Penjualan Ransel Anti Peluru bagi Anak Sekolah Naik Hingga 300 Persen Tahun ini
Wednesday, 21 August 2019 11:10 WIB | GLOBAL |Global

Setelah menikmati liburan musim panas yang panjang, anak-anak di Amerika bersiap-siap untuk kembali ke sekolah pada akhir bulan Agustus atau awal bulan September.

Selain menyiapkan barang keperluan sekolah, semakin banyak orang tua yang membeli tas punggung khusus, yaitu ransel antipeluru untuk anak mereka. Apalagi setelah tragedi penembakan massal di El Paso, Texas, Dayton Ohio dan Gilroy California, beberapa waktu lalu.

Sepanjang tahun 2019, telah terjadi 22 kasus penembakan di sekolah-sekolah di Amerika yang menyebabkan korban cedera atau tewas. Penembakan itu terjadi di berbagai wilayah Amerika mulai dari Georgia hingga California, di SD hingga universitas.

Kekhawatiran orang tua terhadap penembakan di sekolah menyebabkan penjualan tas antipeluru naik 200 hingga 300 persen tahun ini. Harga tas punggung antipeluru itu berkisar sekitar 120 hingga 490 dolar.

Kepada CNN, Steve Naremore, direktur perusahaan TuffyPacks yang menjual tas antipeluru itu mengatakan, œSangat menyedihkan bahwa kita harus memiliki produk semacam ini, namun inilah masalah yang harus kita hadapi saat ini dan mudah-mudahan tidak akan terjadi lagi masa depan.

Seorang ibu yang tinggal di kota El Paso mengatakan kepada PBS News Hour bahwa suaminya, seorang polisi, membeli tas antipeluru bagi anak laki-laki mereka yang berusia delapan tahun.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Pengadilan Tertinggi Jerman Dukung Larangan Berjilbab untuk Pengacara Magang
Thursday, 27 February 2020 23:40 WIB

Pengadilan tertinggi Jerman mendukung larangan yang diberlakukan terhadap seorang pengacara yang sedang magang untuk mengenakan jilbabnya sewaktu melakukan pekerjaan resmi tertentu. Dalam keputusan 7 banding 1, Mahkamah Konstitusi Federal mengatakan, sementara larangan itu menghalangi kebebasan ber...

Pertemuan untuk Selamatkan Kesepakatan Nuklir Iran Berlangsung di Wina
Thursday, 27 February 2020 19:05 WIB

Para anggota yang masih berkomitmen terhadap kesepakatan nuklir Iran dijadwalkan akan bertemu untuk pertama kalinya, Rabu (02/26) di Wina sejak Jerman, Perancis dan Inggris mulai memperdebatkan prosedur mengenai pemberlakuan kembali sanksi-sanksi PBB terhadap Iran. Pembicaraan itu dilangsungkan ket...

Penembakan di Milwaukee, Enam Tewas
Thursday, 27 February 2020 13:11 WIB

Seorang penembak di Milwaukee, Wisconsin, Rabu (26/2), membunuh lima orang sebelum bunuh diri di tempat pembuatan bir Molson Coors. Polisi mengidentifikasi penembak sebagai seorang laki-laki berusia 51 tahun, tetapi belum mengungkapkan nama pelaku dan korban hingga keluarga mereka diberitahu. Belu...

WHO Desak Semua Negara Bersiap Tanggapi Virus Korona
Wednesday, 26 February 2020 23:13 WIB

Sementara China melaporkan terjadinya perlambatan laju pertambahan kasus baru virus korona, para pejabat kesehatan dunia memuji respon negara itu dan mengingatkan pemerintah-pemerintah lainnya untuk bersiap secara agresif menanggapi kasus-kasus virus itu di negara masing-masing. Sejumlah pejabat ke...

Mantan Penguasa Mesir Hosni Mubarak Tutup Usia
Wednesday, 26 February 2020 16:11 WIB

Pemimpin yang lama berkuasa di Mesir, Hosni Mubarak, meninggal dunia pada usia 91 tahun. Kematiannya diberitakan hari Selasa (25/2) oleh televisi pemerintah. Mubarak berkuasa di Mesir selama hampir 30 tahun, sebelum disingkirkan dari jabatannya pada 2011, setelah protes rakyat selama 18 hari. Dia ...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong, Shanghai Nikmati Kenaikan Tipisnya (Review)
Friday, 28 February 2020 04:20 WIB Saham Hong Kong dan Shanghai berakhir lebih tinggi pada Kamis ini karena penyebaran virus corona menunjukkan tanda-tanda pelonggaran di China, dengan angka yang menunjukkan untuk pertama kalinya ada lebih banyak infeksi yang dilaporkan di luar...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.