Trump Ingin Rusia Kembali ke Kelompok G7
Thursday, 22 August 2019 17:14 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (21/8), mengatakan, ia ingin Rusia kembali dimasukkan ke dalam kelompok tujuh negara maju, walaupun Rusia masih menduduki Semenanjung Krimea.

Rusia dikeluarkan dari kelompok itu karena menganeksasi Krimea pada 2014. Trump tampaknya tidak peduli bahwa Rusia menganggap Krimea sebagai kawasannya, dan justru menyalahkan Presiden Barack Obama atas pencaplokan Krimea.

œRusia mengambil alih Krimea dalam masa jabatan Obama, bukan dalam masa jabatan saya. Faktanya, Putin sama sekali mengalahkan Obama dalam masalah Krimea dan soal-soal lain. Putin menunjukkan ia lebih pandai dari Obama, dan karena itu Obama marah dan mengeluarkan Rusia dari kelompok G-8, yang sekarang menjadi G7, kata Trump.

G7 mencakup Amerika, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang dan Inggris. Dana Moneter Internasional menyebut ke-7 negara maju itu menguasai 58 persen kekayaan bersih dunia. China adalah negara yang perekonomiannya nomor dua setelah Amerika, tapi tidak termasuk dalam G7, sedangkan Rusia tercatat dalam ranking ke-12.

Gedung Putih mengatakan, Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron sepakat bahwa Rusia harus diundang ke pertemuan G7 tahun 2020 yang akan diadakan di Amerika. Tapi Macron, Rabu, menentang kembalinya Rusia ke dalam kelompok itu tanpa penyelesaian masalah Krimea, disamping banyaknya korban warga Ukraina yang tewas dalam konflik dengan pemberontak yang didukung Rusia.

œSaya kira, mengundang Rusia kembali ke dalam kelompok itu hanya akan menunjukkan kelemahan G7, suatu kesalahan strategis, karena itu menunjukkan kita membenarkan tindakannya yang keliru itu. Kata Macron, krisis di Ukraina harus diselesaikan sebelum Rusia bisa kembali ke dalam kelompok G7.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Demonstran Mulai Tinggalkan Universitas Hong Kong
Friday, 15 November 2019 23:26 WIB

Para demonstran yang sebelumnya membarikade diri mereka di sebuah universitas Hong Kong pekan ini mulai meninggalkan lokasi protes itu, Jumat (15/11). Belum diketahui pasti mengapa para demonstran di Universitas Hong Kong itu melakukan tindakan tersebut, dan ke mana mereka bergerak selanjutnya. Se...

Komite Hak Asasi PBB Kutuk Pelanggaran HAM di Korea Utara
Friday, 15 November 2019 18:00 WIB

Komite Hak Asasi PBB, Kamis (14/11), menyetujui satu resolusi yang mengutuk pelanggaran hak asasi manusia HAM di Korea Utara yang mungkin dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Keputusan ini dikecam oleh Misi Korea Utara Untuk PBB sebagai keputusan yang œbermotif politik dan di...

Korut Katakan AS Tawarkan Lanjutkan Pembicaraan Nuklir Desember
Friday, 15 November 2019 13:42 WIB

Korea Utara, Kamis (14/11), mengatakan, AS telah mengusulkan dilanjutkannya kembali pembicaraan nuklir yang mengalami kebuntuan pada bulan Desember, sementara kedua negara semakin mendekati tenggat waktu akhir tahun yang ditetapkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un bagi pemerintahan Trump untuk mena...

Korut Keluarkan Peringatan Terkait Latihan Militer AS-Korsel
Thursday, 14 November 2019 23:30 WIB

Korea Utara memperkuat tuntutannya hari Rabu (13/11) supaya Amerika membuka hubungan normal dengan negara itu menjelang akhir tahun ini, karena Korea Utara sudah œkehilangan kesabaran. Badan pembuat keputusan tertinggi Korea Utara menyatakan marah atas rencana latihan militer gabungan AS-Korea...

Suriah, Misil Rusia Jadi Agenda Pembicaraan Trump-Erdogan
Wednesday, 13 November 2019 23:25 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan mengunjungi Gedung Putih, Rabu (13/11), untuk melangsungkan pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump. Kedua pemimpin kemungkinan akan membahas serangan Turki di Suriah Utara dan pembelian sistem pertahanan udara Rusia. Menurut pernyataan yang dirilis Gedu...

ANOTHER NEWS
Bursa Hong Kong Ditutup Mendatar, Mengakhiri Pekan Yang Sulit (Review)
Saturday, 16 November 2019 04:28 WIB Bursa Hong Kong ditutup hampir tidak bergerak pada hari Jumat, mengakhiri pekan yang kacau karena melihat kota itu dilumpuhkan oleh protes keras, yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Indeks Hang Seng naik tipis 2,97 poin ke level...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.