AS Uji Rudal Darat Pertama yang Sebelumnya Dilarang dalam Perjanjian INF
Tuesday, 20 August 2019 13:17 WIB | GLOBAL |AmerikaGlobalRusia

Pentagon mengatakan, Amerika telah mengadakan ujicoba rudal penjelajah yang diluncurkan dari darat dan berhasil mengenai sasarannya setelah terbang lebih dari 500 kilometer.

Rudal itu diluncurkan hari Minggu (18/8) dari pulau San Nicolas di lepas pantai California.

œData yang dikumpulkan dari percobaan ini akan digunakan untuk pengembangan rudal jarak menengah, kata pengumuman Pentagon hari Senin (19/8).

Amerika sebelumnya tidak bisa mengadakan percobaan rudal yang punya jarak jangkauan antara 500 sampai 5.500 km karena masih terikat perjanjian senjata nuklir jarak menengah atau INF dengan Rusia.

Pemerintah Amerika keluar dari perjanjian itu tanggal 2 Agustus lalu, karena Rusia menurut AS, telah melakukan pelanggaran sejak bertahun-tahun.

Kata Pentagon, rudal yang diuji coba itu hanya membawa bom konvensional dan bukan senjata nuklir.

Menteri Pertahanan Amerika Mark Esper mengatakan, kalau Amerika berhasil membuat sistem rudal penjelajah yang diluncurkan dari darat, Amerika akan menempatkan rudal-rudal jarak menengah yang dipersenjatai dengan senjata konvensional itu di Asia.

Esper menambahkan, sudah tiba masanya Amerika tidak lagi dihambat oleh suatu perjanjian dan bisa mengembangkan sistem senjata yang dikehendakinya. Kata Esper, sekutu-sekutu Amerika dalam pakta pertahanan NATO setuju dengan konsep itu.

Esper tidak mau mengatakan kapan dan di mana rudal itu akan ditempatkan di Asia, sampai senjata-senjata itu siap dikirim, tapi ia berharap hal itu bisa dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.

Esper mengatakan lebih dari 80 persen rudal China bisa mencapai jarak antara 500 sampai 5.500 km.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Utusan China ke AS, Persiapkan Pembicaraan Perdagangan
Tuesday, 17 September 2019 23:26 WIB

China menyatakan seorang pejabat pemerintah akan bertolak ke Amerika Serikat pekan ini untuk meletakkan landasan bagi dimulainya pembicaraan perdagangan tingkat tinggi bulan depan. Kantor berita pemerintah Xinhua menyebutkan Deputi Menteri Keuangan Liao Min akan tiba di Washington hari Rabu (18/9) ...

Polisi Italia Tangkap Tiga Orang yang Dituduh Siksa Migran di Libya
Tuesday, 17 September 2019 16:40 WIB

Polisi Italia, Pada Senin (16/9) menangkap tiga laki-laki yang dituduh menyiksa dan memeras uang dari para migran di sebuah pusat penahanan Libya. Jaksa penuntut di Sisilia memerintahkan penangkapan dua warga Mesir dan satu warga Guinea, setelah beberapa orang mengenali mereka sebagai penyiksa mere...

Korut: Pembicaraan Denuklirisasi Mungkin Dilakukan Jika 'Ancaman' Dicabut
Tuesday, 17 September 2019 10:34 WIB

Korea Utara mengatakan mungkin bersedia untuk membahas "denuklirisasi" dengan Amerika Serikat jika "ancaman dan rintangan" yang tidak ditentukan untuk keamanan dan pembangunannya ditangani. Komentar hari Senin (16/9) oleh kementerian luar negeri Korea Utara itu disampaikan beberapa hari menjelang a...

Serangan pada Fasilitas Minyak Saudi Hancurkan Setengah Pasokan Kerajaan
Monday, 16 September 2019 23:23 WIB

Kelompok Houthi yang berpusat di Iran mengatakan, pihaknya menyerang dua instalasi minyak di jantung industri minyak Arab Saudi pada Sabtu, menghancurkan lebih dari setengah produksi kerajaan, dalam satu langkah yang diharapkan akan membuat harga minyak melonjak dan meningkatkan ketegangan di Timur ...

Trump: AS 'Siap Tempur' untuk Balas Serangan Minyak Saudi
Monday, 16 September 2019 17:05 WIB

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan pasukan AS 'siap tempur' untuk membalas serangan terhadap salah satu ladang minyak terbesar Arab Saudi dan fasilitas minyak mentah terbesar di dunia itu. "Ada alasan untuk percaya bahwa kita tahu pelakunya," ujar Trump dalam cuitan di Twitter Mingg...

ANOTHER NEWS
Emas Bertahan Di Dekat $ 1.500 Sebelum Keputusan Suku Bunga Ditetapkan
Wednesday, 18 September 2019 08:35 WIB Investor emas telah memasuki mode menunggu dan lihat menjelang penurunan suku bunga yang diharapkan oleh Federal Reserve pada hari Rabu yang akan memulai putaran yang sibuk jelang keputusan kebijakan dari bank sentral terkemuka. Harga terbatas...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.