Huawei Berencana PHK Besar-besaran di AS
Tuesday, 16 July 2019 11:43 WIB | GLOBAL |AmerikaGlobalHuawei,

Raksasa teknologi China, Huawei Technologies, berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada operasi bisnisnya di Amerika Serikat di tengah masalah pembatasan penjualan yang dikenakan AS kepada pabrikan alat telekomunikasi itu, Reuters melaporkan, Minggu (14/7), mengutip koran the Wall Street Journal.

Mengutip sumber-sumber yang tak diungkap identitasnya, Wall Street Journal melaporkan PHK akan berdampak pada pekerja-pekerja di anak perusahaan Huawei yang bergerak di bidang riset dan pengembangan, Futurewei Technologies. Anak perusaan itu mempekerjakan 850 karyawan di laboratorium riset di seluruh Amerika Serikat, menurut WSJ.

PHK mungkin akan mencapai ratusan karyawan, kata satu narasumber kepada WSJ. Pegawai Huawei yang berkewarganegaraan China dan bekerja di AS diberi opsi untuk kembali ke China dan tetap bekerja di perusahaan tersebut, kata seorang narasumber lainnya.

Beberapa karyawan sudah menerima pemberitahuan mengenai PHK, sedangkan pengurangan karyawan yang lebih banyak sedang direncanakan dan akan diumumkan segera, kata koran itu.

Huawei menolak memberi komentar saat dihubungi oleh Reuters.

Setelah Departemen Perdagangan memasukkan Huawei ke dalam yang disebut œdaftar entitas, komunikasi para pegawai Futurewei dengan rekan-rekan mereka di kantor pusat Huawei di China, dibatasi, kata beberapa orang kepada WSJ.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

AS Uji Rudal Darat Pertama yang Sebelumnya Dilarang dalam Perjanjian INF
Tuesday, 20 August 2019 13:17 WIB

Pentagon mengatakan, Amerika telah mengadakan ujicoba rudal penjelajah yang diluncurkan dari darat dan berhasil mengenai sasarannya setelah terbang lebih dari 500 kilometer. Rudal itu diluncurkan hari Minggu (18/8) dari pulau San Nicolas di lepas pantai California. œData yang dikumpulkan dari pe...

Warga Hong Kong Lakukan Aksi Protes secara Damai
Monday, 19 August 2019 23:29 WIB

Puluhan ribu demonstran pro-demokrasi berarak-arakan secara damai melalui jalan-jalan Hong Kong pada hari Minggu, pekan ke-11 dalam serangkaian protes anti-pemerintah. Front Hak Asasi Manusia Sipil, kekuatan pendorong di belakang protes Hong Kong sepanjang musim panas ini, telah menyerukan demonstr...

Penasihat Ekonomi Trump Meredam Kekhawatiran akan Resesi
Monday, 19 August 2019 18:22 WIB

Penasihat ekonomi Presiden Donald Trump meredam kekhawatiran resesi yang membayangi pasca penurunan tajam di pasar keuangan pekan lalu dan memperkirakan ekonomi akan berkinerja baik di paruh kedua 2019. Larry Kudlow mengatakan dalam wawancara televisi hari Minggu bahwa konsumen melihat upah yang le...

Kapal Tanker Iran yang Disita, Tinggalkan Gibraltar
Monday, 19 August 2019 11:24 WIB

Sebuah kapal tanker Iran meninggalkan Gibraltar, Minggu (18/8), setelah pihak berwenang di sana menolak upaya AS untuk menahannya, tetapi tidak jelas ke mana tujuan kapal itu berikutnya. Data pengawasan lalu lintas laut memperlihatkan tanker itu meninggalkan perairan Gibraltar. Baik Iran dan Gibral...

Korut Tembakkan Lagi Proyektil ke Laut
Friday, 16 August 2019 23:54 WIB

Korea Utara telah meluncurkan lagi serangkaian senjata jarak pendek ke perairan di lepas pantai timurnya, lapor militer Korea Selatan. Ini tampaknya menunjukkan luapan kemarahan terbaru Pyongyang atas berlanjutnya latihan militer Amerika-Korea Selatan. Korea Utara menembakkan dua œproyektil tidak...

ANOTHER NEWS
Saham Eropa Dibuka Dengan Penuh Kehati-hatian Karena Meredanya Ketakutan Resesi
Tuesday, 20 August 2019 14:38 WIB Saham Eropa dibuka bervariasi pada hari Selasa terkait harapan untuk stimulus kebijakan moneter meredam kecemasan investor atas resesi yang akan datang. Indeks Pan-European Stoxx 600 beringsut tepat di atas garis datar setelah bel pembukaan berada...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.