Huawei Bantu Korea Utara Bangun Jaringan Nirkabel
Tuesday, 23 July 2019 08:20 WIB | GLOBAL |Global

Huawei Technologies, perusahaan teknologi raksasa China yang terjerat dalam sengketa dagang antara Beijing dan Amerika, secara diam-diam membantu Korea Utara membangun jaringan nirkabel komersial dalam beberapa tahun terakhir ini. Berita itu diterbitkan harian The Washington Post hari Senin.

Harian the Washington Post melaporkan, kajian terhadap dokumen internal perusahaan dan sumber-sumber yang dekat dengan operasional Huawei menunjukkan bahwa perusahaan itu bermitra dengan perusahaan milik pemerintah China, Panda International Information Technology, pada sejumlah proyek dengan Korea Utara selama rentang waktu sedikitnya delapan tahun.

The Post, sebutan bagi harian ini, menyebutkan sumber informasinya “ terdiri atas perintah kerja terdahulu, kontrak-kontrak, dan tabel data “ adalah mantan pegawai Huawei yang menganggap informasi dimaksud dapat menjadi konsumsi publik, namun tidak mau identitasnya disebut karena khawatir akan aksi balasan.

Bantuan Huawei untuk Korea Utara segera menimbulkan pertanyaan apakah perusahaan itu, yang menggunakan teknologi Amerika pada produknya, melanggar ketentuan kendali ekspor Amerika tentang penyediaan peralatan kepada Pyongyang. Rezim komunis yang tertutup itu terus berada di bawah sanksi ekonomi internasional terkait pengembangan senjata nuklirnya dan pelanggaran hak asasi manusia.

Pemerintahan Presiden Donald Trump, mengutip kekhawatiran akan keamanan nasional, memberi sanksi kepada Huawei pada bulan Mei, melarang perusahaan-perusahaan Amerika menjual suku cadang ke Huawei tanpa lisensi khusus karena khawatir produknya dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi intelijen untuk Beijing. China telah menetapkan Huawei sebagai œjuara nasional.

Namun setelah Trump bertemu Presiden China, Xi Jinping pada KTT Ekonomi G-20 di Jepang satu bulan lalu, pemimpin Amerika ini, dalam upayanya memulai kembali pembicaraan dagang dengan China, menyetujui permintaan Xi untuk memperbarui penjualan suku cadang Amerika kepada Huawei, namun menekankan bahwa hal tersebut hanya terjadi jika penjualan dimaksud tidak mengancam keamanan nasional Amerika.

Di luar isu keterlibatan Huawei di Korea Utara, Amerika telah menuduh perusahaan itu menipu bank dan melanggar larangan berdagang dengan Iran. Perusahaan ini mengaku tidak bersalah.

Dalam penyataan, Huawei mengatakan œtidak mempunyai bisnis di Korea Utara, tetapi menolak menjawab pertanyaan apakah perusahaan ini pernah bekerja di sana.

œHuawei berkomitmen penuh untuk mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku di negara dan wilayah tempat kami beroperasi, perusahaan itu menyatakan, œtermasuk seluruh kendali ekspor serta perundangan dan peraturan terkait sanksi PBB, Amerika, dan Uni Eropa."

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, bertemu Senin dengan jajaran eksekutif perusahaan semi-konduktor dan perangkat lunak terkait isu ekonomi, termasuk penjualan produk mereka ke Huawei. Meskipun Trump dan Xi sepakat untuk membuka kembali penjualan yang tidak mengancam keamanan nasional Amerika, Amerika belum merinci penjualan apa yang diizinkan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Negara-Negara Euro Menyetujui Setengah Triliun Eropa untuk Dukungan
Friday, 10 April 2020 11:23 WIB

Pemerintah dari 19 negara yang menggunakan euro mengatasi perbedaan tajam untuk menyepakati Kamis mengenai langkah-langkah yang dapat memberikan lebih dari setengah triliun euro ($ 550 miliar) bagi perusahaan, pekerja dan sistem kesehatan untuk meredam dampak ekonomi dari wabah virus. Mario Centeno...

Presiden China Janjikan Bantuan untuk Afrika Selatan Melawan Wabah Corona
Thursday, 9 April 2020 23:55 WIB

Presiden China Xi Jinping menawarkan dukungan dan sumber daya ke negara-negara Afrika, terutama Afrika Selatan, dalam perjuangan mereka melawan epidemi COVID-19. Media pemerintah China melaporkan, dalam percakapan telepon, Rabu (8/4), dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Xi menuturkan ba...

Meksiko Kehilangan Hampir 350 Ribu Pekerjaan di Tengah Wabah Corona
Thursday, 9 April 2020 16:45 WIB

Menteri Tenaga Kerja Meksiko Luisa Maria Alcalde mengatakan negaranya kehilangan 346.748 pekerjaan sejak pertengahan Maret selama negara itu berupaya mencegah dan mengendalikan wabah virus corona. Alcalde mengatakan, Rabu (8/4), kerugian terbesar terjadi di Quintana Roo, daerah pantai yang bergantu...

Pembangunan Kembali Notre Dame Paris terhenti karena Pandemi
Thursday, 9 April 2020 11:10 WIB

Setahun setelah kebakaran yang mengejutkan dunia dan menghancurkan atap katedral kuno Notre Dame di Paris, Prancis menandai ulang tahun pertama di tengah pandemi coronavirus. Pekerja yang menghilangkan kontaminasi timbal sebelum rekonstruksi dikirim pulang sebagai bagian dari upaya untuk menahan pen...

Trump Ancam Pangkas Dana AS untuk WHO
Wednesday, 8 April 2020 23:49 WIB

Amerika Serikat "akan menahan dengan sangat kuat dana yang diberikannya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Presiden Donald Trump hari Selasa (7/4), menyebut entitas kemanusiaan PBB itu gagal dalam menghadapi serangan gencar pandemi COVID-19. "Mereka keliru. Mereka tidak menanggapinya,...

ANOTHER NEWS
Negara-Negara Euro Menyetujui Setengah Triliun Eropa untuk Dukungan
Friday, 10 April 2020 11:23 WIB Pemerintah dari 19 negara yang menggunakan euro mengatasi perbedaan tajam untuk menyepakati Kamis mengenai langkah-langkah yang dapat memberikan lebih dari setengah triliun euro ($ 550 miliar) bagi perusahaan, pekerja dan sistem kesehatan untuk...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.