AS 'Sangat Prihatin' karena Gerakan Pasukan China di Perbatasan Hong Kong
Thursday, 15 August 2019 10:50 WIB | GLOBAL |Global

Pemerintah Amerika mengatakan "sangat prihatin" dengan adanya laporan bahwa pasukan paramiliter China sedang bergerak di perbatasan dengan Hong Kong, kawasan China yang telah dilanda demonstrasi pro-demokrasi sejak dua bulan lebih.

"Kami mendesak China dan semua pihak di Hong Kong untuk mencari penyelesaian yang menghormati hak-hak dan kebebasan warga Hong Kong, dan otonomi kawasan itu, seperti yang tercantum dalam pernyataan bersama China dan Inggris", kata juru bicara departemen luar negeri Amerika.

Pernyataan bersama China-Inggris itu dicapai pada tahun 1984, sebelum Hong Kong diserahkan kembali kepada China tahun 1997. Tapi pernyataan itu juga menyepakati bahwa kedaulatan penuh atas Hong Kong baru akan diserahkan kepada China tahun 2047.

Ketika aksi protes terus meningkat minggu ini, media yang dikuasai pemerintah China menunjukkan video pasukan keamanannya sedang dihimpun di perbatasan dengan Hong Kong. Laporan sebelum ini juga mengatakan, polisi China daratan telah dituduh menyusup diantara para demonstran untuk menimbulkan kerusuhan.

œKami mengecam aksi kekerasan dan mendesak semua pihak supaya menahan diri. Kami tetap mendukung kebebasan menyatakan pendapat dan demonstrasi tanpa kekerasan di Hong Kong, kata juru bicara Departemen LN itu lagi.

Presiden Trump minggu lalu menunjukkan sikap lepas tangan dan mengatakan keadaan di Hong Kong œsangat, sangat sulit.

Jutaan penduduk Hong Kong turun ke jalan-jalan untuk memperotes apa yang mereka lihat sebagai œerosi kebebasan mereka. Demonstrasi itu dimulai karena adanya RUU pemerintah Hong Kong yang akan memungkinkan warga Hong Kong diekstradisi ke China daratan untuk diadili, tapi kemudian berubah menjadi tuntutan demokrasi yang lebih luas.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Pemimpin Hong Kong Mengatakan Hukum Keamanan yang Kontroversial tidak Perlu dikhawatirkan
Tuesday, 26 May 2020 17:35 WIB

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan kebebasan dasar kota itu tidak akan dilanggar oleh undang-undang keamanan baru untuk kota semi-otonom yang diusulkan oleh Beijing. Usulan undang-undang itu, yang diresmikan pekan lalu selama sidang kongres nasional China, akan mencegah dan menghukum tindakan...

Sekolah, Kantor Dibuka, New South Wales Bersiap Hadapi Kekacauan
Tuesday, 26 May 2020 11:23 WIB

Negara bagian terpadat di Australia pada Senin (25/5) mengerahkan ratusan staf pengendali keramaian untuk menegakkan aturan pembatasan sosial di transportasi umum. Lonjakan penumpang diperkirakan akan terjadi sementara sekolah-sekolah dan perkantoran dibuka kembali dan jumlah kasus virus corona berk...

AS Peringati 'Memorial Day', Korban Covid-19 Dekati 100 Ribu
Monday, 25 May 2020 18:51 WIB

Senin ini (25/5) adalah "Memorial Day" (Hari Pahlawan) di AS, hari untuk menghormati ratusan ribu tentara AS yang mengorbankan jiwa bagi negara. Bendera dikibarkan setengah tiang di berbagai penjuru negeri pada hari Senin untuk memperingati para tentara itu. Atas perintah presiden Donald Trump, ben...

Menlu China Memperingatkan Pihak Asing yang Memberi Gangguan Pada Hong Kong
Monday, 25 May 2020 14:02 WIB

Menteri Luar Negeri China Wang Yi memperingatkan Barat dan para pemain lainnya bahwa "tidak ada campur tangan eksternal akan ditoleransi" karena Beijing mempertimbangkan undang-undang keamanan baru di dalam semi-otonom Hong Kong. "Campur tangan asing yang melanggar hukum berlebihan dalam urusan Hon...

Keluarga mantan tangan kanan pangeran Saudi yang melarikan diri ke Kanada kini 'menjadi target'
Monday, 25 May 2020 12:03 WIB

Seorang pejabat senior keamanan Saudi yang selama bertahun-tahun merupakan perantara utama MI6 Inggris dan agen mata-mata Barat lainnya di Arab Saudi, kini dipersekusi bersama keluarganya, ujar mantan pejabat intelijen negara Barat. Dr Saad al-Jabri, yang membantu menggagalkan rencana bom al-Qaeda ...

ANOTHER NEWS
Dow melonjak 650 poin di tengah harapan pemulihan dan berita vaksin
Tuesday, 26 May 2020 23:55 WIB Saham-saham AS menguat pada Selasa setelah libur panjang akhir pekan, karena investor memanfaatkan berita vaksin virus corona serta tanda-tanda bahwa ekonomi global perlahan-lahan mulai merangkak kembali dari lockdown pandemi. Saham Dow Jones...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.