Uni Eropa Menjatuhkan Sanksi pada Turki Atas Pemboran Gas Siprus
Tuesday, 16 July 2019 17:06 WIB | GLOBAL |Global

Para menteri luar negeri Uni Eropa pada Senin meningkatkan tekanan terhadap Turki setelah menyetujui sejumlah sanksi awal terhadap negara tersebut atas pengeboran gas di perairan Siprus tempat anggota Uni Eropa memiliki hak ekonomi eksklusif.

Para menteri mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sehubungan dengan Turki "melanjutkan dan kegiatan pengeboran ilegal," mereka menunda pembicaraan tentang perjanjian transportasi udara dan akan meminta Bank Investasi Eropa untuk "meninjau" itu pinjaman kepada negara.

Mereka juga mendukung proposal cabang eksekutif UE untuk mengurangi bantuan keuangan ke Turki untuk tahun depan. Para menteri memperingatkan bahwa "tindakan yang ditargetkan" tambahan sedang dikerjakan untuk menghukum Turki, yang memulai negosiasi untuk bergabung dengan UE pada 2005.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengeluarkan peringatannya sendiri minggu lalu bahwa negaranya akan meningkatkan kegiatan pengeboran di Siprus jika UE melanjutkan sanksi.

Dua kapal Turki yang dikawal oleh kapal perang sedang mengebor gas di kedua ujung Siprus yang terbagi secara etnis.

Para menteri Uni Eropa mengulangi "dampak negatif langsung yang serius" bahwa tindakan ilegal Turki terhadap hubungan UE-Turki dan menyerukan Ankara untuk menghormati hak-hak kedaulatan Siprus sejalan dengan hukum internasional.

Mereka juga menyambut undangan pemerintah Siprus ke Turki untuk menegosiasikan perbatasan masing-masing zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

AS Memulihkan Tubuh Personil Militer yang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Afghanistan
Wednesday, 29 January 2020 11:11 WIB

Pasukan AS yang bekerja di sebagian besar wilayah yang dikuasai Taliban di Afghanistan telah menemukan sisa-sisa dua personil militer yang tewas ketika pesawat mereka jatuh di provinsi Ghazni di negara itu. Para pejabat mengatakan pasukan juga menemukan apa yang mereka yakini sebagai perekam data p...

Inggris Beri Akses Terbatas untuk Jaringan 5G Huawei
Tuesday, 28 January 2020 23:50 WIB

Inggris, Selasa (28/1) memutuskan memberi akses terbatas bagi Huawei untuk membangun beberapa bagian jaringan seluler berkecepatan tinggi terbarunya. Ini merupakan suatu kemunduran bagi AS, yang mendorong sekutu-sekutunya untuk melarang perusahaan China tersebut. Pemerintah Inggris menyatakan tidak...

Sebagian Negara Ingin Evakuasi Mahasiswa dari Wuhan
Tuesday, 28 January 2020 18:06 WIB

Sebagian negara mengevakuasi mahasiswa dan warga mereka dari China, yang sedang dilanda wabah virus corona. Namun, sebagian lagi memilih membiarkan warga mereka tetap berada di Wuhan, kota kampus di mana virus itu dilaporkan bermula. Sekitar 500 mahasiswa Bangladesh termasuk yang terperangkap di Wu...

Trump Tawarkan Bantu China Perangi Wabah Virus Corona
Tuesday, 28 January 2020 11:05 WIB

Presiden Amerika Donald Trump menawarkan China bantuan yang dibutuhkan untuk melawan wabah virus corona yang mematikan, yang sejauh ini telah menewaskan 81 orang. Di Twitter hari pada Senin (27/1), Trump menulis, "Kita berkomunikasi sangat erat dengan China mengenai virus ini." Ditambahkan, "Kami m...

PM China Kunjungi Wuhan Sementara Angka Kematian Capai 80
Monday, 27 January 2020 23:26 WIB

Perdana Menteri China Li Keqiang mengunjungi kota Wuhan pada hari Senin untuk bertemu dengan para pejabat kesehatan dan memeriksa tanggapan terhadap wabah virus corona yang telah menewaskan 80 orang. Wuhan adalah pusat wabah dan warga di kota itu dan beberapa kota lainnya menghadapi pembatasan keta...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong ditutup melemah tajam karena kekhawatiran akan virus
Wednesday, 29 January 2020 15:34 WIB Saham Hong Kong berakhir dengan penurunan tajam pada Rabu, karena investor kembali dari liburan Tahun Baru Imlek dengan pasar dunia panik terkait penyebaran virus mematikan. Indeks Hang Seng merosot 2,82 persen, atau 789,01 poin, menjadi...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.