Pertemuan Pyongyang dipandang sebagai pendukung Xi jelang pembicaraan dengan Trump
Friday, 21 June 2019 23:37 WIB | GLOBAL |Global

Kunjungan kenegaraan dua hari Presiden Cina Xi Jinping ke Korea Utara tidak mungkin terjadi pada waktu yang lebih baik bagi kedua negara, kata para analis. Untuk Pyongyang, ini bisa membantu membuka jalan kembali ke negosiasi dengan Amerika Serikat. Untuk Beijing, kata mereka, ini memberi Xi Jinping cara untuk menyoroti pengaruh China terhadap masalah nuklir Korea Utara.

Salah satu pesan utama dari kunjungan Xi adalah kekuatan ikatan yang diklaim antara kedua negara - sebuah media negara naratif di kedua negara telah sangat mendorong selama dua hari terakhir. Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) menyebut kunjungan itu sebagai tampilan persahabatan yang œmenentukan.

KCNA mengatakan bahwa persahabatan perlu diperkuat mengingat keadaan hubungan internasional yang œserius dan kompleks. Menurut kantor berita Xinhua yang dikelola pemerintah, Xi mengatakan pada jamuan selamat datang bahwa kedua negara telah sepakat untuk "dengan tenang menurunkan persahabatan tradisional mereka dari generasi ke generasi."

Tetapi hubungan antara kedua negara jauh lebih tegang dan kompleks daripada yang disarankan oleh laporan media pemerintah, sebagian menjelaskan mengapa Xi adalah pemimpin Cina pertama yang mengunjungi Korea Utara sejak 2005.

Korea Utara memamerkan sanksi PBB di masa lalu - termasuk uji coba rudal dan nuklir - telah menjadi tantangan bagi hubungan tersebut. Beijing juga telah bergabung dengan komunitas internasional dalam menjatuhkan sanksi berat yang tetap diberlakukan terhadap Pyongyang.

Ada beberapa peningkatan dalam hubungan sejak Amerika Serikat membuka negosiasi langsung dengan Korea Utara, termasuk pertemuan tingkat tinggi Presiden Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura dan Hanoi. Selama periode yang hampir sama, Kim mengunjungi China empat kali.

Sumber: VOA News

RELATED NEWS

Pengunjuk rasa Hong Kong Mendirikan Penghadang dan Bentrok dengan Polisi
Monday, 21 October 2019 17:36 WIB

Para pengunjuk rasa Hong Kong membanjiri jalan-jalan kota pada hari Minggu yang menentang larangan oleh pihak berwenang dalam pawai mereka, mendirikan penghalang jalan dan melemparkan bom api di tengah penembakan gas air mata oleh polisi. Para pemimpin protes membawa spanduk hitam di depan prosesi ...

Trump Batalkan Rencana KTT G7 di Resor Golf Miliknya
Monday, 21 October 2019 10:30 WIB

Dalam rangkaian cuitan di Twitter Sabtu (20/10) malam, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia membatalkan rencana penyelenggaraan KTT G-7 tahun depan di resor golf miliknya di Miami, Florida. Trump pekan lalu mengukuhkan rencana mengadakan KTT tahunan itu di Trump National Doral, tetapi rencananya ...

Pertempuran di Suriah Berlanjut
Friday, 18 October 2019 23:31 WIB

Pertempuran di Suriah Timur Laut, Jumat (18/10) terus berlanjut, terlepas adanya perjanjian gencatan senjata yang diperantarai AS. Dentuman keras dan suara tembakan dapat terdengar. Asap tampak membubung di atas kota Ceylanpinar, sehari setelah Turki dan AS sepakat mengenai gencatan senjata lima ha...

Pihak-pihak Oposisi Inggris Telah Menolak Kesepakatan Brexit Terbaru
Friday, 18 October 2019 17:04 WIB

Para pemimpin Uni Eropa berharap Parlemen Inggris akan memilih untuk mendukung kesepakatan Brexit terbaru yang akan terjadi sebelum pertemuan anggota parlemen Sabtu, tetapi partai-partai oposisi sudah mengatakan mereka tidak akan melakukannya. Perdana Menteri Boris Johnson dan Uni Eropa mencapai ke...

Mantan Penjaga Kamp Nazi Berusia 93 Tahun Diadili di Jerman
Friday, 18 October 2019 10:45 WIB

Seorang mantan penjaga kamp konsentrasi Nazi berusia 93 tahun, pada Kamis (17/10), menjalani sidang pengadilan di Jerman karena bersekongkol membunuh lebih dari lima ribu orang. Bruno Dey berusia 17 tahun ketika ia mulai bekerja sebagai penjaga di kamp konsentrasi Stutthof, di dekat kota yang dulu ...

ANOTHER NEWS
Saham Eropa Ditutup Lebih Tinggi Meskipun Adanya Ketidakpastian Brexit
Monday, 21 October 2019 23:20 WIB Saham Eropa ditutup lebih tinggi pada hari Senin, meskipun ada ketidakpastian baru karena pemimpin Inggris Boris Johnson dicegah untuk mengadakan pemungutan suara parlemen atas kesepakatan Brexit-nya. Pan-Eropa Stoxx 600 diperdagangkan 0,7% di...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.