Latihan Militer Gabungan AS-Korsel Jalan Terus
Thursday, 1 August 2019 17:25 WIB | GLOBAL |AmerikaGlobalKorea Selatan

Latihan militer gabungan antara Amerika dan Korea Selatan akan terus dilanjutkan, kata seorang pejabat Pentagon, Rabu (31/7), setelah Korea Utara mengadakan uji coba peluncuran rudal dan menyerukan supaya latihan gabungan itu dibatalkan.

Seperti dilaporkan kantor berita AFP, pengukuhan bahwa latihan tahunan itu akan tetap diadakan menyusul serangkaian peluncuran rudal oleh Korea Utara, yang salah satunya disebut sebagai œperingatan khidmat bagi orang-orang Korea Selatan yang suka perang.

Tapi walaupun ada peringatan Korea Utara bahwa latihan gabungan Amerika dan Korea Selatan bisa menghambat perundingan dengan Amerika, seorang pejabat senior Amerika mengatakan œsampai sekarang belum ada perubahan apapun.

Pemerintah Amerika menempatkan hampir 30.000 tentara di Korea Selatan untuk mempertahankan negara itu, yang pernah diserbu Korea Utara pada 1950.

Latihan militer gabungan Amerika dan Korea Selatan itu telah menimbulkan kemarahan Korea Utara yang menganggapnya sebagai latihan atau persiapan untuk menyerangnya.

Korea Utara meluncurkan dua rudal pada Kamis pekan lalu, yang disusul dengan peluncuran dua misil lagi pada Rabu (31/7), kata militer Korea Selatan.

Resolusi DK PBB melarang Korea Utara meluncurkan rudal balistik.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Google memperbarui persyaratan dalam Bahasa Sederhana Pasca Pengawasan UE
Thursday, 20 February 2020 23:34 WIB

Google berusaha memastikan orang-orang tahu persis apa yang mereka daftarkan ketika mereka menggunakan layanan online-nya - meskipun itu masih berarti membaca dokumen yang panjang. Perusahaan memperbarui persyaratan layanan pada hari Kamis - pembaruan terbesar untuk kontrak penggunaan umum sejak 20...

Iran Laporkan Dua Korban Meninggal karena Virus Korona
Thursday, 20 February 2020 17:59 WIB

Kantor berita resmi Iran melaporkan dua orang meninggal setelah dinyatakan positif terkena virus korona. Keduanya adalah korban meninggal pertama di Iran. Kantor berita IRNA mengutip pejabat kementerian kesehatan yang mengatakan kedua orang itu meninggal di Kota Qom, di sebelah selatan Teheran. Ir...

Korsel Laporkan 15 Kasus Baru Virus Korona
Thursday, 20 February 2020 10:05 WIB

Korea Selatan, Rabu (19/2), melaporkan 15 kasus baru virus korona, sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai kemungkinan munculnya wabah penyakit itu di negara tersebut. Hingga saat ini, ada 46 warga Korea Selatan yang telah dikukuhkan tertular virus yang sangat menular ini. Menurut Pusat Pengaw...

Erdogan Mengkritik Gerakan UE untuk Melaksanakan Embargo Senjata Libya
Wednesday, 19 February 2020 23:54 WIB

Presiden Turki, Rabu, mengkritik keputusan Uni Eropa untuk meluncurkan upaya maritim yang difokuskan pada penegakan embargo senjata AS di sekitar Libya, menuduh negara-negara Eropa yang menyetujui operasi "campur tangan di kawasan itu." Recep Tayyip Erdogan juga memuji keputusan pemerintah Libya ya...

Bantu Venezuela, Perusahaan Minyak Rusia Dikenai Sanksi oleh AS
Wednesday, 19 February 2020 18:29 WIB

Pemerintah Amerika Serikat, Selasa (18/2), mengenakan sanksi-sanksi ke perusahaan dagang milik pemerintah Rusia, Rosneft, karena membantu Venezuela menghindari embargo ekspor minyak dari negara itu. Kata pejabat pemerintah AS, Rosneft Trading Company dan kepala perusahaan itu, Didier Casimiro dimas...

ANOTHER NEWS
Emas berjangka catat penyelesaian tertinggi dalam 7 tahun
Friday, 21 February 2020 01:51 WIB Emas berjangka naik untuk sesi keenam secara beruntun pada Kamis ini serta mencatatkan penyelesaian tertingginya sejak Februari 2013. "Kekhawatiran Corona menarik perhatian investor akan aset safe-haven," ungkap Lukman Otunuga, analis riset senior...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.