Kapal Selam Perancis Ditemukan Setelah Hilang 50 Tahun Lalu
Tuesday, 23 July 2019 19:11 WIB | GLOBAL |GlobalPerancis

Puing-puing kapal selam Perancis yang hilang lebih dari 50 tahun lalu, ditemukan hampir 45 kilometer dari markas kapal itu di pelabuhan Toulon. Lima puluh dua pelaut berada di atas kapal selam Minerve ketika kapal itu menghilang pada Januari 1968.

"Ini sebuah kesuksesan, melegakan dan prestasi teknis," kata Menteri Pertahanan Perancis Florence Parly dalam cuitannya di Twitter, Senin (22/7). "Saya memikirkan keluarga mereka yang telah menunggu begitu lama bagi penemuan ini."

Parly yang mengumumkan misi pencarian baru awal tahun ini mengatakan, keberhasilan itu mungkin berkat "kemajuan teknologi baru-baru dalam eksplorasi bawah laut, termasuk penggunaan sonar baru dan drone penelitian."

Pihak berwenang Perancis belum pernah mengumumkan penyebab kecelakaan terkait hilangnya kapal selam Minerve.

Para ahli mengira, mungkin karena masalah dengan kemudi, tabrakan dengan kapal lain, ledakan rudal atau torpedo, atau mungkin karena kesalahan sistem pasokan oksigennya.

Parly mengatakan upacara akan diadakan di laut untuk keluarga para pelaut yang tewas. Bangkai kapal itu akan dibiarkan tetap di tempatnya, berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir para pelaut, kata angkatan laut Perancis.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Pemimpin Iran Mengatakan Trump adalah 'Badut' yang Berpura-pura Mendukung
Friday, 17 January 2020 23:31 WIB

Pemimpin tertinggi Iran mengatakan serangan misilnya terhadap pasukan AS di Irak awal bulan ini adalah "pukulan terhadap citra Amerika" sebagai negara adidaya, ketika ia memimpin shalat di Tehran untuk pertama kalinya sejak 2012. Ayatollah Ali Khamenei mengatakan Amerika "dengan pengecut" membunuh ...

Pentagon Bantah Tuduhan 'Laporan Palsu' Pencapaian di Afghanistan
Friday, 17 January 2020 18:02 WIB

Pentagon membantah tuduhan bahwa kepemimpinan militer "mendorong kebohongan" guna menggambarkan upaya-upaya Amerika yang lebih optimis dalam perang hampir 20 tahun di Afghanistan. "Gagasan bahwa ada beberapa upaya untuk menyembunyikan kebenaran atau kenyataan di lapangan (Afghanistan, red.) tidak m...

Kesepakatan Perdagangan AS-Cina Mendapat Pujian, Tetapi Meninggalkan Bisnis Yang Belum Selesai
Friday, 17 January 2020 09:55 WIB

Kesepakatan perdagangan "Fase 1" antara Amerika Serikat dan Cina, yang ditandatangani dengan banyak keriuhan di Gedung Putih pada hari Rabu, disambut dengan pujian yang berkualitas oleh sebagian besar pakar perdagangan yang melihat kabar baik dalam setiap pengurangan ketegangan antara dua ekonomi te...

PM Baru Rusia, Seorang Birokrat Karier Tanpa Tujuan Politik
Thursday, 16 January 2020 23:55 WIB

Mikhail Mishustin tidak pernah memiliki ambisi politik sebagai birokrat karier dan namanya tidak muncul sebagai kandidat utama untuk menjadi perdana menteri Rusia berikutnya. Tetapi Mishustin yang berusia 53 tahun, kepala lama dinas pajak Rusia, disadap untuk jabatan oleh Presiden Vladimir Putin. M...

China: Virus Korona Baru Mungkin Menyebar Antar Manusia
Thursday, 16 January 2020 17:36 WIB

Kemungkinan virus baru yang ditemukan di China Tengah bisa menyebar antar manusia tidak bisa dihapuskan, meskipun resiko penyebarannya pada saat ini rendah, kata para pejabat China, Rabu (15/1). Empat puluh satu orang di kota Wuhan telah didiagnosa mengidap jenis baru virus corona yang selama ini d...

ANOTHER NEWS
Catat kenaikan mingguan terbaik sejak Agustus, S&P 500 dan Dow ditutup pada rekor baru
Saturday, 18 January 2020 04:19 WIB Saham AS ditutup pada tertinggi sepanjang masa pada Jumat, catat rekor ketiga beruntun untuk Dow dan S&P 500, seiring investor menyambut data ekonomi bullish dan berlanjutnya gelombang optimisme perdagangan. Saham Dow Jones Industrial Average...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.