Boris Johnson Terpilih Jadi Perdana Menteri Baru Inggris
Wednesday, 24 July 2019 08:39 WIB | GLOBAL |Global

Partai Konservatif Inggris, Selasa (23/7) mengumumkan bahwa Boris Johnson telah menang pemilihan pemimpin baru partai itu dan menjadi perdana menteri mendatang Inggris.

Johnson mengalahkan Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt dalam pemungutan suara yang berakhir Senin malam, dengan dukungan 66 persen berbanding 34 persen.

œKami akan mempersatukan negara yang mengagumkan ini dan kami akan memajukannya, kata Johnson kepada para anggota partai setelah ia diumumkan sebagai pemenang.

Ia berjanji akan mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa pada 31 Oktober serta akan mempersatukan dan memperkuat negara itu dengan berbagai upaya untuk meningkatkan pendidikan, infrastruktur dan kepolisian.

Johnson akan resmi menggantikan Theresa May pada hari Rabu (24/7), sewaktu May mundur setelah berulang kali gagal mewujudkan Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Dalam pidatonya, Johnson berterimakasih kepada May atas œpengabdian luar biasa kepada partai dan negara.Di Washington, Presiden Amerika Donald Trump menyampaikan ucapan selamat kepada Johnson dan menulis œIa akan menjadi hebat!

Proses Brexit seharusnya diakhiri pada penghujung Maret lalu. Meskipun para pejabat Uni Eropa telah mengisyaratkan tidak tertarik untuk merundingkan kembali ketentuan-ketentuan Brexit yang telah tiga kali ditolak parlemen Inggris, mereka setuju untuk mengundurkan tenggatnya menjadi 31 Oktober.

Johnson, mantan menteri luar negeri yang populis di bawah pemerintahan May dan mantan walikota London, telah menyatakan kesediaan untuk menarik keluar Inggris dari Uni Eropa dengan atau tanpa kesepakatan. Banyak anggota parlemen yang menentang Brexit tanpa disertai kesepakatan, dengan alasan langkah semacam itu akan menimbulkan kekacauan ekonomi.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Mantan Menkeu dan Arsitek Reformasi Ekonomi India Tutup Usia
Monday, 26 August 2019 08:09 WIB

Mantan Menteri Keuangan India, Arun Jaitley, meninggal dunia hari Sabtu (24/8) di sebuah rumah sakit di New Delhi, beberapa bulan setelah dia mengundurkan diri dari jabatan karena kesehatannya memburuk. Jaitley, 66 tahun, adalah tokoh yang dekat dengan Perdana Menteri Narendra Modi. Jaitley diangga...

Abe: Berakhirnya Perjanjian Intelijen Seoul Merusak Kepercayaan Bersama
Friday, 23 August 2019 17:13 WIB

Perdana Menteri Jepang mengatakan pada hari Jumat bahwa keputusan Korea Selatan untuk mengakhiri kesepakatan berbagi intelijen militer dengan Tokyo merusak rasa saling percaya. Shinzo Abe, berbicara sehari setelah Seoul mengumumkan keputusannya, mengatakan Tokyo "akan terus berkoordinasi erat denga...

Trump Batalkan Rencana Pemotongan Bantuan Luar Negeri
Friday, 23 August 2019 11:11 WIB

Presiden Donald Trump mempertimbangkan akan memangkas bantuan luar negeri Amerika bernilai AS$4 miliar karena dianggapnya pemborosan, dan tidak perlu. Tapi ia akhirnya mundur ketika rencananya itu ditentang oleh Kongres Amerika. œPresiden sudah menjelaskan bahwa ada pemborosan dan penyalahgunaan ...

Korsel Batalkan Perjanjian Berbagi Data Intelijen Militer dengan Jepang
Thursday, 22 August 2019 23:24 WIB

Di tengah meruncingnya perselisihan sengit dengan Jepang, Korea Selatan memutuskan untuk membatalkan perjanjian berbagi data intelijen militer dengan Tokyo. Hal ini membuka perpecahan baru dalam kerjasama keamanan trilateral di antara Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan. Kantor istana preside...

Trump Ingin Rusia Kembali ke Kelompok G7
Thursday, 22 August 2019 17:14 WIB

Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (21/8), mengatakan, ia ingin Rusia kembali dimasukkan ke dalam kelompok tujuh negara maju, walaupun Rusia masih menduduki Semenanjung Krimea. Rusia dikeluarkan dari kelompok itu karena menganeksasi Krimea pada 2014. Trump tampaknya tidak peduli bahwa Rusia mengan...

ANOTHER NEWS
China Berlakukan Tarif Tambahan untuk Minyak Mentah dan Produk AS Lainnya, Harga Minyak Turun
Monday, 26 August 2019 12:33 WIB Harga Minyak turun pada hari Senin di Asia setelah China mengumumkan akhir pekan lalu tarif tambahan 10% pada $ 75 miliar produk AS, termasuk minyak mentah. Sebagai balasan, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia memerintahkan perusahaan AS untuk...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.