Kapal Tanker Iran yang Disita, Tinggalkan Gibraltar
Monday, 19 August 2019 11:24 WIB | GLOBAL |GlobalIran,

Sebuah kapal tanker Iran meninggalkan Gibraltar, Minggu (18/8), setelah pihak berwenang di sana menolak upaya AS untuk menahannya, tetapi tidak jelas ke mana tujuan kapal itu berikutnya.

Data pengawasan lalu lintas laut memperlihatkan tanker itu meninggalkan perairan Gibraltar. Baik Iran dan Gibraltar mengukuhkan pergerakan itu.

Teheran mengatakan siap mengirim armada angkatan lautnya untuk mengawal kapal itu yang memuat 2,1 juta barel minyak mentah ringan senilai AS$130 juta, tetapi Iran tidak memberikan indikasi kemana kapal itu akan berlayar.

Kapal itu, yang diberi nama Grace 1 tetapi sekarang oleh Iran diganti namanya menjadi Adrian Darya 1, ditangkap 4 Juli oleh Gibraltar, yang menjadi wilayah Inggris karena pihak berwenang di sana yakin minyak mentah itu menuju ke Suriah, sekutu Iran dan melanggar sanksi Uni Eropa.

Awalnya, kapal itu berlayar menggunakan bendera Panama tetapi setelah namanya diganti, bendera Iran merah, putih dan hijau dikibarkan di atas kapal.

Penyitaan kapal itu merupakan salah satu dari beberapa insiden terkait beberapa pekan terakhir yang memicu meningkatnya ketegangan antara Teheran dan negara-negara Barat. Kemudian pada bulan Juli, Iran menyita kapal tanker minyak berbendera Inggris, Stena Impero, di Teluk Persia dan hingga kini masih menyitanya.

Amerika Serikat dan Iran saling menembak jatuh pesawat tak berawak dan negara-negara Barat menuduh Teheran melakukan serangan lain terhadap kapal-kapal di Teluk, tempat dimana seperlima produksi minyak dunia melewati Selat Hormuz.

Insiden itu sebagian berasal dari penarikan mundur Presiden AS Donald Trump tahun lalu dari perjanjian nuklir internasional 2015 untuk mengekang program senjata nuklir Teheran. Trump kemudian menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan, yang telah mengganggu ekonomi Iran.

Otoritas Gibraltar pada Kamis (15/8) memutuskan untuk melepaskan tanker Iran itu dan mengatakan mereka telah menerima jaminan tertulis dari Teheran bahwa minyak mentah itu tidak akan dikirim ke Suriah.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Utusan China ke AS, Persiapkan Pembicaraan Perdagangan
Tuesday, 17 September 2019 23:26 WIB

China menyatakan seorang pejabat pemerintah akan bertolak ke Amerika Serikat pekan ini untuk meletakkan landasan bagi dimulainya pembicaraan perdagangan tingkat tinggi bulan depan. Kantor berita pemerintah Xinhua menyebutkan Deputi Menteri Keuangan Liao Min akan tiba di Washington hari Rabu (18/9) ...

Polisi Italia Tangkap Tiga Orang yang Dituduh Siksa Migran di Libya
Tuesday, 17 September 2019 16:40 WIB

Polisi Italia, Pada Senin (16/9) menangkap tiga laki-laki yang dituduh menyiksa dan memeras uang dari para migran di sebuah pusat penahanan Libya. Jaksa penuntut di Sisilia memerintahkan penangkapan dua warga Mesir dan satu warga Guinea, setelah beberapa orang mengenali mereka sebagai penyiksa mere...

Korut: Pembicaraan Denuklirisasi Mungkin Dilakukan Jika 'Ancaman' Dicabut
Tuesday, 17 September 2019 10:34 WIB

Korea Utara mengatakan mungkin bersedia untuk membahas "denuklirisasi" dengan Amerika Serikat jika "ancaman dan rintangan" yang tidak ditentukan untuk keamanan dan pembangunannya ditangani. Komentar hari Senin (16/9) oleh kementerian luar negeri Korea Utara itu disampaikan beberapa hari menjelang a...

Serangan pada Fasilitas Minyak Saudi Hancurkan Setengah Pasokan Kerajaan
Monday, 16 September 2019 23:23 WIB

Kelompok Houthi yang berpusat di Iran mengatakan, pihaknya menyerang dua instalasi minyak di jantung industri minyak Arab Saudi pada Sabtu, menghancurkan lebih dari setengah produksi kerajaan, dalam satu langkah yang diharapkan akan membuat harga minyak melonjak dan meningkatkan ketegangan di Timur ...

Trump: AS 'Siap Tempur' untuk Balas Serangan Minyak Saudi
Monday, 16 September 2019 17:05 WIB

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan pasukan AS 'siap tempur' untuk membalas serangan terhadap salah satu ladang minyak terbesar Arab Saudi dan fasilitas minyak mentah terbesar di dunia itu. "Ada alasan untuk percaya bahwa kita tahu pelakunya," ujar Trump dalam cuitan di Twitter Mingg...

ANOTHER NEWS
Emas Bertahan Di Dekat $ 1.500 Sebelum Keputusan Suku Bunga Ditetapkan
Wednesday, 18 September 2019 08:35 WIB Investor emas telah memasuki mode menunggu dan lihat menjelang penurunan suku bunga yang diharapkan oleh Federal Reserve pada hari Rabu yang akan memulai putaran yang sibuk jelang keputusan kebijakan dari bank sentral terkemuka. Harga terbatas...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.