China Minta AS "Koreksi" Sanksi-Sanksi terhadap Iran
Friday, 19 July 2019 23:56 WIB | GLOBAL |Global

China mendesak Washington, Jumat (19/7) agar mengoreksi sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap berbagai perusahaan China yang dituduh membantu Iran mendapatkan material untuk program nuklirnya.

Tekanan Amerika terhadap Iran dan œyurisdiksi lengan panjangnya hingga ke perusahaan-perusahaan di negara ke-tiga merupakan œakar penyebab ketegangan dengan Teheran, kata seorang juru bicara kementerian luar negeri China.

œChina secara konsisten dan tegas menentang pemberlakuan sanksi-sanksi sepihak Amerika dan apa yang disebut ˜yurisdiksi lengan panjang™ terhadap negara-negara lain, termasuk China, kata juru bicara itu, Geng Shuang. œKami mendesak Amerika Serikat agar segera mengoreksi pendekatan yang keliru ini dan dengan sungguh-sungguh menghormati hak-hak dan kepentingan sah semua pihak, lanjutnya.

Departemen Keuangan Amerika, Kamis (18/7) menyatakan telah memberlakukan sanksi-sanksi terhadap apa yang disebutnya sebagai jejaring perusahaan dan agen-agen cangkang. Disebutkan bahwa perusahaan tersebut berbasis di Iran, China dan Belgia. Departemen Keuangan tidak memberikan rincian tetapi menyatakan pembelian itu melanggar larangan PBB mengenai material yang dapat digunakan untuk program nuklir Iran.

Geng mengatakan Beijing menentang proliferasi nuklir, tetapi menolak sanksi-sanksi sepihak Washington.

œKami menentang keras aktivitas proliferasi apapun, selalu menerapkan dengan ketat kewajiban internasional yang relevan dan tetap berkomitmen pada nonproliferasi dan kerjasama internasional, kata Geng.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

AS Memulihkan Tubuh Personil Militer yang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Afghanistan
Wednesday, 29 January 2020 11:11 WIB

Pasukan AS yang bekerja di sebagian besar wilayah yang dikuasai Taliban di Afghanistan telah menemukan sisa-sisa dua personil militer yang tewas ketika pesawat mereka jatuh di provinsi Ghazni di negara itu. Para pejabat mengatakan pasukan juga menemukan apa yang mereka yakini sebagai perekam data p...

Inggris Beri Akses Terbatas untuk Jaringan 5G Huawei
Tuesday, 28 January 2020 23:50 WIB

Inggris, Selasa (28/1) memutuskan memberi akses terbatas bagi Huawei untuk membangun beberapa bagian jaringan seluler berkecepatan tinggi terbarunya. Ini merupakan suatu kemunduran bagi AS, yang mendorong sekutu-sekutunya untuk melarang perusahaan China tersebut. Pemerintah Inggris menyatakan tidak...

Sebagian Negara Ingin Evakuasi Mahasiswa dari Wuhan
Tuesday, 28 January 2020 18:06 WIB

Sebagian negara mengevakuasi mahasiswa dan warga mereka dari China, yang sedang dilanda wabah virus corona. Namun, sebagian lagi memilih membiarkan warga mereka tetap berada di Wuhan, kota kampus di mana virus itu dilaporkan bermula. Sekitar 500 mahasiswa Bangladesh termasuk yang terperangkap di Wu...

Trump Tawarkan Bantu China Perangi Wabah Virus Corona
Tuesday, 28 January 2020 11:05 WIB

Presiden Amerika Donald Trump menawarkan China bantuan yang dibutuhkan untuk melawan wabah virus corona yang mematikan, yang sejauh ini telah menewaskan 81 orang. Di Twitter hari pada Senin (27/1), Trump menulis, "Kita berkomunikasi sangat erat dengan China mengenai virus ini." Ditambahkan, "Kami m...

PM China Kunjungi Wuhan Sementara Angka Kematian Capai 80
Monday, 27 January 2020 23:26 WIB

Perdana Menteri China Li Keqiang mengunjungi kota Wuhan pada hari Senin untuk bertemu dengan para pejabat kesehatan dan memeriksa tanggapan terhadap wabah virus corona yang telah menewaskan 80 orang. Wuhan adalah pusat wabah dan warga di kota itu dan beberapa kota lainnya menghadapi pembatasan keta...

ANOTHER NEWS
Minyak naik di tengah dampak virus China; kemungkinan pengurangan pasokan OPEC
Wednesday, 29 January 2020 13:40 WIB Harga minyak naik untuk hari kedua pada hari Rabu, menguat setelah pembicaraan lima hari tentang OPEC yang dapat memperpanjang pemangkasan minyak jika coronavirus baru mengganggu permintaan, sementara data menunjukkan penurunan stok AS juga...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.