Iran Tembak Jatuh Pesawat Nirawak AS
Friday, 21 June 2019 09:35 WIB | GLOBAL |Global

Iran menembak jatuh pesawat tak nirawak AS dalam sebuah insiden yang menurut pejabat Iran terjadi di wilayah negara itu tetapi pejabat AS mengatakan terjadi di wilayah udara internasional.

Juru bicara Komando Pusat AS Kapten Bill Urban, Kamis mengatakan, sebuah rudal darat-ke-udara Iran menembak jatuh sebuah pesawat pengintai maritim Angkatan Laut AS di wilayah udara internasional di atas selat Hormuz.

Dia menyebutnya "serangan tidak beralasan terhadap aset pengawasan AS," dan mengatakan pesawat tak berawak tersebut digunakan untuk misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian di wilayah laut dan pesisir.

Dalam laporan Iran sendiri, drone ditembak jatuh oleh Pengawal Revolusi paramiliter di wilayah udara provinsi Hormozgan selatan negara itu, dekat Selat Hormuz.

Militer AS mengatakan Iran berusaha menembak jatuh drone AS minggu lalu, dan ketegangan antara kedua negara telah meningkat dengan serangan terhadap kapal tanker minyak di wilayah itu yang membuat AS menyalahkan Iran, tetapi Iran mengatakan tidak melakukannya.

Hubungan telah memburuk sejak Presiden AS Donald Trump menarik AS tahun lalu dari perjanjian internasional yang membatasi program nuklir Iran dengan imbalan bantuan sanksi.

Sanksi baru AS telah merugikan ekonomi Iran, dan Iran telah mengumumkan peningkatan produksi uranium ketika negara itu mencari bantuan dari negara-negara Eropa untuk menghindari langkah-langkah AS.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Uni Eropa Menjatuhkan Sanksi pada Turki Atas Pemboran Gas Siprus
Tuesday, 16 July 2019 17:06 WIB

Para menteri luar negeri Uni Eropa pada Senin meningkatkan tekanan terhadap Turki setelah menyetujui sejumlah sanksi awal terhadap negara tersebut atas pengeboran gas di perairan Siprus tempat anggota Uni Eropa memiliki hak ekonomi eksklusif. Para menteri mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa se...

Huawei Berencana PHK Besar-besaran di AS
Tuesday, 16 July 2019 11:43 WIB

Raksasa teknologi China, Huawei Technologies, berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada operasi bisnisnya di Amerika Serikat di tengah masalah pembatasan penjualan yang dikenakan AS kepada pabrikan alat telekomunikasi itu, Reuters melaporkan, Minggu (14/7), mengutip koran...

Perang Tarif dengan AS, Pertumbuhan Ekonomi China Kian Melambat
Monday, 15 July 2019 23:39 WIB

Pertumbuhan ekonomi China melambat ke level terendah dalam triwulan terakhir dalam 10 tahun ini di tengah perang tarif dengan Amerika, menambah tekanan pada negara itu untuk mengatasi penurunan yang makin tajam. Ekonomi terbesar kedua di dunia itu tumbuh 6,2 persen dibanding tahun sebelumnya dalam ...

Cuitan Trump soal Anggota DPR AS "Non Kulit Putih" Picu Kemarahan
Monday, 15 July 2019 17:22 WIB

Serangkaian tweet Presiden Donald Trump pada hari Minggu (14/7) pagi, yang oleh para pengecamnya langsung dianggap rasis dan xenofobik telah memicu kontroversi baru yang menyasar beberapa anggota baru Kongres. Trump di Twitter, yang menarget perempuan anggota Kongres, Partai Demokratik yang beralir...

Diidentifikasi, Baret Hijau AS yang Tewas Di Afghanistan
Monday, 15 July 2019 11:40 WIB

Seorang anggota Pasukan Khusus Amerika tewas dalam pertempuran di Afghanistan utara, demikian diumumkan markas besar militer Amerika, Pentagon, Minggu (14/7). Sersan Mayor James "Ryan" Sartor, yang pernah mendapat banyak penghargaan, meninggal pada Sabtu (13/7) setelah terluka akibat tembakan musuh...

ANOTHER NEWS
Saham sedikit lebih rendah dari rekornya seiring musim pendapatan menguat
Tuesday, 16 July 2019 20:53 WIB Saham AS sedikit lebih rendah di awal perdagangan pada Selasa seiring investor mengkaji arah laporan pendapatan, termasuk hasil dari komponen Dow, Johnson & Johnson dan Goldman Sachs Group Inc. Dow Jones Industrial Average turun sekitar 7...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.