AS Berlakukan Sanksi pada Program Antariksa Iran
Wednesday, 4 September 2019 13:15 WIB | GLOBAL |AmerikaIran,

Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi pertamanya terhadap badan antariksa Iran, menuduhnya menyembunyikan program rudal.

"Amerika tidak akan mengizinkan Iran menggunakan program peluncuran antariksa untuk menutupi upaya memajukan program rudal balistiknya," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Selasa (3/9).

Sanksi baru itu berimbas pada Badan Antariksa Iran, Pusat Penelitian Antariksa Iran, dan Lembaga Penelitian Penerbangan.

Aset apa pun yang dimiliki entitas ini di Amerika diblokir, dan warga negara AS dilarang melakukan bisnis dengannya.

AS mengatakan teknologi kendaraan peluncuran antariksa Iran "hampir identik dan bisa dialihkan dengan yang digunakan dalam rudal balistik," termasuk cara mengendalikan rudal selama penerbangannya.

AS juga memperingatkan "komunitas ilmiah internasional yang berkolaborasi dengan Iran dalam kendaraan peluncuran antariksa bisa berperan dalam program rudal balistiknya."

Iran mengatakan program antariksanya bertujuan membangun roket untuk meluncurkan satelit telekomunikasi. Iran telah menembakkan dua satelit seperti itu ke orbit sejak 2013. Namun tiga upaya lain tahun ini gagal, termasuk satu roket yang meledak di landasan peluncuran pekan lalu.

Resolusi Dewan Keamanan PBB melarang Iran mengembangkan rudal balistik dan siapa pun yang membantunya.

Presiden Iran Hassan Rouhani hari Selasa juga mengatakan tidak akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan Amerika.

Sumber: VOA news

RELATED NEWS

China Menuduh AS Menabur Perselisihan di Laut Cina Selatan
Tuesday, 14 July 2020 23:41 WIB

Penolakan pemerintahan Trump terhadap klaim China yang luas atas sebagian besar Laut Cina Selatan muncul di Asia sebagai langkah politik tahun pemilihan, dengan beberapa orang menyerukan ketenangan di tengah kekhawatiran ketegangan yang lebih besar. China menuduh AS mencoba menabur perselisihan ant...

Lebih dari 600 ribu Warga Hong Kong Berikan Suara dalam Pemilihan Oposisi
Tuesday, 14 July 2020 18:28 WIB

Lebih dari 600.000 warga Hong Kong memberikan suara mereka dalam pemilihan pendahuluan kelompok-kelompok demokrasi akhir pekan ini. Jumlah pemilih yang berpartisipasi kali ini melebihi jumlah yang diharapkan oleh penyelenggara dalam pemilihan yang secara luas dilihat sebagai tanda berlanjutnya oposi...

WHO Peringatkan Kehidupan "Tak Akan Kembali Normal" Pasca Pandemi
Tuesday, 14 July 2020 10:16 WIB

Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) Senin (13/7) memperingatkan bahwa kehidupan "tidak akan kembali normal seperti sebelumnya untuk jangka waktu yang lama" sementara kasus COVID-19 meningkat di seluruh dunia. Hampir 13 juta kasus COVID-19 telah dilaporkan di seluruh dunia, menyebabkan hampir 570.000...

China Umumkan Sanksi Terhadap Anggota Parlemen AS terkait Masalah Uighur
Tuesday, 14 July 2020 00:07 WIB

China telah menjatuhkan sanksi pada tiga anggota parlemen AS sebagai pembalasan atas sanksi administrasi Trump yang dikenakan atas perlakuan Beijing terhadap Muslim Uighur di provinsi Xinjiang. Juru bicara kementerian luar negeri China Hua Chunying mengumumkan sanksi  tersebut pada hari Senin ...

Florida: Lebih dari 15.000 Kasus dalam Satu Hari
Monday, 13 July 2020 09:48 WIB

Negara bagian Florida mencatat rekor baru ketika melaporkan lebih dari 15.000 kasus virus corona hari Sabtu saja (11/7). Sejauh ini jumlah tersebut mengalahkan rekor peningkatan infeksi baru di satu negara bagian Amerika dalam satu hari. Rekor kasus virus corona terbanyak dalam satu hari sebelumnya ...

ANOTHER NEWS
Bursa Hong Kong Berakhir Lebih Rendah Lebih Dari 1 Persen (Review)
Wednesday, 15 July 2020 03:20 WIB Bursa Hong Kong berakhir lebih rendah lebih dari satu persen pada hari Selasa, sejalan dengan merosotnya di Asia, karena para pedagang khawatir atas penerapan kembali langkah-langkah penahanan di beberapa negara karena virus terus...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.