Polisi Hong Kong Tembakkan Gas Air Mata untuk Bubarkan Demonstran
Monday, 22 July 2019 17:11 WIB | GLOBAL |Global

Polisi Hong Kong hari Minggu (21/7) malam menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa pro-demokrasi yang kembali memenuhi jalan-jalan di wilayah itu. Puluhan ribu orang dilaporkan berdemonstrasi pada hari Minggu.

Jutaan orang sudah berunjuk rasa selama dua bulan terakhir, dengan demonstrasi awal terkait RUU kontroversial yang akan memungkinkan ekstradisi warga Hong Kong yang diduga melakukan kejahatan ke China daratan.

Pemimpin Hong Kong yang terpojok, Carrie Lam, telah meminta maaf atas kekacauan yang disebabkan oleh undang-undang ekstradisi dan menyatakan RUU itu sudah "mati."

Namun demonstrasi terus berlanjut dan berubah menjadi seruan untuk reformasi demokratis dan penyelidikan pengaduan terhadap kebrutalan polisi.

Gejolak sosial ini merupakan yang terburuk yang mengguncang bekas koloni Inggris itu sejak dipulangkan Inggris ke pemerintahan China 22 tahun lalu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Korsel Batalkan Perjanjian Berbagi Data Intelijen Militer dengan Jepang
Thursday, 22 August 2019 23:24 WIB

Di tengah meruncingnya perselisihan sengit dengan Jepang, Korea Selatan memutuskan untuk membatalkan perjanjian berbagi data intelijen militer dengan Tokyo. Hal ini membuka perpecahan baru dalam kerjasama keamanan trilateral di antara Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan. Kantor istana preside...

Trump Ingin Rusia Kembali ke Kelompok G7
Thursday, 22 August 2019 17:14 WIB

Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (21/8), mengatakan, ia ingin Rusia kembali dimasukkan ke dalam kelompok tujuh negara maju, walaupun Rusia masih menduduki Semenanjung Krimea. Rusia dikeluarkan dari kelompok itu karena menganeksasi Krimea pada 2014. Trump tampaknya tidak peduli bahwa Rusia mengan...

Dua Tentara AS Tewas Dalam Pertempuran di Afghanistan
Thursday, 22 August 2019 10:41 WIB

Dua orang tentara Amerika tewas, Rabu (218), di Afghanistan, kata para pejabat Amerika. Ini terjadi ketika delegasi Amerika dan Taliban akan segera mulai berunding lagi di Qatar. Pejabat Amerika mengatakan kedua tentara itu tewas dalam pertempuran, tapi tidak dijelaskan siapa musuh yang dilawan itu...

Tawaran Beli Greenland Ditolak, Trump Tunda Pertemuan Dengan PM Denmark
Wednesday, 21 August 2019 23:50 WIB

Presiden Donald Trump, Selasa (20/8), mengumumkan penundaan pertemuannya yang sudah dijadwalkan bulan depan dengan Perdana Menteri Denmark, karena pemimpin Denmark itu tidak berminat menjual pulau Greenland kepada Amerika. œBerdasarkan komentar Perdana Menteri Mette Fredericksen, bahwa ia tidak b...

Pentagon: Dept Negara Menyetujui Kemungkinan Penjualan Jet Tempur $8 Miliar ke Taiwan
Wednesday, 21 August 2019 17:46 WIB

Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui kemungkinan penjualan pesawat tempur F-16 senilai $ 8 miliar ke Taiwan, kata Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan pada hari Selasa dalam pemberitahuan resmi kepada Kongres. Kesepakatan potensial adalah untuk 66 pesawat, 75 mesin General Electric Co, serta s...

ANOTHER NEWS
Minyak Menuju Gain Mingguan pada Tanda-Tanda Meredanya Perdagangan, Stok yang Lebih Ketat
Friday, 23 August 2019 07:50 WIB Minyak berada di jalur untuk kenaikan mingguan, didukung oleh tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan antara AS dan China dan setelah data resmi menunjukkan penurunan dalam persediaan minyak mentah AS. Kontrak berjangka di New York naik 0,1%,...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.