Korut Kritik Rencana Latihan Militer AS-Korsel
Tuesday, 16 July 2019 23:41 WIB | GLOBAL |Global

Korea Utara telah mengkritik rencana Amerika untuk mengadakan latihan militer bersama bulan depan dengan Korea Selatan, dan mengisyaratkan latihan itu dapat berdampak negatif pada pembicaraan nuklir tingkat kerja mendatang dengan Washington.

Dalam sebuah pernyataan dari Kantor Berita Pusat Korea, kementerian luar negeri Korea Utara pada hari Selasa (16/7) mengatakan latihan itu melanggar kesepakatan yang dicapai tahun lalu oleh Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura.

œKami akan melihat langkah masa depan Amerika Serikat, dan kami akan membuat keputusan mengenai jadi tidaknya diadakan pembicaraan tingkat kerja, kata pernyataan yang dikabarkan berasal dari juru bicara kementerian luar negeri Korea Utara yang tidak disebutkan namanya.

Amerika dan Korea Utara sepakat untuk mengadakan pembicaraan tingkat kerja setelah pertemuan yang diatur secara mendadak bulan lalu antara Trump dan Kim di zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea.

Pertemuan itu membantu memulai kembali perundingan yang mandek karena perselisihan tentang cara menyelaraskan pencabutan sanksi dengan langkah-langkah untuk membongkar senjata nuklir Korea Utara.

Pada pertemuan puncak pertama mereka di Singapura Juni lalu, Trump dan Kim sepakat untuk bekerja œmenuju denuklirisasi total semenanjung Korea. Tetapi tidak ada pihak yang bisa sepakat tentang apa arti frasa itu atau bagaimana mulai bekerja ke arah itu.

Di Singapura, Trump juga setuju untuk mengurangi latihan militer Amerika dengan Korea Selatan. Tetapi Korea Utara masih secara teratur mengeluh tentang masih adanya latihan kecil-kecilan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Brazil Catat Rekor Baru Kematian Dalam Satu Hari Karena Virus Corona
Thursday, 4 June 2020 10:17 WIB

Brazil mengumumkan telah mencatat rekor kematian dalam satu hari akibat virus corona, Selasa (2/6). Kementerian kesehatan menyatakan telah mengukuhkan tambahan 1.262 kematian akibat COVID-19, membuat total kematian menjadi 31.199, dengan jumlah kasus terkonfirmasi sekarang mencapai 555.383, jumlah ...

Penduduk Asli Australia Menunjukkan Solidaritas Dengan Para Pemrotes AS
Wednesday, 3 June 2020 23:40 WIB

Ketika protes terjadi di Amerika Serikat, keluarga pribumi yang memiliki pengalaman buruk dengan penegak hukum mengatakan kebrutalan polisi adalah masalah serius di Australia. Penduduk asli Aborigin mencapai 3 persen dari total populasi, tetapi hampir sepertiga dari populasi penjara adalah penduduk ...

Kemarahan Global Meningkat atas Kematian George Floyd
Wednesday, 3 June 2020 18:31 WIB

Kemarahan meningkat di seluruh dunia pada kematian George Floyd, laki-laki Amerika keturunan Afrika yang meninggal minggu lalu setelah ditangkap oleh polisi di jalan kota di Minneapolis, Minnesota. Diplomat senior Uni Eropa, Josep Borrell di Brussels mengatakan kematian Floyd disebabkan oleh penyal...

Pemimpin Hong Kong Tuduh AS Gunakan 'Standar Ganda' Terkait Protes
Wednesday, 3 June 2020 09:15 WIB

Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam, mengatakan protes dengan kekerasan di Amerika Serikat merupakan contoh pemerintah negara asing yang menerapkan standar ganda bila berkenaan dengan pendekatan China dalam menumpas protes-protes anti-Beijing selama setahun ini. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo...

Korea Selatan Membuka Kembali Pengaduan WTO Atas Pembatasan Ekspor Jepang
Tuesday, 2 June 2020 23:35 WIB

Korea Selatan mengatakan akan membuka kembali keluhan terhadap Jepang di Organisasi Perdagangan Dunia atas kontrol ketat Tokyo atas ekspor bahan-bahan utama yang digunakan di sektor teknologi Korea Selatan. Seoul awalnya mengajukan keluhan September lalu setelah Tokyo mengeluarkan Korea Selatan dar...

ANOTHER NEWS
Minyak Turun Saat Kekhawatiran Pasokan Meningkat; Produsen Berselesih Tentang Pemangkasan
Thursday, 4 June 2020 10:30 WIB Harga minyak turun pada hari Kamis, membalikkan kenaikan di sesi sebelumnya, di tengah kekhawatiran bahwa pasokan akan naik jika produsen utama tidak dapat menyetujui untuk memperpanjang kedalaman pengurangan produksi yang telah mendukung kenaikan...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.