Mantan Marinir AS yang Ditahan Moskow Tolak Operasi Meski Sakit Kronis
Wednesday, 11 September 2019 10:55 WIB | GLOBAL |Global

Seorang mantan Marinir AS yang ditahan di penjara Rusia atas tuduhan mata-mata telah menolak dioperasi terkait penyakit kronis yang dideritanya.

Paul Whelan, seorang pengusaha Amerika yang ditahan di penjara Lefortovo di Moskow sejak Desember, telah dijadwalkan untuk menjalani operasi hernia inguinalis yang dideritanya setelah kembali ke Amerika awal tahun ini.

Whelan yang sering berkunjung ke Rusia itu ditahan di Metropol Hotel pusat Kota Moscow pada 28 Desember dan dituduh membawa rahasia negara Rusia pada sebuah flash drive yang diberikan kepadanya oleh orang yang tidak disebutkan namanya.

Kedutaan Besar AS di Moskow dan keluarga Whelan sejak lama menentang penahanannya, bersikeras bahwa tuduhan terhadapnya palsu dan ia berulang kali menolak permintaan perawatan medis dan komunikasi dengan keluarga.

Pejabat Moskow selama berbulan-bulan membantah Whelan memiliki kondisi medis, tetapi pada 23 Agustus, ambulans dipanggil ke ruang sidang Moskow setelah Whelan mengatakan ia cedera karena seorang penjaga penjara yang memaksanya memindahkan barang-barang pribadi yang berat ke sel baru.

Hakim segera menghentikan persidangan guna pemeriksaan medis sebelum memutuskan penahanan praperadilannya harus diperpanjang hingga 29 Oktober.

Menurut pengacara Whelan, Vladimir Zherebenkov, penduduk asli Michigan berusia 49 tahun itu itu diperiksa oleh dokter di Rumah Sakit Moskow #20 pada 6 September, yang mengonfirmasi ia menderita hernia yang memerlukan pembedahan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Korsel Cabut Jepang dari Daftar Negara Penerima Layanan Cepat Perdagangan
Wednesday, 18 September 2019 23:25 WIB

Korea Selatan merealisasikan janjinya untuk mencabut Jepang dari daftar negara pilihan yang mendapatkan layanan perdagangan jalur cepat “ sebuah langkah yang mempertegas pertikaian diplomatik yang meningkat terkait pendudukan Jepang pada abad ke-20 di Semenanjung Korea. Pencabutan Tokyo dari daft...

AS Gugat Pelapor Snowden Terkait Buku Baru
Wednesday, 18 September 2019 17:36 WIB

Amerika Serikat menggugat mantan karyawan CIA dan NSA, Edward Snowden, karena diduga melanggar perjanjian kerahasiaan yang ia tandatangani sebelum menerbitkan buku barunya. Departemen Kehakiman menuduh Snowden tidak memenuhi kesepakatan untuk menyerahkan draft buku "Permanent Record" kepada kedua l...

Trump Klaim AS Capai Kesepakatan Perdagangan dengan Jepang
Wednesday, 18 September 2019 10:44 WIB

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin (16/9) bahwa Washington telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tokyo. Hal tersebut dapat dilakukan tanpa persetujuan kongres. Dalam suratnya kepada Kongres AS yang dirilis oleh Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa ia bermaksud untuk membuat...

Utusan China ke AS, Persiapkan Pembicaraan Perdagangan
Tuesday, 17 September 2019 23:26 WIB

China menyatakan seorang pejabat pemerintah akan bertolak ke Amerika Serikat pekan ini untuk meletakkan landasan bagi dimulainya pembicaraan perdagangan tingkat tinggi bulan depan. Kantor berita pemerintah Xinhua menyebutkan Deputi Menteri Keuangan Liao Min akan tiba di Washington hari Rabu (18/9) ...

Polisi Italia Tangkap Tiga Orang yang Dituduh Siksa Migran di Libya
Tuesday, 17 September 2019 16:40 WIB

Polisi Italia, Pada Senin (16/9) menangkap tiga laki-laki yang dituduh menyiksa dan memeras uang dari para migran di sebuah pusat penahanan Libya. Jaksa penuntut di Sisilia memerintahkan penangkapan dua warga Mesir dan satu warga Guinea, setelah beberapa orang mengenali mereka sebagai penyiksa mere...

ANOTHER NEWS
Minyak Stabil seiring Saudi Berjanji akan Cepat Mengembalikan Produksi
Thursday, 19 September 2019 09:22 WIB Minyak menahan penurunannya dari lonjakan dramatis awal pekan ini karena jaminan pasokan dari Arab Saudi dan Badan Energi Internasional menenangkan pasar setelah serangan akhir pekan yang menghancurkan. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.