Warga Hong Kong Lakukan Aksi Protes secara Damai
Monday, 19 August 2019 23:29 WIB | GLOBAL |Global

Puluhan ribu demonstran pro-demokrasi berarak-arakan secara damai melalui jalan-jalan Hong Kong pada hari Minggu, pekan ke-11 dalam serangkaian protes anti-pemerintah.

Front Hak Asasi Manusia Sipil, kekuatan pendorong di belakang protes Hong Kong sepanjang musim panas ini, telah menyerukan demonstrasi œrasional, tanpa kekerasan pada hari Minggu. Para pengunjuk rasa sebelumnya bentrok dengan polisi di jalan-jalan dalam protes akhir pekan lainnya dan selama dua hari pekan lalu di bandara internasional Hong Kong, yang menyebabkan pembatalan hampir 1.000 penerbangan.

Menjelang unjuk rasa hari Minggu (18/8), Kanada mengeluarkan pernyataan bersama dengan Uni Eropa untuk membela œhak fundamental untuk berkumpul bagi warga Hong Kong.

Menteri Luar Negeri Kanada, Chyrstia Freeland dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan: œKebebasan mendasar, termasuk hak untuk berkumpul secara damai harus terus ditegakkan.

Sebagai reaksi, Kedutaan Besar China di Ottawa menerbitkan pernyataan di situs webnya, mengatakan bahwa Kanada harus œsegera berhenti mencampuri urusan Hong Kong dan urusan dalam negeri China.

Sementara itu, Taiwan telah menawarkan pemberian suaka politik kepada para peserta gerakan pro-demokrasi Hong Kong, tawaran yang juga telah membuat marah China.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Estonia dan Lithuania Laporkan Kasus Pertama Coronavirus
Friday, 28 February 2020 23:31 WIB

Dua negara Baltik telah melaporkan kasus pertama coronavirus mereka, masing-masing dengan gejala ringan. Lithuania mengkonfirmasi kasus pertamanya pada hari Jumat, terdeteksi pada seorang wanita yang kembali ke rumah setelah menghadiri konferensi dengan rekan-rekannya di kota Verona di Italia utara...

Pihak Berwenang AS Tangkap 5 Orang Terkait Kelompok Neo-Nazi
Friday, 28 February 2020 12:52 WIB

Pihak berwenang Amerika Serikat (AS), Rabu (26/2)< menangkap lima tokoh yang terkait dengan kelompok Divisi Atomwaffen. Mereka dituduh berkonspirasi untuk mengintimidasi wartawan dan melecehkan gereja serta seorang pejabat kabinet yang pandangannya tidak mereka setujui. John Denton dari Montgome...

Pengadilan Tertinggi Jerman Dukung Larangan Berjilbab untuk Pengacara Magang
Thursday, 27 February 2020 23:40 WIB

Pengadilan tertinggi Jerman mendukung larangan yang diberlakukan terhadap seorang pengacara yang sedang magang untuk mengenakan jilbabnya sewaktu melakukan pekerjaan resmi tertentu. Dalam keputusan 7 banding 1, Mahkamah Konstitusi Federal mengatakan, sementara larangan itu menghalangi kebebasan ber...

Pertemuan untuk Selamatkan Kesepakatan Nuklir Iran Berlangsung di Wina
Thursday, 27 February 2020 19:05 WIB

Para anggota yang masih berkomitmen terhadap kesepakatan nuklir Iran dijadwalkan akan bertemu untuk pertama kalinya, Rabu (02/26) di Wina sejak Jerman, Perancis dan Inggris mulai memperdebatkan prosedur mengenai pemberlakuan kembali sanksi-sanksi PBB terhadap Iran. Pembicaraan itu dilangsungkan ket...

Penembakan di Milwaukee, Enam Tewas
Thursday, 27 February 2020 13:11 WIB

Seorang penembak di Milwaukee, Wisconsin, Rabu (26/2), membunuh lima orang sebelum bunuh diri di tempat pembuatan bir Molson Coors. Polisi mengidentifikasi penembak sebagai seorang laki-laki berusia 51 tahun, tetapi belum mengungkapkan nama pelaku dan korban hingga keluarga mereka diberitahu. Belu...

ANOTHER NEWS
Minyak turun hampir 5% dan penurunan mingguan terbesar sejak 2008
Saturday, 29 February 2020 02:53 WIB Harga minyak AS mengalami penurunan mingguan tertajam sejak 2008 seiring penyebaran virus corona memicu kekhawatiran perlambatan permintaan global. Investor semakin khawatir karena virus telah menyebar di luar pusat virus di Cina ke lebih dari 40...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.