Korea Selatan Klaim Peringatan ke Jet Rusia yang Disengketakan oleh Moskow
Tuesday, 23 July 2019 23:39 WIB | GLOBAL |Global

Jet angkatan udara Korea Selatan menembakkan 360 tembakan peringatan pada hari Selasa setelah sebuah pesawat militer Rusia dua kali melanggar wilayah udara Korea Selatan di lepas pantai timur negara itu, kata para pejabat Seoul dalam sebuah pengumuman yang dengan cepat diperdebatkan oleh Rusia.

Korea Selatan mengatakan tiga pesawat militer Rusia - dua pembom Tu-95 dan satu pesawat peringatan dini dan kontrol udara A-50 - memasuki zona identifikasi pertahanan udara Korsel di lepas pantai timurnya sebelum A-50 menyusup di wilayah udara Korea Selatan. Rusia kemudian mengatakan bahwa dua pembom Tu-95MS-nya sedang melakukan penerbangan rutin di atas perairan netral dan tidak memasuki wilayah Korea Selatan.

Menurut akun pemerintah Korea Selatan, sejumlah jet tempur Korea Selatan yang tidak ditentukan, termasuk F-16, bergegas ke daerah itu dan menembakkan 10 suar dan 80 peluru dari senapan mesin sebagai tembakan peringatan.

Pejabat pertahanan Seoul mengatakan pesawat pengintai Rusia meninggalkan daerah itu tiga menit kemudian tetapi kemudian kembali dan melanggar wilayah udara Korea Selatan lagi selama empat menit. Para pejabat mengatakan jet tempur Korea Selatan kemudian menembakkan 10 suar dan 280 peluru dari senapan mesin sebagai tembakan peringatan.

Korea Selatan mengatakan ini adalah pertama kalinya sebuah pesawat militer asing melanggar wilayah udara Korea Selatan sejak akhir Perang Korea 1950-53.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dan Kepala Staf Gabungan memanggil duta besar bertindak Rusia dan atase pertahanannya untuk memprotes.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Mantan Menkeu dan Arsitek Reformasi Ekonomi India Tutup Usia
Monday, 26 August 2019 08:09 WIB

Mantan Menteri Keuangan India, Arun Jaitley, meninggal dunia hari Sabtu (24/8) di sebuah rumah sakit di New Delhi, beberapa bulan setelah dia mengundurkan diri dari jabatan karena kesehatannya memburuk. Jaitley, 66 tahun, adalah tokoh yang dekat dengan Perdana Menteri Narendra Modi. Jaitley diangga...

Abe: Berakhirnya Perjanjian Intelijen Seoul Merusak Kepercayaan Bersama
Friday, 23 August 2019 17:13 WIB

Perdana Menteri Jepang mengatakan pada hari Jumat bahwa keputusan Korea Selatan untuk mengakhiri kesepakatan berbagi intelijen militer dengan Tokyo merusak rasa saling percaya. Shinzo Abe, berbicara sehari setelah Seoul mengumumkan keputusannya, mengatakan Tokyo "akan terus berkoordinasi erat denga...

Trump Batalkan Rencana Pemotongan Bantuan Luar Negeri
Friday, 23 August 2019 11:11 WIB

Presiden Donald Trump mempertimbangkan akan memangkas bantuan luar negeri Amerika bernilai AS$4 miliar karena dianggapnya pemborosan, dan tidak perlu. Tapi ia akhirnya mundur ketika rencananya itu ditentang oleh Kongres Amerika. œPresiden sudah menjelaskan bahwa ada pemborosan dan penyalahgunaan ...

Korsel Batalkan Perjanjian Berbagi Data Intelijen Militer dengan Jepang
Thursday, 22 August 2019 23:24 WIB

Di tengah meruncingnya perselisihan sengit dengan Jepang, Korea Selatan memutuskan untuk membatalkan perjanjian berbagi data intelijen militer dengan Tokyo. Hal ini membuka perpecahan baru dalam kerjasama keamanan trilateral di antara Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan. Kantor istana preside...

Trump Ingin Rusia Kembali ke Kelompok G7
Thursday, 22 August 2019 17:14 WIB

Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (21/8), mengatakan, ia ingin Rusia kembali dimasukkan ke dalam kelompok tujuh negara maju, walaupun Rusia masih menduduki Semenanjung Krimea. Rusia dikeluarkan dari kelompok itu karena menganeksasi Krimea pada 2014. Trump tampaknya tidak peduli bahwa Rusia mengan...

ANOTHER NEWS
China Berlakukan Tarif Tambahan untuk Minyak Mentah dan Produk AS Lainnya, Harga Minyak Turun
Monday, 26 August 2019 12:33 WIB Harga Minyak turun pada hari Senin di Asia setelah China mengumumkan akhir pekan lalu tarif tambahan 10% pada $ 75 miliar produk AS, termasuk minyak mentah. Sebagai balasan, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia memerintahkan perusahaan AS untuk...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.