Angkatan Udara 'Sangat' Mencegah Orang Dari Pangkalan Rahasia Area 51
Thursday, 18 July 2019 17:12 WIB | GLOBAL |Global

Angkatan Udara A.S. memberi peringatan untuk lebih dari 1 juta orang yang telah mendaftar ke " Area 51" untuk mencari alien sebagai bagian dari lelucon internet yang menjadi viral.

"Setiap upaya untuk mengakses daerah itu secara ilegal sangat tidak dianjurkan," kata Angkatan Udara dalam sebuah pernyataan, pada hari Rabu.

Angkatan Udara mengatakan tidak membahas langkah-langkah keamanannya dan bahwa jangkauan uji dan pelatihan, yang dikenal sebagai Area 51, memberikan "ruang pertempuran fleksibel, realistis, dan multidimensi" untuk pengujian dan "pelatihan lanjutan dalam mendukung kepentingan nasional A.S."

Acara Facebook "Storm Area 51, They Can't Stop All Of Us," mengundang orang untuk mencoba lari ke situs misterius pada pukul 3 pagi 20 September.

"Jika kita berlari seperti Naruto, kita bisa bergerak lebih cepat dari peluru mereka," deskripsi acara mengatakan, mengacu pada karakter manga Jepang yang dikenal untuk berlari dengan tangan terbentang ke belakang dan kepalanya ke depan.

Area 51 adalah bagian dari Area Uji dan Pelatihan Nevada yang luas. Ini telah menjadi subjek teori konspirasi yang mengatakan militer AS menjaga alien dan UFO di sana.

Setelah berpuluh-puluh tahun pejabat pemerintah menolak mengakui Area 51, CIA merilis dokumen yang tidak diklasifikasikan pada tahun 2013 yang merujuk pada instalasi seluas 20.700 kilometer persegi dengan nama dan menempatkannya di peta di dekat tempat tidur kering Danau Groom.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Inggris Hadapi Kesempatan Terakhir untuk Menghindari Brexit Tanpa Kesepakatan atau Penundaan
Thursday, 17 October 2019 17:25 WIB

Uni Eropa memperingatkan bahwa KTT hari Kamis mungkin menjadi kesempatan terakhir untuk menghindari pilihan antara penundaan lain untuk Brexit dan kerusakan ekonomi Inggris bila meninggalkan UE tanpa kesepakatan. Prospek kesepakatan pada pertemuan para pemimpin penting UE di Brussels mengalami kemu...

Menlu AS Kembali Serukan 'Solusi Manusiawi' atas Situasi di Hong Kong
Thursday, 17 October 2019 10:47 WIB

Pejabat Amerika memperbaharui seruan mereka bagi solusi œmanusiawi atas situasi di Hong Kong, di mana protes terus berlangsung dan tidak ada tanda-tanda akan berakhir. Dalam wawancara dengan Fox Business Network hari Rabu (16/10) Menlu AS Mike Pompeo mengatakan pemrotes Hong Kong minta pemerin...

Diplomat AS: Gedung Putih Tugaskan 'Trio Amigo' untuk Pimpin Kebijakan Ukraina
Thursday, 17 October 2019 03:50 WIB

Seorang pejabat tinggi Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan kepada penyelidik DPR bahwa pejabat-pejabat pemerintah memintanya untuk bersikap low profile terkait isu Ukraina. Sikap tersebut dibutuhkan untuk menghormati œtrio amigo yang mengambil alih kendali kebijakan luar negeri terhadap s...

Demonstran Pro-Demokrasi Serukan Sanksi Perdagangan atas Hong Kong
Wednesday, 16 October 2019 18:01 WIB

Pendukung gerakan pro-demokrasi di Hong Kong mendesak Kongres Amerika untuk meloloskan RUU hak azasi yang bisa memicu dilancarkannya sanksi-sanksi perdagangan atas pusat keuangan internasional di Hong Kong. Tapi para pengecam mengatakan, tindakan itu akan mengakibatkan lebih banyak kerugian dari pad...

Erdogan Tetap Bertentangan dalam Menghadapi Sanksi AS
Wednesday, 16 October 2019 10:56 WIB

Sanksi AS terhadap Turki atas serangan militernya terhadap Suriah diberhentikan oleh kepemimpinan politik di Ankara, ketika pasar keuangan mengabaikan langkah-langkah tersebut. Sanksi diumumkan terhadap pejabat Turki pada hari Senin karena negosiasi kesepakatan perdagangan 100 miliar dolar berakhir...

ANOTHER NEWS
Saham AS Dibuka Sedikit Lebih Tinggi Pasca Kesepakatan Brexit yang Tentatif, Data Ekonomi
Thursday, 17 October 2019 20:49 WIB Saham AS dibuka dengan kenaikan kecil pada Kamis setelah pemimpin Inggris dan Uni Eropa mengumumkan rancangan perjanjian tentang Brexit dan mengikuti putaran data ekonomi AS dan pendapatan perusahaan. Dow Jones Industrial Average naik 64 poin,...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.