Jepang Mengatakan S. Korea Gagal Menjelaskan Alasan Pembatasan Perdagangan Baru
Tuesday, 13 August 2019 17:44 WIB | GLOBAL |Global

Jepang mengatakan tidak mengerti mengapa mereka dihapus dari daftar mitra dagang tepercaya Korea Selatan, langkah terbaru dalam meningkatnya perselisihan perdagangan antara negara-negara tetangga di Asia.

Seoul mengumumkan Senin bahwa mereka telah memindahkan Tokyo ke kategori baru yang membawa lebih banyak pembatasan pada ekspor barang-barang sensitif. Menteri Perdagangan Sung Yun-mo mengatakan kategori baru adalah untuk negara-negara yang telah mengatur kontrol ekspor mereka dengan cara yang melanggar norma internasional.

Menteri Perdagangan Jepang Hiroshige Seko mengatakan di Twitter Selasa bahwa Korea Selatan belum cukup menjelaskan bagaimana Jepang tidak sesuai dengan standar ekspor global.

Langkah ini adalah yang terbaru dalam sengketa perdagangan bolak-balik antara kedua negara yang memasukkan Jepang menjatuhkan Korea Selatan dari daftar mitra dagang pilihannya sendiri.

Tokyo menegaskan keputusan perdagangannya dimotivasi oleh kekhawatiran keamanan nasional, sementara langkah tersebut secara luas dipandang sebagai pembalasan atas keputusan pengadilan Korea Selatan baru-baru ini yang memerintahkan perusahaan-perusahaan Jepang untuk memberi kompensasi kepada orang Korea yang dipaksa bekerja selama pendudukan kolonial Jepang di Korea.

Perang dagang antara Jepang dan Korea Selatan, masing-masing ekonomi terbesar ketiga dan ke-11 di dunia, akan memiliki konsekuensi yang luas.

Itu bisa mengancam rantai pasokan teknologi global, karena Korea Selatan memproduksi 70 persen dari chip memori dunia.

Perubahan ini akan mulai berlaku pada bulan September. Setelah melakukannya, perusahaan Korea Selatan yang ingin mengirim barang sensitif ke Jepang harus melalui proses persetujuan yang memakan waktu hingga 15 hari, naik dari sekitar lima hari di bawah sistem saat ini.

Kebijakan baru Jepang dimulai 28 Agustus di mana perusahaan-perusahaan Jepang perlu meminta persetujuan kasus per kasus dari kementerian perdagangan negara itu sebelum mengirimkan produk-produk tertentu ke Korea Selatan.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Korut Tembakkan Lagi Proyektil ke Laut
Friday, 16 August 2019 23:54 WIB

Korea Utara telah meluncurkan lagi serangkaian senjata jarak pendek ke perairan di lepas pantai timurnya, lapor militer Korea Selatan. Ini tampaknya menunjukkan luapan kemarahan terbaru Pyongyang atas berlanjutnya latihan militer Amerika-Korea Selatan. Korea Utara menembakkan dua œproyektil tidak...

Trump Mengatakan AS Bergerak Cepat Menuju Kesepakatan Perdagangan dengan Inggris
Friday, 16 August 2019 17:44 WIB

Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Kamis Amerika Serikat dan Inggris bergerak cepat menuju kesepakatan perdagangan yang akan "fantastis dan besar." "Saya pikir kita akan membuat kesepakatan perdagangan yang fantastis dan besar dengan Inggris," kata Trump kepada wartawan sebelum berangkat un...

Dua Pejabat Intelijen AS Mengundurkan Diri
Friday, 16 August 2019 10:40 WIB

Dua pejabat intelijen Washington mengakhiri jabatannya pada Kamis (15/8), meninggalkan badan intelijen nasional AS di tangan pejabat sementara, Presiden AS Donald Trump pun melanjutkan seleksi untuk kepemimpinan intelijen negara tersebut. Kepergian direktur intelijen nasional Dan Coats dan wakilnya...

Presiden Trump Tawarkan 'Pertemuan Pribadi' dengan Presiden China
Thursday, 15 August 2019 23:36 WIB

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan perjanjian perdagangan dengan China dapat ditangguhkan hingga Beijing mencapai penyelesaian yang manusiawi dengan pengunjuk rasa prodemokrasi Hong Kong. Trump bahkan menyatakan ia secara pribadi dapat memperantarai kesepakatan antara Beijing dan para demonstr...

Presiden Korsel Menyerukan Pembicaraan untuk Mengakhiri Perdagangan dengan Jepang
Thursday, 15 August 2019 18:01 WIB

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada hari Kamis menawarkan cabang zaitun ke Jepang untuk mengakhiri sengketa perdagangan yang tegang, dengan mengatakan Seoul akan "dengan senang hati bergandengan tangan" jika Tokyo menerima panggilan untuk menyelesaikannya melalui dialog. Moon Jae-in dalam pidat...

ANOTHER NEWS
Wall Street Berakhir Dengan Kenaikan Tajam Pada Optimisme Stimulus Jerman
Saturday, 17 August 2019 03:34 WIB Saham AS rebound pada hari Jumat karena reli obligasi yang surut dan berita tentang potensi stimulus ekonomi Jerman membawa pembeli kembali ke pasar ekuitas, menutup buku pada minggu yang penuh gejolak. Sementara ketiga rata-rata saham utama AS...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.