Tawaran Beli Greenland Ditolak, Trump Tunda Pertemuan Dengan PM Denmark
Wednesday, 21 August 2019 23:50 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Donald Trump, Selasa (20/8), mengumumkan penundaan pertemuannya yang sudah dijadwalkan bulan depan dengan Perdana Menteri Denmark, karena pemimpin Denmark itu tidak berminat menjual pulau Greenland kepada Amerika.

œBerdasarkan komentar Perdana Menteri Mette Fredericksen, bahwa ia tidak berminat membahas pembelian pulau Greenland, saya akan menunda pertemuan kami sampai lain kali, kata Trump lewat Twitter seperti dilansir kantor berita AFP.

œPerdana Menteri Denmark berhasil menghemat banyak uang dan usaha bagi Amerika dan Denmark dengan komentarnya yang begitu terus terang. Saya mengucapkan terima kasih padanya, dan berharap bisa menjadwalkan kembali pertemuan itu di masa depan, tambah Trump.

Harian Wall Street Journal pada minggu lalu pertama kali melaporkan bahwa Trump menyatakan minatnya untuk membeli pulau milik Denmark itu.

Trump mengatakan, Minggu (18/8), bahwa ia memang berminat membeli Greenland, tapi menambahkan itu bukan prioritas bagi pemerintahnya.

Ketika ditanya wartawan apakah ia akan mempertimbangkan untuk menukar kawasan Amerika dengan Greenland, Trump menjawab œbanyak hal yang bisa dilakukan. œPada dasarnya, kalau jadi, itu akan merupakan kontrak penjualan real estate yang besar, tambahnya lagi.

Kementerian Luar Negeri Greenland, pulau yang punya otonomi itu mengatakan, œGreenland kaya akan sumber alam, seperti mineral, air bersih dan es, ikan, makanan laut, energi terbarukan dan kawasan turisme baru, tapi tidak untuk dijual.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Inggris Beri Akses Terbatas untuk Jaringan 5G Huawei
Tuesday, 28 January 2020 23:50 WIB

Inggris, Selasa (28/1) memutuskan memberi akses terbatas bagi Huawei untuk membangun beberapa bagian jaringan seluler berkecepatan tinggi terbarunya. Ini merupakan suatu kemunduran bagi AS, yang mendorong sekutu-sekutunya untuk melarang perusahaan China tersebut. Pemerintah Inggris menyatakan tidak...

Sebagian Negara Ingin Evakuasi Mahasiswa dari Wuhan
Tuesday, 28 January 2020 18:06 WIB

Sebagian negara mengevakuasi mahasiswa dan warga mereka dari China, yang sedang dilanda wabah virus corona. Namun, sebagian lagi memilih membiarkan warga mereka tetap berada di Wuhan, kota kampus di mana virus itu dilaporkan bermula. Sekitar 500 mahasiswa Bangladesh termasuk yang terperangkap di Wu...

Trump Tawarkan Bantu China Perangi Wabah Virus Corona
Tuesday, 28 January 2020 11:05 WIB

Presiden Amerika Donald Trump menawarkan China bantuan yang dibutuhkan untuk melawan wabah virus corona yang mematikan, yang sejauh ini telah menewaskan 81 orang. Di Twitter hari pada Senin (27/1), Trump menulis, "Kita berkomunikasi sangat erat dengan China mengenai virus ini." Ditambahkan, "Kami m...

PM China Kunjungi Wuhan Sementara Angka Kematian Capai 80
Monday, 27 January 2020 23:26 WIB

Perdana Menteri China Li Keqiang mengunjungi kota Wuhan pada hari Senin untuk bertemu dengan para pejabat kesehatan dan memeriksa tanggapan terhadap wabah virus corona yang telah menewaskan 80 orang. Wuhan adalah pusat wabah dan warga di kota itu dan beberapa kota lainnya menghadapi pembatasan keta...

Bintang NBA Kobe Bryant dan Putrinya Tewas dalam Kecelakaan Helikopter
Monday, 27 January 2020 15:26 WIB

Para penggemar olahraga di seluruh dunia kehabisan kata-kata untuk menggambarkan perasaan mereka mengenai kematian pebasket legendaris AS Kobe Bryant (41 tahun). Bryant dan puterinya Gianna, 13 tahun, termasuk sembilan korban tewas dalam kecelakaan helikopter di luar Los Angeles Minggu (26/1). Mere...

ANOTHER NEWS
Emas Tahan Penurunan seiring Investor Menimbang Dampak Virus
Wednesday, 29 January 2020 08:48 WIB Emas menahan penurunan seiring investor menimbang ancaman dari virus korona mematikan pasca reli semalam di Wall Street yang mengisyaratkan berkurangnya permintaan untuk aset haven. Di AS, S&P 500 menambahkan 1% pada Selasa karena saham...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.