di AS, hari untuk menghormati ratusan ribu tentara AS yang mengorbankan jiwa bagi negara. Bendera dikibarkan setengah tiang di berbagai penjuru negeri pada hari Senin untuk memperingati para tentara itu. Atas perintah presiden Donald Trump, ben...

Menlu China Memperingatkan Pihak Asing yang Memberi Gangguan Pada Hong Kong
Monday, 25 May 2020 14:02 WIB

Menteri Luar Negeri China Wang Yi memperingatkan Barat dan para pemain lainnya bahwa "tidak ada campur tangan eksternal akan ditoleransi" karena Beijing mempertimbangkan undang-undang keamanan baru di dalam semi-otonom Hong Kong. "Campur tangan asing yang melanggar hukum berlebihan dalam urusan Hon...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong berakhir naik tajam (Review)
Wednesday, 27 May 2020 03:32 WIB Saham Hong Kong menguat pada Selasa karena kekhawatiran atas undang-undang keamanan Cina yang kontroversial yang diusulkan untuk kota itu dibayangi oleh harapan untuk ekonomi global karena pemerintah terus mengurangi pembatasan lockdown. Indeks...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.