Lembaga Amal Perancis Selamatkan Lebih dari 81 Migran Libya
Monday, 12 August 2019 17:47 WIB | GLOBAL |Global

Dua lembaga amal Prancis menyelamatkan 81 migran lagi dari lepas pantai perairan Libya pada Minggu (11/8). Dengan demikian jumlah orang yang telah diselamatkan dari laut sejak Jumat (9/8) menjadi 211.

Doctors Without Borders (Dokter Tanpa Tapal Batas) dan SOS Mediterranean bersama-sama mengoperasikan kapal penyelamatan berbendera Norwegia, Ocean Viking.

Sebagian besar dari yang diselamatkan dalam tiga hari belakangan adalah laki-laki Sudan, termasuk ke-81 yang diselamatkan dari sebuah perahu karet tipis, Minggu (11/8). Para saksi mata di atas kapal Ocean Viking mengatakan para laki-laki di perahu itu melambaikan tangan dan bersorak gembira ketika melihat kapal Ocean Viking mendekati mereka.

"Hanya kami satu-satunya yang ada di kawasan itu, garda pantai Libya tidak merespon," kata koordinator penyelamatan SOS Mediterranean, Nicholas Romaniuk, kepada AFP.

Dia memperkirakan akan ada lebih banyak migran yang meninggalkan Libya dalam beberapa hari mendatang karena cuaca bagus dan hari libur Idul adha, yang artinya jumlah polisi yang patroli di pantai tak sebanyak biasanya.

Sementara itu, kelompok bantuan Spanyol, Open Arms, mengatakan mereka memiliki 160 migran di atas kapal penyelamatnya, termasuk tiga yang membutuhkan "perhatian medis khusus."

Pendiri Open Arms, Oscar Camps, pada hari Minggu meminta pemerintah Eropa untuk meminta bantuan, terutama Italia, yang merupakan pelabuhan paling aman.

Ribuan migran dari Afrika mencoba mencapai pantai UE dari Libya setiap tahun. Mereka yang tidak diselamatkan oleh badan amal ditinggalkan di atas kapal yang tidak aman atau dijemput oleh penjaga pantai Libya dan dikembalikan ke Libya, di mana mereka ditempatkan di fasilitas penahanan.

Beberapa fasilitas itu telah terperangkap dalam pertempuran antara pemerintah saingan di Libya. Sebuah rudal menabrak satu gedung penahanan di luar Tripoli pada Juli, menewaskan 53.

Sumber : VOA News

RELATED NEWS

Kaum Minoritas di Pakistan Menunggu Vonis Ulama Radikal
Friday, 6 December 2019 17:05 WIB

Kaum minoritas di Pakistan dengan cemas menunggu putusan pengadilan terakhir terhadap ulama garis keras yang didakwa bulan lalu atas tuduhan penghasutan dan terorisme. Ulama itu dituduh mendorong unjuk rasa nasional di Pakistan. Pengadilan Antiterorisme (ATC) di Provinsi Punjab, Pakistan, secara re...

AS Pertimbangkan Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah
Friday, 6 December 2019 11:09 WIB

Koran Wall Street Journal melaporkan, Rabu (4/12), bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk mengirim tambahan 14 ribu tentara lagi ke Timur Tengah dalam menghadapi ancaman Iran. Rencana pengerahan pasukan itu mencakup "puluhan" kapal lebih banyak dan dua kali lipat jumlah pasukan ya...

Ketegangan Turki-Yunani Meningkat Terkait Ambisi Ankara di Laut Tengah
Thursday, 5 December 2019 23:55 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis bertemu pada Rabu (4/12). Pertemuan itu adalah upaya untuk meredakan ketegangan atas perairan wilayah yang disengketakan di Laut Tengah bagian timur. Pertemuan yang digelar di sela-sela KTT NATO di London itu terjadi...

Perancis Bersiap Hadapi Pemogokan Massal
Thursday, 5 December 2019 16:56 WIB

Perancis sedang bersiap menghadapi pemogokan nasional yang rencananya digelar Kamis (5/12) pagi waktu setempat. Mogok massal itu diperkirakan dapat melumpuhkan kegiatan di negara itu. Serikat buruh Perancis telah menyerukan pemogokan atas rencana Presiden Emmanuel Macron untuk merombak sistem pensi...

Trump Tuduh PM Kanada Justin Trudeau 'Bermuka Dua'
Thursday, 5 December 2019 11:32 WIB

Presiden Amerika Donald Trump menuduh perdana menteri Kanada Justin Trudeau œbermuka dua setelah Trudeau dan beberapa pemimpin NATO lainnya tampak sedang 'membual' tentang dirinya. Sebuah rekaman video yang dibuat ketika berlangsung resepsi di istana Buckingham menunjukkan Trudeau sedang berca...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong akhiri pekan dengan catatan positif (Review)
Saturday, 7 December 2019 04:32 WIB Saham Hong Kong ditutup menguat lebih dari satu persen pada hari Jumat, didorong oleh harapan baru bahwa China dan Amerika Serikat pada akhirnya akan mencapai kesepakatan perdagangan parsial. Indeks Hang Seng menambahkan 1,07 persen, atau 281,33...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.