Hong Kong Minta AS Tidak Campur Tangan, Para Siswa Bentuk Rantai Protes
Tuesday, 10 September 2019 03:53 WIB | GLOBAL |Global

Ribuan siswa membentuk rantai manusia di luar sekolah-sekolah di seluruh Hong Kong pada hari Senin (9/9) sebagai unjuk solidaritas untuk mendorong reformasi demokratis setelah terjadi bentrokan dengan kekerasan pada akhir pekan di wilayah semi-otonom China itu.

Protes dengan diam itu dilakukan sementara pemerintah Hong Kong mengutuk apa yang dijulukinya œperilaku ilegal para pengunjuk rasa radikal dan memperingatkan Amerika agar tidak ikut campur tangan.

Ribuan demonstran hari Minggu mengadakan aksi damai dengan mendatangi Konsulat Amerika untuk minta dukungan dari Washington, tetapi kekerasan terjadi di distrik bisnis dan ritel ketika para demonstran merusak stasiun kereta bawah tanah, membakar dan memblokir lalu lintas, sehingga mendorong polisi untuk menembakkan gas air mata.

Pemerintah Hong Kong sepakat minggu lalu untuk menarik RUU ekstradisi yang memicu protes dalam musim panas ini, tetapi para demonstran menginginkan tuntutan lain agar dipenuhi, termasuk pemilihan langsung pemimpin kota dan penyelidikan independen terhadap tindakan polisi.

Para pengunjuk rasa, Minggu (8/9) meminta Presiden Donald Trump untuk œmendukung warga Hong Kong dan memastikan Kongres meloloskan RUU yang mengusulkan sanksi ekonomi dan hukuman terhadap pejabat Hong Kong dan China yang terbukti menekan demokrasi dan hak asasi manusia di kota itu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Masa Depan Brexit Dipertaruhkan pada Pemilu Inggris
Thursday, 12 December 2019 23:59 WIB

Rakyat Inggris memberikan suara mereka, Kamis (12/12), pada pemilu dini yang kemungkinan akan menghasilkan resolusi yang sudah lama ditunggu-tunggu menyangkut Brexit “ keluarnya Inggris dari Uni Eropa sesuai hasil referendum tahun 2016. PM Inggris Boris Johnson memfokuskan kampanyenya pada slogan...

Turki Ancam Balas AS Kalau Terapkan Sanksi Baru
Thursday, 12 December 2019 10:52 WIB

Pemerintah Turki mengancam akan mengambil tindakan balasan kalau Amerika menjalankan sanksi-sanksi baru atasnya. Peringatan ini dikeluarkan ketika Senat Amerika sedang bersiap-siap mengadakan pemungutan suara menentang Turki karena membeli sistem pertahanan rudal buatan Rusia. œAnggota Kongres A...

Seismolog Selandia Baru Khawatir akan Letusan Baru di Gunung Api
Thursday, 12 December 2019 00:16 WIB

Pihak berwenang Selandia Baru, mengatakan pada Rabu, situasi di Pulau Putih masih tidak memungkinkan mereka untuk mengirimkan tim-tim SAR untuk mengambil jenazah para korban tewas akibat letusan gunung berapi di sana, Senin lalu. Badan pengawas aktivitas gempa Selandia Baru, GeoNet, mengatakan, ada...

Aung San Suu Kyi Hadir di Pengadilan Den Haag Ketika Myanmar Dituduh Melakukan Genosida
Wednesday, 11 December 2019 18:27 WIB

Penasihat negara Myanmar, pemenang hadiah Nobel, Aung San Suu Kyi, hadir di Mahkamah Internasional di Den Haag, Selasa untuk membela pemerintahnya dari tuduhan genosida. Militer Myanmar dituduh melakukan kampanye pembunuhan massal, pemerkosaan dan penyiksaan terhadap komunitas Muslim Rohingya pada ...

Inggris Bersiap Pemilu, Perjuangan Berat Brexit Diperkirakan Berlanjut
Wednesday, 11 December 2019 11:01 WIB

Para pemimpin politik Inggris melakukan persiapan terakhir menjelang pemilihan umum pada Kamis (12/12), yang didominasi oleh masalah keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Sebuah laporan baru dari kelompok analis, The UK in a Changing Europe di Kings College London, menyimpulkan bahwa baik partai Konser...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Melonjak terhadap Laporan Kesepakatan Perdagangan
Friday, 13 December 2019 08:49 WIB Saham-saham Hong Kong melonjak pada Jumat pagi setelah laporan China dan Amerika Serikat akhirnya mencapai kesepakatan perdagangan parsial yang membuat Washington membatalkan pengenaan tarif baru yang direncanakan untuk akhir pekan. Indeks Hang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.