Iran Isyaratkan Bersedia Kurangi Ketegangan dengan AS
Friday, 19 July 2019 17:11 WIB | GLOBAL |Global

Iran telah mengisyaratkan kesediaannya mengambil langkah-langkah untuk mengurangi ketegangan terkait program nuklirnya dengan pemerintahan Trump.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan kepada wartawan di New York, Kamis (18/7), bahwa Teheran akan terbuka bagi inspeksi terhadap program nuklirnya, jika Washington mencabut sanksi-sanksi ekonominya.

Tetapi tawaran yang oleh Menlu Zarif digambarkan sebagai "langkah besar" itu, disambut dengan biasa-biasa saja.

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan, "Presiden (Trump) telah berulang kali mengatakan, ia bersedia untuk berbicara dengan para pemimpin Iran. Jika Iran bersikap serius, harus dimulai dengan mengakhiri pengayaan uranium segera dan membuat keputusan yang sungguh-sungguh untuk merundingkan kesepakatan yang mencakup penghentian selamanya ambisi nuklir Iran, termasuk pengembangan misil berkemampuan nuklir."

Pemerintahan Trump memperketat sanksi terhadap Iran, sejak AS menarik diri dari kesepakatan nuklir multilateral 2015 yang dikenal sebagai Program Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA).

Washington berusaha memaksa Iran untuk menyetujui batas yang lebih ketat pada kapasitas nuklirnya, mencegah program rudal balistiknya, dan mengakhiri dukungan bagi milisi-milisi bersenjata dalam perebutan kekuasaan regional melawan negara-negara Arab yang didukung AS.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

AS Memulihkan Tubuh Personil Militer yang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Afghanistan
Wednesday, 29 January 2020 11:11 WIB

Pasukan AS yang bekerja di sebagian besar wilayah yang dikuasai Taliban di Afghanistan telah menemukan sisa-sisa dua personil militer yang tewas ketika pesawat mereka jatuh di provinsi Ghazni di negara itu. Para pejabat mengatakan pasukan juga menemukan apa yang mereka yakini sebagai perekam data p...

Inggris Beri Akses Terbatas untuk Jaringan 5G Huawei
Tuesday, 28 January 2020 23:50 WIB

Inggris, Selasa (28/1) memutuskan memberi akses terbatas bagi Huawei untuk membangun beberapa bagian jaringan seluler berkecepatan tinggi terbarunya. Ini merupakan suatu kemunduran bagi AS, yang mendorong sekutu-sekutunya untuk melarang perusahaan China tersebut. Pemerintah Inggris menyatakan tidak...

Sebagian Negara Ingin Evakuasi Mahasiswa dari Wuhan
Tuesday, 28 January 2020 18:06 WIB

Sebagian negara mengevakuasi mahasiswa dan warga mereka dari China, yang sedang dilanda wabah virus corona. Namun, sebagian lagi memilih membiarkan warga mereka tetap berada di Wuhan, kota kampus di mana virus itu dilaporkan bermula. Sekitar 500 mahasiswa Bangladesh termasuk yang terperangkap di Wu...

Trump Tawarkan Bantu China Perangi Wabah Virus Corona
Tuesday, 28 January 2020 11:05 WIB

Presiden Amerika Donald Trump menawarkan China bantuan yang dibutuhkan untuk melawan wabah virus corona yang mematikan, yang sejauh ini telah menewaskan 81 orang. Di Twitter hari pada Senin (27/1), Trump menulis, "Kita berkomunikasi sangat erat dengan China mengenai virus ini." Ditambahkan, "Kami m...

PM China Kunjungi Wuhan Sementara Angka Kematian Capai 80
Monday, 27 January 2020 23:26 WIB

Perdana Menteri China Li Keqiang mengunjungi kota Wuhan pada hari Senin untuk bertemu dengan para pejabat kesehatan dan memeriksa tanggapan terhadap wabah virus corona yang telah menewaskan 80 orang. Wuhan adalah pusat wabah dan warga di kota itu dan beberapa kota lainnya menghadapi pembatasan keta...

ANOTHER NEWS
Minyak naik di tengah dampak virus China; kemungkinan pengurangan pasokan OPEC
Wednesday, 29 January 2020 13:40 WIB Harga minyak naik untuk hari kedua pada hari Rabu, menguat setelah pembicaraan lima hari tentang OPEC yang dapat memperpanjang pemangkasan minyak jika coronavirus baru mengganggu permintaan, sementara data menunjukkan penurunan stok AS juga...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.