Senat AS Pertimbangkan RUU untuk Hukum Saudi karena Catatan HAM
Thursday, 11 July 2019 11:17 WIB | GLOBAL |Global

Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika mengajukan rancangan undang-undang (RUU) yang akan menghukum Arab Saudi karena berbagai pelanggaran HAM, tetapi tidak menghalangi penjualan senjata AS ke negara kerajaan itu.

Senator James Risch dari Partai Republik yang mewakili negara bagian Idaho mengatakan, Diplomatic Review Act atau UU bipartisan mengenai Tinjauan Diplomatik Arab Saudi menyerukan pandangan menyeluruh pada hubungan AS-Saudi dan meminta pertanggungjawaban anggota keluarga kerajaan Saudi atas berbagai pelanggaran HAM - termasuk pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi, hak-hak perempuan, dan serangan udara koalisi di Yaman yang telah membunuh ribuan warga sipil.

"Itu adalah pandangan Kongres bahwa sejak Mohammed bin Salman menjadi Putra Mahkota dengan wewenang besar atas urusan luar dan dalam negeri, Arab Saudi telah menunjukkan perilaku yang semakin aneh dan mengganggu," menurut RUU tersebut.

Ia meminta Presiden Donald Trump untuk menolak atau mencabut visa bagi anggota keluarga kerajaan, sampai catatan HAM negara itu membaik.

Tetapi RUU yang harus disahkan oleh Presiden Trump itu, tidak akan menghentikan penjualan senjata AS ke Saudi.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Korea Selatan Membuka Kembali Pengaduan WTO Atas Pembatasan Ekspor Jepang
Tuesday, 2 June 2020 23:35 WIB

Korea Selatan mengatakan akan membuka kembali keluhan terhadap Jepang di Organisasi Perdagangan Dunia atas kontrol ketat Tokyo atas ekspor bahan-bahan utama yang digunakan di sektor teknologi Korea Selatan. Seoul awalnya mengajukan keluhan September lalu setelah Tokyo mengeluarkan Korea Selatan dar...

WHO Tetapkan Amerika Latin Sebagai Pusat Baru Wabah Covid-19
Tuesday, 2 June 2020 18:59 WIB

Organisasi Kesehatan Sedunia (World Health Organization/WHO), Senin (1/6), menyatakan Amerika Latin adalah pusat baru pandemi virus corona, karena angka kematian harian di kawasan itu kini melebihi angka di Amerika Serikat atau Eropa. WHO, Senin (1/6), mengatakan terdapat hampir 938 ribu kasus terk...

Protes Solidaritas Ras AS Merebak di Kota-Kota di Seluruh Dunia
Tuesday, 2 June 2020 10:23 WIB

Protes telah merebak di kota-kota di seluruh dunia dalam solidaritas dengan demonstrasi Black Lives Matter di Amerika Serikat. Protes menyusul kematian George Floyd di Minnesota, seorang pria kulit hitam berusia 46 tahun, pekan lalu dalam tahanan polisi. Di pusat London, demonstrasi berubah menjad...

Unjuk Rasa di AS Terus Berlanjut Meski Jam Malam dan Keadaan Darurat
Monday, 1 June 2020 17:06 WIB

Para demonstran terus menyuarakan kemarahan mereka atas kematian George Floyd hingga memasuki malam keenam di kota-kota di seluruh AS pada Minggu (31/5). Situasi itu meningkatkan kemungkinan terjadinya konfrontasi lagi dengan polisi yang berusaha menegakkan jam malam. Los Angeles, Chicago, Miami, D...

Tokyo Siap Izinkan Lebih Banyak Bisnis Beroperasi Kembali
Monday, 1 June 2020 08:31 WIB

Para pejabat Tokyo Jumat (29/5) mengumumkan bahwa mulai Senin (1/6), mereka akan mengizinkan bisnis-bisnis lain, termasuk teater, bioskop, pusat kebugaran dan bisnis ritel untuk buka kembali setelah status darurat karena wabah virus corona berakhir pekan ini. Sebelumnya pekan ini, PM Shinzo Abe men...

ANOTHER NEWS
Optimisme Pembukaan Kembali Ekonomi Dukung Sentimen Investor di Asia, Saham Jepang Naik 2%
Wednesday, 3 June 2020 07:28 WIB Saham-saham di Asia melonjak pada perdagangan Rabu pagi, dengan optimisme atas pembukaan kembali ekonomi karena pihak berwenang melonggarkan lockdown yang disebabkan oleh virus korona terus menjaga sentimen investor tetap bertahan. Nikkei 225...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.