Trump: AS "Tak Ingin Perang" dengan Iran
Monday, 24 June 2019 19:44 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan œtidak ingin berperang dengan Iran dan bersedia berunding tanpa prasyarat dengan para pemimpin negara itu, tetapi dengan alasan apapun Republik Islam Iran tidak boleh membuat senjata nuklir dalam jumlah besar.

Dalam program œMeet the Press di stasiun televisi NBC, Trump mengatakan jika Amerika ingin berperang dengan Iran, œini akan menjadi kehancuran yang belum pernah Anda lihat sebelumnya.

œTetapi, tambahnya, œsaya tidak ingin melakukan hal itu.

Pemimpin Amerika itu mengatakan œmereka tidak bisa memiliki senjata nuklir. Jika ingin bicara tentang itu, bagus. Jika tidak, mereka bisa hidup dalam kondisi ekonomi yang hancur untuk waktu lama.

Pernyataan Trump, yang direkam hari Jumat (21/6), diudarakan setelah hari Sabtu (22/6) ia “ tanpa merinci apapun “ mengumumkan berencana memberlakukan sanksi-sanksi œbesar yang baru terhadap Iran hari Senin ini (24/6). Trump mengatakan sanksi akan dijatuhkan begitu negara itu menjadi œproduktif dan makmur lagi.

Dua pejabat penting lainnya, yaitu Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dan Wakil Presiden Mike Pence, juga mengeluarkan peringatan baru terhadap Iran tentang keputusan Trump pada saat-saat terakhir untuk tidak melakukan pembalasan secara militer terhadap serangan atas pesawat nirawak Amerika di dekat Selat Hormuz hari Kamis (20/6). Keputusan Trump ini seharusnya tidak dipandang sebagai tanda œkelemahan.

œBaik Iran maupun aktor-aktor jahat lain seharusnya tidak salah menilai kehati-hatian dan kebijaksanaan Amerika sebagai suatu kelemahan, ujar Bolton di Yerusalem, menjelang pertemuannya dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Sementara Mike Pence mengatakan kepada jaringan televisi CNN, œIran seharusnya tidak menilai sikap menahan diri ini sebagai tekad yang kurang. Ini adalah presiden yang mengharapkan yang terbaik bagi rakyat Iran, tetapi kami akan bertahan atas provokasi mereka.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

China Minta AS "Koreksi" Sanksi-Sanksi terhadap Iran
Friday, 19 July 2019 23:56 WIB

China mendesak Washington, Jumat (19/7) agar mengoreksi sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap berbagai perusahaan China yang dituduh membantu Iran mendapatkan material untuk program nuklirnya. Tekanan Amerika terhadap Iran dan œyurisdiksi lengan panjangnya hingga ke perusahaan-perusahaan di...

Iran Isyaratkan Bersedia Kurangi Ketegangan dengan AS
Friday, 19 July 2019 17:11 WIB

Iran telah mengisyaratkan kesediaannya mengambil langkah-langkah untuk mengurangi ketegangan terkait program nuklirnya dengan pemerintahan Trump. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan kepada wartawan di New York, Kamis (18/7), bahwa Teheran akan terbuka bagi inspeksi terhadap pro...

Pejabat Keamanan Dalam Negeri AS Bela Tindakan Petugas Perbatasan
Friday, 19 July 2019 11:36 WIB

Pejabat tinggi Keamanan Dalam Negeri (DHS) Amerika membela perlakuan petugas terhadap migran yang ditahan dan anak-anak yang tidak disertai orangtuanya di perbatasan AS-Meksiko, dalam sidang pada Kamis (18/7) di gedung Kongres, Capitol Hill. Penjabat Menteri Kevin McAleenan mengajukan pertanyaan da...

Saudara Pria Pengebom Manchester Diekstradisi ke Inggris
Thursday, 18 July 2019 23:36 WIB

Adik laki-laki pelaku bom bunuh diri yang bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap 22 orang pada konser Ariana Grande di Manchester, diekstradisi ke Inggris dari Libya. Hashem Abedi, 22 tahun, ditangkap setelah ia mendarat di bandara London pada Rabu (17/7). Kakaknya, Salman Abedi, yang meledakk...

Angkatan Udara 'Sangat' Mencegah Orang Dari Pangkalan Rahasia Area 51
Thursday, 18 July 2019 17:12 WIB

Angkatan Udara A.S. memberi peringatan untuk lebih dari 1 juta orang yang telah mendaftar ke " Area 51" untuk mencari alien sebagai bagian dari lelucon internet yang menjadi viral. "Setiap upaya untuk mengakses daerah itu secara ilegal sangat tidak dianjurkan," kata Angkatan Udara dalam sebuah pern...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong menutup pekan ini dengan lebih tinggi (Review)
Saturday, 20 July 2019 03:31 WIB Saham Hong Kong mengakhiri minggu ini dengan nada positif pada hari Jumat, melonjak lebih dari satu persen di tengah harapan untuk penurunan suku bunga yang tajam oleh Federal Reserve akhir bulan ini. Indeks Hang Seng bertambah 1,07 persen, atau...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.