Trump: Pembicaraan Damai dengan Taliban Sudah Berakhir
Wednesday, 11 September 2019 02:16 WIB | GLOBAL |Global

Presiden AS Donald Trump menyangkal, batalkan keputusan Wakil Presiden Mike Pence dan pejabat pemerintah lainnya mengenai menampung Taliban di Camp David untuk pembicaraan damai.

"Saya memutuskan sendiri," kata Trump kepada wartawan, Senin (9/9). "Kami memiliki jadwal pertemuan. Ide saya dan saya yang mengakhirinya. Saya tidak membahasnya dengan siapa pun."

Dalam sebuah tweet, Pence mendukung Trump.

"Benar sekali, Tuan Presiden. Berita Palsu yang lebih banyak! Media yang Tidak Jujur tidak pernah menghubungi kantor kami sebelum memuat laporan ini dan kalaupun ada, kami akan menyampaikan kepada mereka bahwa SAYA SEPENUHNYA mendukung keputusan Anda."

Taliban, menurut Trump, "memberi tahu orang-orang bahwa mereka melakukan kesalahan besar" dengan melakukan serangan Kamis (5/9) lalu di Kabul yang menewaskan seorang tentara AS dan 11 orang lainnya.

Akibatnya, "sepengetahuan saya, tidak ada lagi perundingan," kata Trump mengenai pembicaraan dengan para militan di Afghanistan itu.

Presiden juga menyatakan bahwa pasukan AS "menghantam Taliban lebih keras dalam empat hari terakhir daripada 10 tahun yang lalu."

Kantor berita AS melaporkan Pence dan penasihat keamanan nasional pemerintah John Bolton, secara internal di Gedung Putih menyampaikan keberatan untuk mengadakan pertemuan di Camp David.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

WHO Tetapkan Amerika Latin Sebagai Pusat Baru Wabah Covid-19
Tuesday, 2 June 2020 18:59 WIB

Organisasi Kesehatan Sedunia (World Health Organization/WHO), Senin (1/6), menyatakan Amerika Latin adalah pusat baru pandemi virus corona, karena angka kematian harian di kawasan itu kini melebihi angka di Amerika Serikat atau Eropa. WHO, Senin (1/6), mengatakan terdapat hampir 938 ribu kasus terk...

Protes Solidaritas Ras AS Merebak di Kota-Kota di Seluruh Dunia
Tuesday, 2 June 2020 10:23 WIB

Protes telah merebak di kota-kota di seluruh dunia dalam solidaritas dengan demonstrasi Black Lives Matter di Amerika Serikat. Protes menyusul kematian George Floyd di Minnesota, seorang pria kulit hitam berusia 46 tahun, pekan lalu dalam tahanan polisi. Di pusat London, demonstrasi berubah menjad...

Unjuk Rasa di AS Terus Berlanjut Meski Jam Malam dan Keadaan Darurat
Monday, 1 June 2020 17:06 WIB

Para demonstran terus menyuarakan kemarahan mereka atas kematian George Floyd hingga memasuki malam keenam di kota-kota di seluruh AS pada Minggu (31/5). Situasi itu meningkatkan kemungkinan terjadinya konfrontasi lagi dengan polisi yang berusaha menegakkan jam malam. Los Angeles, Chicago, Miami, D...

Tokyo Siap Izinkan Lebih Banyak Bisnis Beroperasi Kembali
Monday, 1 June 2020 08:31 WIB

Para pejabat Tokyo Jumat (29/5) mengumumkan bahwa mulai Senin (1/6), mereka akan mengizinkan bisnis-bisnis lain, termasuk teater, bioskop, pusat kebugaran dan bisnis ritel untuk buka kembali setelah status darurat karena wabah virus corona berakhir pekan ini. Sebelumnya pekan ini, PM Shinzo Abe men...

DPR AS Bahas Kekhawatiran atas Pelanggaran Privasi "TikTok"
Friday, 29 May 2020 23:46 WIB

Empat belas anggota Partai Demokrat dari Komisi Energi dan Perdagangan di DPR AS meminta agar regulator Komisi Perdagangan Federal (FTC) menyelidiki aplikasi video populer TikTok terkait pelanggaran privasi anak-anak. Komisi Energi dan Perdagangan mengawasi unit privasi FTC. Gugatan komisi yang dia...

ANOTHER NEWS
Harga Emas Naik, Didukung Oleh Dolar Yang Lebih Lemah Seiring Reli Saham
Tuesday, 2 June 2020 19:23 WIB Emas berjangka pada Selasa ini naik tipis di belakang dolar AS yang lebih lemah, dengan kenaikan dibatasi oleh logam mulia oleh kenaikan global dalam aset yang dianggap berisiko seperti saham. Para ahli komoditas mengatakan bahwa logam kuning...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.