Penasihat Ekonomi Trump Meredam Kekhawatiran akan Resesi
Monday, 19 August 2019 18:22 WIB | GLOBAL |Global

Penasihat ekonomi Presiden Donald Trump meredam kekhawatiran resesi yang membayangi pasca penurunan tajam di pasar keuangan pekan lalu dan memperkirakan ekonomi akan berkinerja baik di paruh kedua 2019.

Larry Kudlow mengatakan dalam wawancara televisi hari Minggu bahwa konsumen melihat upah yang lebih tinggi dan mampu menghabiskan dan menabung lebih banyak.

"Tidak, saya tidak melihat resesi," kata Kudlow. œKami melakukannya dengan sangat baik menurut penilaian saya. Jangan takut optimisme. "

Ekonomi yang kuat adalah kunci prospek pemilihan kembali Trump. Kepercayaan konsumen telah turun 6,4% sejak Juli. Presiden telah menghabiskan sebagian besar minggu ini di klub golfnya di New Jersey dengan banyak tweeting-nya berfokus pada berbicara tentang ekonomi.

Kudlow mengakui sektor energi melambat, tetapi mengatakan suku bunga rendah akan membantu penjualan perumahan, konstruksi dan mobil.

Kudlow juga membela penggunaan tarif oleh presiden atas barang-barang yang datang dari Tiongkok. Sebelum bergabung dengan pemerintahan, Kudlow dikenal karena menentang tarif dan mempromosikan perdagangan bebas selama karirnya sebagai analis ekonomi. Kudlow mengatakan Trump telah mengajarinya dan yang lainnya bahwa "kisah Tiongkok harus diubah dan direformasi."

Calon presiden Demokrat Beto O'Rourke mengatakan AS perlu bekerja sama dengan sekutu untuk meminta pertanggungjawaban China atas perdagangan. Dia mengatakan dia khawatir Trump mendorong ekonomi global ke dalam resesi.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Estonia dan Lithuania Laporkan Kasus Pertama Coronavirus
Friday, 28 February 2020 23:31 WIB

Dua negara Baltik telah melaporkan kasus pertama coronavirus mereka, masing-masing dengan gejala ringan. Lithuania mengkonfirmasi kasus pertamanya pada hari Jumat, terdeteksi pada seorang wanita yang kembali ke rumah setelah menghadiri konferensi dengan rekan-rekannya di kota Verona di Italia utara...

Pihak Berwenang AS Tangkap 5 Orang Terkait Kelompok Neo-Nazi
Friday, 28 February 2020 12:52 WIB

Pihak berwenang Amerika Serikat (AS), Rabu (26/2)< menangkap lima tokoh yang terkait dengan kelompok Divisi Atomwaffen. Mereka dituduh berkonspirasi untuk mengintimidasi wartawan dan melecehkan gereja serta seorang pejabat kabinet yang pandangannya tidak mereka setujui. John Denton dari Montgome...

Pengadilan Tertinggi Jerman Dukung Larangan Berjilbab untuk Pengacara Magang
Thursday, 27 February 2020 23:40 WIB

Pengadilan tertinggi Jerman mendukung larangan yang diberlakukan terhadap seorang pengacara yang sedang magang untuk mengenakan jilbabnya sewaktu melakukan pekerjaan resmi tertentu. Dalam keputusan 7 banding 1, Mahkamah Konstitusi Federal mengatakan, sementara larangan itu menghalangi kebebasan ber...

Pertemuan untuk Selamatkan Kesepakatan Nuklir Iran Berlangsung di Wina
Thursday, 27 February 2020 19:05 WIB

Para anggota yang masih berkomitmen terhadap kesepakatan nuklir Iran dijadwalkan akan bertemu untuk pertama kalinya, Rabu (02/26) di Wina sejak Jerman, Perancis dan Inggris mulai memperdebatkan prosedur mengenai pemberlakuan kembali sanksi-sanksi PBB terhadap Iran. Pembicaraan itu dilangsungkan ket...

Penembakan di Milwaukee, Enam Tewas
Thursday, 27 February 2020 13:11 WIB

Seorang penembak di Milwaukee, Wisconsin, Rabu (26/2), membunuh lima orang sebelum bunuh diri di tempat pembuatan bir Molson Coors. Polisi mengidentifikasi penembak sebagai seorang laki-laki berusia 51 tahun, tetapi belum mengungkapkan nama pelaku dan korban hingga keluarga mereka diberitahu. Belu...

ANOTHER NEWS
Minyak turun hampir 5% dan penurunan mingguan terbesar sejak 2008
Saturday, 29 February 2020 02:53 WIB Harga minyak AS mengalami penurunan mingguan tertajam sejak 2008 seiring penyebaran virus corona memicu kekhawatiran perlambatan permintaan global. Investor semakin khawatir karena virus telah menyebar di luar pusat virus di Cina ke lebih dari 40...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.