Cuitan Trump soal Anggota DPR AS "Non Kulit Putih" Picu Kemarahan
Monday, 15 July 2019 17:22 WIB | GLOBAL |Global

Serangkaian tweet Presiden Donald Trump pada hari Minggu (14/7) pagi, yang oleh para pengecamnya langsung dianggap rasis dan xenofobik telah memicu kontroversi baru yang menyasar beberapa anggota baru Kongres.

Trump di Twitter, yang menarget perempuan anggota Kongres, Partai Demokratik yang beraliran progresif, memberi tahu mereka agar "kembali" dan membantu negara-negara "sarat kejahatan" darimana mereka berasal.

Dari empat anggota Kongres yang tampaknya menjadi sasaran, hanya satu anggota Kongres dari Minnesota, Ilhan Omar asal Somalia lahir di luar AS. Tiga lainnya adalah penduduk asli Amerika: Ayana Pressley yang merupakan wakil dari Massachusetts, lahir di Cincinnati, Ohio, Alexandria. Ocasio-Cortez adalah penduduk asli New York (dan mewakili bagian timur Bronx dan sebagian utara-tengah Queens dan Rashid Tlaib, dari Michigan, lahir di Detroit.

Gedung Putih belum menanggapi permintaan VOA mengenai apakah sebelum mengirim tweet, presiden mengetahui tiga dari empat anggota Kongres itu lahir di Amerika.

Pihak Progresif sebelumnya bentrok dengan Ketua DPR dari Partai Demokrat Nancy Pelosi karena kebijakan imigrasi dan masalah lainnya. Perselisihan ini dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian Trump, bahkan membuatnya memberi dukungan publik yang langka bagi Pelosi setidaknya menyangkut usaha Pelosi mengendalikan keempat anggota Kongres yang baru terpilih itu.

Kicauan Trump mengenai anggota minoritas perempuan pemula di Kongres, yang dikenal sebagai "squad' atau pasukan itu, 'muncul sekitar 20 menit setelah sebuah segmen mengenai mereka di Fox News Channel.

Presiden Trump sering bereaksi cepat di media sosial mengenai apa yang disaksikannya di jaringan telebvisi Fox. Omar, khususnya, sering menjadi topik liputan kritis pada saluran televisi kabel itu sebagian karena sering mengecam Israel dan komentar-komentar yang dianggap anti-Yahudi.

Omar dan Tlaib adalah dua perempuan Muslim pertama yang bertugas di Kongres. Banyak pengguna sosial media mengecam tweet Trump yang bahkan oleh norma-norma provokatifnya dipandang melanggar batas baru.

Di antara para pengecam yang paling menonjol adalah Pelosi, yang menyebut pernyataan Trump sebagai xenophobia, "untuk memecah belah bangsa kita" dan "menegaskan kembali rencananya untuk Membuat Amerika Jaya Lagi ' sebenarnya mengenai membuat Amerika putih kembali."

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Inggris Hadapi Kesempatan Terakhir untuk Menghindari Brexit Tanpa Kesepakatan atau Penundaan
Thursday, 17 October 2019 17:25 WIB

Uni Eropa memperingatkan bahwa KTT hari Kamis mungkin menjadi kesempatan terakhir untuk menghindari pilihan antara penundaan lain untuk Brexit dan kerusakan ekonomi Inggris bila meninggalkan UE tanpa kesepakatan. Prospek kesepakatan pada pertemuan para pemimpin penting UE di Brussels mengalami kemu...

Menlu AS Kembali Serukan 'Solusi Manusiawi' atas Situasi di Hong Kong
Thursday, 17 October 2019 10:47 WIB

Pejabat Amerika memperbaharui seruan mereka bagi solusi œmanusiawi atas situasi di Hong Kong, di mana protes terus berlangsung dan tidak ada tanda-tanda akan berakhir. Dalam wawancara dengan Fox Business Network hari Rabu (16/10) Menlu AS Mike Pompeo mengatakan pemrotes Hong Kong minta pemerin...

Diplomat AS: Gedung Putih Tugaskan 'Trio Amigo' untuk Pimpin Kebijakan Ukraina
Thursday, 17 October 2019 03:50 WIB

Seorang pejabat tinggi Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan kepada penyelidik DPR bahwa pejabat-pejabat pemerintah memintanya untuk bersikap low profile terkait isu Ukraina. Sikap tersebut dibutuhkan untuk menghormati œtrio amigo yang mengambil alih kendali kebijakan luar negeri terhadap s...

Demonstran Pro-Demokrasi Serukan Sanksi Perdagangan atas Hong Kong
Wednesday, 16 October 2019 18:01 WIB

Pendukung gerakan pro-demokrasi di Hong Kong mendesak Kongres Amerika untuk meloloskan RUU hak azasi yang bisa memicu dilancarkannya sanksi-sanksi perdagangan atas pusat keuangan internasional di Hong Kong. Tapi para pengecam mengatakan, tindakan itu akan mengakibatkan lebih banyak kerugian dari pad...

Erdogan Tetap Bertentangan dalam Menghadapi Sanksi AS
Wednesday, 16 October 2019 10:56 WIB

Sanksi AS terhadap Turki atas serangan militernya terhadap Suriah diberhentikan oleh kepemimpinan politik di Ankara, ketika pasar keuangan mengabaikan langkah-langkah tersebut. Sanksi diumumkan terhadap pejabat Turki pada hari Senin karena negosiasi kesepakatan perdagangan 100 miliar dolar berakhir...

ANOTHER NEWS
Saham AS Dibuka Sedikit Lebih Tinggi Pasca Kesepakatan Brexit yang Tentatif, Data Ekonomi
Thursday, 17 October 2019 20:49 WIB Saham AS dibuka dengan kenaikan kecil pada Kamis setelah pemimpin Inggris dan Uni Eropa mengumumkan rancangan perjanjian tentang Brexit dan mengikuti putaran data ekonomi AS dan pendapatan perusahaan. Dow Jones Industrial Average naik 64 poin,...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.