Kelompok Hak Sipil Ajukan Permohonan Blokir Aturan Suaka Baru Trump
Thursday, 18 July 2019 11:18 WIB | GLOBAL |AmerikaGlobal

Beberapa kelompok hak-hak sipil, Rabu (17/7), mengajukan mosi untuk meminta perintah penahanan sementara dalam upaya memblok aturan suaka baru pemerintahan Trump, yang mulai berlaku pada Selasa (16/7).

Aturan baru pemerintahan Trump itu akan secara tegas melarang suaka bagi migran yang melintasi perbatasan AS-Meksiko, bila tanpa mengajukan permohonan dan ditolak suakanya di negara manapun yang mereka lewati, dalam perjalanan mereka menuju Amerika.

Langkah ini dilakukan setelah tiga organisasi, yaitu: Persatuan Kebebasan Sipil Amerika (ACLU), Pusat Hukum Kemiskinan Selatan (SPLC) dan Pusat untuk Hak-hak Konstitusional, mengajukan gugatan Selasa untuk menentang peraturan baru tersebut.

Seorang pengacara senior di SPLC yang mewakili kasus ini, Melissa Crow mengatakan, "Aturan baru akan memiliki konsekuensi yang sangat mengerikan bagi ribuan orang, terutama mereka yang telah menunggu di Meksiko untuk jangka waktu lama, karena praktik pemerintah yang memperlambat pengembalian para pencari suaka di perbatasan".

Pejabat pemerintahan Trump mengatakan bahwa aturan suaka baru itu dimaksudkan untuk meredakan ketegangan pada sistem suaka AS yang berlaku saat ini.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Pemimpin Iran Mengatakan Trump adalah 'Badut' yang Berpura-pura Mendukung
Friday, 17 January 2020 23:31 WIB

Pemimpin tertinggi Iran mengatakan serangan misilnya terhadap pasukan AS di Irak awal bulan ini adalah "pukulan terhadap citra Amerika" sebagai negara adidaya, ketika ia memimpin shalat di Tehran untuk pertama kalinya sejak 2012. Ayatollah Ali Khamenei mengatakan Amerika "dengan pengecut" membunuh ...

Pentagon Bantah Tuduhan 'Laporan Palsu' Pencapaian di Afghanistan
Friday, 17 January 2020 18:02 WIB

Pentagon membantah tuduhan bahwa kepemimpinan militer "mendorong kebohongan" guna menggambarkan upaya-upaya Amerika yang lebih optimis dalam perang hampir 20 tahun di Afghanistan. "Gagasan bahwa ada beberapa upaya untuk menyembunyikan kebenaran atau kenyataan di lapangan (Afghanistan, red.) tidak m...

Kesepakatan Perdagangan AS-Cina Mendapat Pujian, Tetapi Meninggalkan Bisnis Yang Belum Selesai
Friday, 17 January 2020 09:55 WIB

Kesepakatan perdagangan "Fase 1" antara Amerika Serikat dan Cina, yang ditandatangani dengan banyak keriuhan di Gedung Putih pada hari Rabu, disambut dengan pujian yang berkualitas oleh sebagian besar pakar perdagangan yang melihat kabar baik dalam setiap pengurangan ketegangan antara dua ekonomi te...

PM Baru Rusia, Seorang Birokrat Karier Tanpa Tujuan Politik
Thursday, 16 January 2020 23:55 WIB

Mikhail Mishustin tidak pernah memiliki ambisi politik sebagai birokrat karier dan namanya tidak muncul sebagai kandidat utama untuk menjadi perdana menteri Rusia berikutnya. Tetapi Mishustin yang berusia 53 tahun, kepala lama dinas pajak Rusia, disadap untuk jabatan oleh Presiden Vladimir Putin. M...

China: Virus Korona Baru Mungkin Menyebar Antar Manusia
Thursday, 16 January 2020 17:36 WIB

Kemungkinan virus baru yang ditemukan di China Tengah bisa menyebar antar manusia tidak bisa dihapuskan, meskipun resiko penyebarannya pada saat ini rendah, kata para pejabat China, Rabu (15/1). Empat puluh satu orang di kota Wuhan telah didiagnosa mengidap jenis baru virus corona yang selama ini d...

ANOTHER NEWS
Catat kenaikan mingguan terbaik sejak Agustus, S&P 500 dan Dow ditutup pada rekor baru
Saturday, 18 January 2020 04:19 WIB Saham AS ditutup pada tertinggi sepanjang masa pada Jumat, catat rekor ketiga beruntun untuk Dow dan S&P 500, seiring investor menyambut data ekonomi bullish dan berlanjutnya gelombang optimisme perdagangan. Saham Dow Jones Industrial Average...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.