Partai Republik Menang Pemilihan Khusus DPR AS yang Dipantau Ketat
Wednesday, 11 September 2019 18:00 WIB | GLOBAL |Global

Anggota Partai Republik Dan Bishop telah memenangkan kursi di DPR AS setelah menang tipis dalam pemilihan khusus yang diawasi ketat oleh partai-partai besar AS sebagai potensial sinyal menjelang pemilu tahun depan.

Bishop mengalahkan kandidat Partai Demokrat Dan McCready dengan selisih 51 persen melawan 49 persen.

Menandai pentingnya pemilihan tersebut Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence menuju North Carolina pada malam pemilihan untuk mengumpulkan dukungan bagi Bishop.

Trump merayakan kemenangan Selasa (10/9), bersama kemenangan Partai Republik dalam pemilihan khusus lainnya di North Carolina.

"MALAM BESAR BAGI PARTAI REPUBLIK," katanya. "SELAMAT UNTUK SEMUANYA!"

McCready adalah kandidat Demokrat pada pemilihan 2018 ketika ia melawan kandidat Partai Republik Mark Harris. Namun hasil pemungutan suara itu dibatalkan dan pemilihan khusus diperintahkan setelah pejabat negara memutuskan ada skema penipuan kartu suara yang tidak ada yang menguntungkan Harris.

Partai Demokrat mendapat keuntungan besar dalam siklus pemilu 2018 dan merebut kembali kendali Dewan Perwakilan Rakyat. Seluruh kursi Dewan dan sekitar sepertiga kursi Senat AS akan diperebutkan ketika AS juga memilih presiden pada tahun 2020.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Menlu AS Kembali Serukan 'Solusi Manusiawi' atas Situasi di Hong Kong
Thursday, 17 October 2019 10:47 WIB

Pejabat Amerika memperbaharui seruan mereka bagi solusi œmanusiawi atas situasi di Hong Kong, di mana protes terus berlangsung dan tidak ada tanda-tanda akan berakhir. Dalam wawancara dengan Fox Business Network hari Rabu (16/10) Menlu AS Mike Pompeo mengatakan pemrotes Hong Kong minta pemerin...

Diplomat AS: Gedung Putih Tugaskan 'Trio Amigo' untuk Pimpin Kebijakan Ukraina
Thursday, 17 October 2019 03:50 WIB

Seorang pejabat tinggi Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan kepada penyelidik DPR bahwa pejabat-pejabat pemerintah memintanya untuk bersikap low profile terkait isu Ukraina. Sikap tersebut dibutuhkan untuk menghormati œtrio amigo yang mengambil alih kendali kebijakan luar negeri terhadap s...

Demonstran Pro-Demokrasi Serukan Sanksi Perdagangan atas Hong Kong
Wednesday, 16 October 2019 18:01 WIB

Pendukung gerakan pro-demokrasi di Hong Kong mendesak Kongres Amerika untuk meloloskan RUU hak azasi yang bisa memicu dilancarkannya sanksi-sanksi perdagangan atas pusat keuangan internasional di Hong Kong. Tapi para pengecam mengatakan, tindakan itu akan mengakibatkan lebih banyak kerugian dari pad...

Erdogan Tetap Bertentangan dalam Menghadapi Sanksi AS
Wednesday, 16 October 2019 10:56 WIB

Sanksi AS terhadap Turki atas serangan militernya terhadap Suriah diberhentikan oleh kepemimpinan politik di Ankara, ketika pasar keuangan mengabaikan langkah-langkah tersebut. Sanksi diumumkan terhadap pejabat Turki pada hari Senin karena negosiasi kesepakatan perdagangan 100 miliar dolar berakhir...

Presiden Rusia Ingin Tingkatkan Hubungan dengan UAE
Tuesday, 15 October 2019 23:42 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA) hari Selasa (15/10), sebagian bagian dari lawatannya ke Timur Tengah. Adapun tujuan lawatan tersebut adalah untuk memperkuat hubungan antara Moskow dan sekutu lama AS ini, di tengah-tengah ketegangan di Teluk Persia. Putra mahkota Abu ...

ANOTHER NEWS
Penjualan ritel Inggris melambat pada kuartal ketiga, department store mengecewakan
Thursday, 17 October 2019 16:03 WIB Pertumbuhan daya beli di Inggris bergerak lebih berhati-hati terkait pengeluaran mereka dalam tiga bulan hingga September meskipun menikmati pertumbuhan riil dalam upah mereka, sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai kesehatan ekonomi menjelang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.