Presiden Korsel Menyerukan Pembicaraan untuk Mengakhiri Perdagangan dengan Jepang
Thursday, 15 August 2019 18:01 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada hari Kamis menawarkan cabang zaitun ke Jepang untuk mengakhiri sengketa perdagangan yang tegang, dengan mengatakan Seoul akan "dengan senang hati bergandengan tangan" jika Tokyo menerima panggilan untuk menyelesaikannya melalui dialog.

Moon Jae-in dalam pidato yang disiarkan secara nasional juga mengecilkan ancaman yang ditimbulkan oleh peluncuran balistik jangka pendek Korea Utara baru-baru ini dan menyatakan harapan bahwa Washington dan Pyongyang akan segera melanjutkan negosiasi nuklir.

Pidato Moon Jae-in pada upacara yang menandai peringatan ke-74 pembebasan Korea dari pemerintahan kolonial Jepang pada akhir Perang Dunia II datang di tengah meningkatnya kemarahan publik atas langkah-langkah baru-baru ini Tokyo untuk memaksakan pembatasan perdagangan di Korea Selatan, yang memicu pertikaian diplomatik penuh.

Puluhan ribu warga Korea Selatan diperkirakan akan melakukan unjuk rasa anti-Jepang yang direncanakan sepanjang hari Kamis.

Seoul menuduh Tokyo melakukan persenjataan perdagangan untuk menargetkan perekonomiannya yang bergantung pada ekspor dan membalas terhadap keputusan pengadilan Korea Selatan yang meminta perusahaan-perusahaan Jepang untuk menawarkan ganti rugi bagi para penggugat Korea Selatan yang sudah tua karena kerja paksa mereka di Perang Dunia II. Langkah-langkah Tokyo mengejutkan di Korea Selatan, di mana banyak orang masih menyimpan kebencian yang kuat atas pemerintahan kolonial Jepang yang kejam di Semenanjung Korea dari tahun 1910 hingga 1945.

Setelah mengancam penanggulangan keras dan menyatakan bahwa Korea Selatan akan "tidak pernah kalah" ke Jepang lagi, Moon telah mengambil nada lebih berdamai selama seminggu terakhir di tengah bantuan di Seoul bahwa dampak dari langkah-langkah perdagangan Jepang mungkin tidak seburuk yang diperkirakan sebelumnya.

Ada juga kekhawatiran bahwa seruan nasionalistik pemerintah untuk persatuan dalam menghadapi apa yang sebelumnya digambarkan Moon Jae-in sebagai krisis yang "belum pernah terjadi sebelumnya" memungkinkan kemarahan publik terhadap Jepang untuk mencapai tingkat berbahaya.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Korsel Cabut Jepang dari Daftar Negara Penerima Layanan Cepat Perdagangan
Wednesday, 18 September 2019 23:25 WIB

Korea Selatan merealisasikan janjinya untuk mencabut Jepang dari daftar negara pilihan yang mendapatkan layanan perdagangan jalur cepat “ sebuah langkah yang mempertegas pertikaian diplomatik yang meningkat terkait pendudukan Jepang pada abad ke-20 di Semenanjung Korea. Pencabutan Tokyo dari daft...

AS Gugat Pelapor Snowden Terkait Buku Baru
Wednesday, 18 September 2019 17:36 WIB

Amerika Serikat menggugat mantan karyawan CIA dan NSA, Edward Snowden, karena diduga melanggar perjanjian kerahasiaan yang ia tandatangani sebelum menerbitkan buku barunya. Departemen Kehakiman menuduh Snowden tidak memenuhi kesepakatan untuk menyerahkan draft buku "Permanent Record" kepada kedua l...

Trump Klaim AS Capai Kesepakatan Perdagangan dengan Jepang
Wednesday, 18 September 2019 10:44 WIB

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin (16/9) bahwa Washington telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tokyo. Hal tersebut dapat dilakukan tanpa persetujuan kongres. Dalam suratnya kepada Kongres AS yang dirilis oleh Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa ia bermaksud untuk membuat...

Utusan China ke AS, Persiapkan Pembicaraan Perdagangan
Tuesday, 17 September 2019 23:26 WIB

China menyatakan seorang pejabat pemerintah akan bertolak ke Amerika Serikat pekan ini untuk meletakkan landasan bagi dimulainya pembicaraan perdagangan tingkat tinggi bulan depan. Kantor berita pemerintah Xinhua menyebutkan Deputi Menteri Keuangan Liao Min akan tiba di Washington hari Rabu (18/9) ...

Polisi Italia Tangkap Tiga Orang yang Dituduh Siksa Migran di Libya
Tuesday, 17 September 2019 16:40 WIB

Polisi Italia, Pada Senin (16/9) menangkap tiga laki-laki yang dituduh menyiksa dan memeras uang dari para migran di sebuah pusat penahanan Libya. Jaksa penuntut di Sisilia memerintahkan penangkapan dua warga Mesir dan satu warga Guinea, setelah beberapa orang mengenali mereka sebagai penyiksa mere...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Jatuh Untuk Hari Ketiga (Review)
Thursday, 19 September 2019 03:32 WIB Saham-saham Hong Kong berakhir dengan penurunan pada Rabu ini, yang melanjutkan aksi jual hari ketiga karena para pelaku pasar resah atas dampak protes di kota tersebut, sementara mereka sedang menunggu keputusan kebijakan utama Federal...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.