Senat AS Pertimbangkan RUU untuk Hukum Saudi karena Catatan HAM
Thursday, 11 July 2019 11:17 WIB | GLOBAL |Global

Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika mengajukan rancangan undang-undang (RUU) yang akan menghukum Arab Saudi karena berbagai pelanggaran HAM, tetapi tidak menghalangi penjualan senjata AS ke negara kerajaan itu.

Senator James Risch dari Partai Republik yang mewakili negara bagian Idaho mengatakan, Diplomatic Review Act atau UU bipartisan mengenai Tinjauan Diplomatik Arab Saudi menyerukan pandangan menyeluruh pada hubungan AS-Saudi dan meminta pertanggungjawaban anggota keluarga kerajaan Saudi atas berbagai pelanggaran HAM - termasuk pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi, hak-hak perempuan, dan serangan udara koalisi di Yaman yang telah membunuh ribuan warga sipil.

"Itu adalah pandangan Kongres bahwa sejak Mohammed bin Salman menjadi Putra Mahkota dengan wewenang besar atas urusan luar dan dalam negeri, Arab Saudi telah menunjukkan perilaku yang semakin aneh dan mengganggu," menurut RUU tersebut.

Ia meminta Presiden Donald Trump untuk menolak atau mencabut visa bagi anggota keluarga kerajaan, sampai catatan HAM negara itu membaik.

Tetapi RUU yang harus disahkan oleh Presiden Trump itu, tidak akan menghentikan penjualan senjata AS ke Saudi.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Suriah, Misil Rusia Jadi Agenda Pembicaraan Trump-Erdogan
Wednesday, 13 November 2019 23:25 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan mengunjungi Gedung Putih, Rabu (13/11), untuk melangsungkan pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump. Kedua pemimpin kemungkinan akan membahas serangan Turki di Suriah Utara dan pembelian sistem pertahanan udara Rusia. Menurut pernyataan yang dirilis Gedu...

Jepang-AS: Hubungan 3 Arah dengan Korea Selatan, Kunci Keamanan
Wednesday, 13 November 2019 17:48 WIB

Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika, Jenderal Mark Milley setuju dengan para pejabat Jepang hari Selasa (12/11) bahwa kerja sama tiga pihak dengan Korea Selatan adalah kunci keamanan regional dan bahwa pakta tentang berbagi intelijen antara Tokyo dan Seoul tidak boleh dibatalkan Menteri Luar Negeri ...

Eropa Minta Iran Batalkan Tindakan yang Langgar Kesepakatan Nuklir
Tuesday, 12 November 2019 23:20 WIB

Perancis, Jerman, Inggris dan Uni Eropa mengatakan, mereka sangat prihatin dengan langkah Iran yang kembali melakukan aktivitas pengayaan uranium, dan usaha negara itu untuk tidak memenuhi komitmen yang dibuatnya berdasarkan kesepakatan tahun 2015 terkait program nuklir negara itu. Dalam sebuah per...

Ketegangan Menjelang Pertemuan Erdogan-Trump
Tuesday, 12 November 2019 17:59 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan minggu ini akan berkunjung ke Washington untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump. Pertemuan itu diharapkan akan bisa memperbaiki hubungan yang tegang belakangan ini karena berbagai perbedaan kebijakan politik. Topik pembicaraan antara pemimpin Turki dan Amerik...

Gempa Berkekuatan 5,4 SR Terasa di Perancis Selatan
Monday, 11 November 2019 23:21 WIB

Badan deteksi gempa Perancis mengatakan, gempa sedang berkekuatan 5,4 SR telah terjadi di Perancis selatan, di daerah terpencil Drome, antara Lyon dan Marseille. Badan itu mengatakan gempa terjadi sebelum tengah hari, Senin (11/11) dan pusat gempa terletak di dekat kota Montelimar di wilayah Auverg...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Anjlok Karena Meningkatnya Kerusuhan Yang Terjadi di Kota (Review)
Thursday, 14 November 2019 04:31 WIB Saham-saham Hong Kong anjlok pada Rabu ini, karena para investor bersiap untuk kerusuhan lebih lanjut setelah protes berhari-hari yang hampir membuat sebagian kota berhenti, dengan polisi memperingatkan itu dekat dengan "kehancuran total". Setelah...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.