Kapal Selam Nuklir Soviet yang Tenggelam Pancarkan Radiasi Tinggi
Thursday, 11 July 2019 17:02 WIB | GLOBAL |Global

Sebuah kapal selam nuklir Soviet yang tenggelam di lepas pantai Norwegia di Laut Barents, Arktik pada 1989 memancarkan radiasi tingkat tinggi, kata para peneliti.

Komsomolets adalah kapal selam penyerang bertenaga titanium yang dilengkapi dengan dua torpedo yang membawa hulu ledak nuklir.

Sebuah tim ilmuwan gabungan Norwegia-Rusia mengatakan, Rabu (10/7), sebuah kapal selam mini yang dikendalikan dari jarak jauh, telah mengambil sampel di dekat reruntuhan. Tim mendapati tingkat radioaktif di lokasi itu mencapai 100.000 kali lebih tinggi dari biasanya.

Sementara Rusia dan Norwegia telah memantau tingkat radiasi setiap tahun sejak kapal selam itu tenggelam, ini adalah pertama kalinya kapal selam itu digunakan untuk melakukan pengujian.

"Tentu saja ini tingkat yang lebih tinggi daripada yang biasa kita ukur di laut tetapi tingkat yang kami dapatkan sekarang tidak mengkhawatirkan," kata pemimpin ekspedisi, Hilde Elise Heldal dari Institut Penelitian Kelautan Norwegia.

Tingkat radioaktifnya "menipis" dengan cepat di kedalaman ini dan ada beberapa ikan di daerah itu, katanya.

Komsomolets terletak di kedalaman sekitar 1.700 meter.Kapal itu tenggelam setelah kebakaran terjadi di atas kapal, menewaskan 42 dari 69 awaknya.

Sumber : VOA News

RELATED NEWS

AS Peringati 50 Tahun Misi Bersejarah Apollo 11 ke Bulan
Wednesday, 17 July 2019 11:27 WIB

Acara-acara di Florida dan Washington, DC Selasa (16/7) menandai peringatan 50 tahun misi bersejarah Apollo 11 ke bulan. Antariksawan Apollo - Neil Armstrong, Buzz Aldrin dan Mike Collins - meluncur dari Kennedy Space Center di Florida 50 tahun lalu menumpang roket Saturn Five yang menjulang untuk ...

Korut Kritik Rencana Latihan Militer AS-Korsel
Tuesday, 16 July 2019 23:41 WIB

Korea Utara telah mengkritik rencana Amerika untuk mengadakan latihan militer bersama bulan depan dengan Korea Selatan, dan mengisyaratkan latihan itu dapat berdampak negatif pada pembicaraan nuklir tingkat kerja mendatang dengan Washington. Dalam sebuah pernyataan dari Kantor Berita Pusat Korea, k...

Uni Eropa Menjatuhkan Sanksi pada Turki Atas Pemboran Gas Siprus
Tuesday, 16 July 2019 17:06 WIB

Para menteri luar negeri Uni Eropa pada Senin meningkatkan tekanan terhadap Turki setelah menyetujui sejumlah sanksi awal terhadap negara tersebut atas pengeboran gas di perairan Siprus tempat anggota Uni Eropa memiliki hak ekonomi eksklusif. Para menteri mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa se...

Huawei Berencana PHK Besar-besaran di AS
Tuesday, 16 July 2019 11:43 WIB

Raksasa teknologi China, Huawei Technologies, berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada operasi bisnisnya di Amerika Serikat di tengah masalah pembatasan penjualan yang dikenakan AS kepada pabrikan alat telekomunikasi itu, Reuters melaporkan, Minggu (14/7), mengutip koran...

Perang Tarif dengan AS, Pertumbuhan Ekonomi China Kian Melambat
Monday, 15 July 2019 23:39 WIB

Pertumbuhan ekonomi China melambat ke level terendah dalam triwulan terakhir dalam 10 tahun ini di tengah perang tarif dengan Amerika, menambah tekanan pada negara itu untuk mengatasi penurunan yang makin tajam. Ekonomi terbesar kedua di dunia itu tumbuh 6,2 persen dibanding tahun sebelumnya dalam ...

ANOTHER NEWS
IHK Inggris stabil di 2,0% y/y di bulan Juni, sesuai estimasi (GBP tidak bergerak)
Wednesday, 17 July 2019 15:46 WIB Indeks Harga Konsumen (IHK) Inggris 12-bulan di 2,0% pada bulan Juni, bila dibandingkan dengan 2,0% di bulan Mei sementara sejalan dengan ekspektasi 2,0%, Office for National Statistics (ONS) Inggris melaporkan di hari Rabu. Sementara itu,...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.